Anak Pantai

Mengatasi Masalah ".. is not a valid time" pada Fingerprint SPC Expert Series

Have you ever get a problem "... is not a valid time" when you try to setting shift management on SPC Expert Series fingerprint? Waktu yang diatur tidak valid. Sebetulnya, format penulisan jam dan menitnya sudah benar, hanya saja format pengaturan waktu yang ada pada mesin fingerprint tidak sesuai dengan format pengaturan waktu yang ada pada sistem operasi kita, terutama penggunaan tanda pemisah antara jam, menit, dan detik. Oleh karena itu, terjadi konflik antara pengaturan waktu fingerprint dengan OS kita.
How to fix it? Let me show you the steps below.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pastikan tanda pemisah jam yang ada pada sistem operasi sesuai dengan yang ada pada mesin fingerprint. Jam yang ada pada PC kita harus disesuaikan dengan jam mesin fingerprint.

Ada dua cara yang dapat kita gunakan untuk mengubah tanda pemisah antara jam, menit, dan detik. Untuk cara yang pertama, kita dapat langsung mengeklik jam yang ada pada bagian taskbar, kemudian pilih Change date and time settings. Jika menggunakan ‘klik kanan’ pilih Adjust date/time. Kemudian, pilih Change calendar settings dan tutup jendela Customize Format yang muncul sehingga diarahkan pada jendela (sebelumnya) Region. Setelah itu ubah pilihan short time dan long time menjadi seperti gambar di bawah ini.
Pastikan menggunakan tanda titik dua (:) sesuai dengan yang diminta pada pengaturan shift management mesin fingerprint.

Sementara untuk cara kedua, kita dapat menggunakan control panel, yakni klik Start ketik atau pilih Control Panel, pilih Clock, Language and Region. Selanjutnya, pilih Region dan ubah sesuai dengan yang diarahkan pada gambar langkah pertama. Jangan lupas simpan semua pengaturan dan lanjutkan untuk mengatur waktu pada fingerprint.

That's all. Selamat mencoba, semoga berhasil.

==========
Author:
ariesrutung95

Peningkatan Keterampilan Membaca dan Berbicara pada Anak SD dengan Teknik MOB - Etnografi Komunikasi

Peningkatan mutu pendidikan melibatkan semua komponen, baik 1) peserta didik, 2) tenaga kependidikan, 3) pengelola sekolah, 3) komite sekolah, 4) sarana prasarana, 5) media, 6) sumber belajar, 7) kurikulum, 8) metode dan teknik, 9) manajemen sekolah, 10) proses pembelajaran, dan 11) lingkungan sekolah. Semua komponen itu saling berpengaruh sehingga dapat mencapai tujuan, termasuk upaya meningkatkan keterampilan berbahasa, menulis dan berbicara.
Penggunakan teknik dalam menghasilkan dan menyalurkan suatu kemampuan berbahasa tertentu sangatlah berpengaruh. Apalagi, untuk meningkatkan keterampilan membaca dan berbicara yang dimiliki anak-anak sekolah dasar, maka teknik yang dipilih harus dapat menggairahkan peserta didik sehingga tidak cepat bosan dalam belajar atau mengikuti kegiatan pembelajaran. Teknik yang digunakan dapat bersumber dari aktivitas-aktivitas kebudayaan suatu masyarakat tertentu atau sebuah tradisi yang dikenal secara komprehensif di hampir seluruh masyarakat pemilik kebudayaan itu. Dengan demikian, menggunakan suatu tradisi yang diakui secara umum oleh masyarakat dapat membawa dampak yang baik bagi pengetahuan kebahasaan masyarakat pemiliknya.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, sebagian besar siswa tidak dapat menghubungkan apa yang telah mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dipakailah teknik MOB yaitu sebuah kebiasaan yang hidup dan berkembang dalam guyup tutur orang Papua. Teknik ini bertujuan untuk membantu siswa mengonstruksi dan memproses apa yang didapat secara kontekstual dan dalam suasana keramahtamahan. Dengan memadukan MOB di dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat mempelajari sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman yang telah mereka miliki.

Penggunaan MOB dalam meningkatkan keterampilan membaca dan berbicara menuntut peserta didik untuk berpikir sehingga dapat menghasilkan cerita yang lucu bagi banyak orang. Kegiatan berpikir itu dapat dimanifestasikan melalui kegiatan membaca. Dengan membaca, peserta didik dapat menemukan ide/gagasan baru terkait cerita yang akan disampaikan. Proses menyampaikan cerita yang didapat dari kegiatan berpikr atau membaca kepada orang lain tersebut membutuhkan kemampuan berbicara yang baik. Oleh karena itu, kegiatan membaca dan berbicara merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara berurutan atau kegiatan reseptif-produktif.

Di kalangan peserta didik di Papua, MOB merupakan sebuah cerita menarik yang disukai semua orang. Lazimnya, peserta didik berlomba-lomba menghasilkan MOB yang bemutu, menghibur, dan menggelakkan. Menghasilkan MOB yang menggelakkan membutuhkan kemampuan berpikir yang kompleks. Sebuah cerita yang dibaca dapat dikonversi menjadi bentuk lain tanpa menghilangkan jumlah tawa dalam cerita.

Kemampuan membaca tidak didapat dengan gampang dan tidak semua peserta didik memiliki kemampuan membaca yang baik. Kebiasaan menjadi pemakai ketimbang menjadi penghasil merupakan salah satu faktor lemahnya kemampuan membaca. Mengubah pola atau kebiasaan peserta didik seperti ini tidaklah mudah. Selain karena kebiasaan (lebih suka mendengar daripada membaca), faktor lain yang menjadi penyebab adalah bahan bacaan. Dengan teknik Mob diharapkan dapat meningkatkan kemapuan membaca dan berbicara yang dimiliki peserta didik di Papua.



==========
Author:
ariesrutung95

Latar Belakang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)

Tenaga kependidikan merupakan unsur terpenting dalam sistem pendidikan nasional yang diadakan dan dikembangkan untuk menyelenggarakan pengajaran, pembimbingan, dan pelatihan bagi para peserta didik (PP No. 38 Tahun 1992 Tentang Tenaga Kependidikan). Peraturan Pemerintah ini tidak hanya menyatakan hak dan kewajiban para tenaga kependidikan dalam sistem pendidikan nasional Republik Indonesia, melainkan juga menyatakan hak dan kewajiban masing-masing penyelenggara satuan pendidikan berkenaan dengan tenaga kependidikan yang bekerja pada satuan-satuan pendidikan yang bersangkutan.
Upaya membentuk tenaga kependidikan yang profesional oleh perguruan tinggi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu diantarnya adalah Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi calon-calon pendidik. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melatih menerapkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik serta mempraktikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran sesuai bidang studinya sehingga mahasiswa memperoleh bekal berupa pengalaman faktual untuk mengembangkan diri sebagai tenaga pendidik yang profesional.

Selain itu, jika dilihat dari istilah yang digunakan, Pengenalan Lapangan Persekolahan merupakan suatu bentuk pengamatan yang berguna untuk mengungkap bentuk-bentuk kultur dalam lingkungan persekolahan dan hal-hal teknis lainnya dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermutu serta upaya membangun instansi pendidikan yang dapat dimodeli, baik terkait pengetahuan, sikap, maupun keterampilan dan penguasaan IPTEKS yang akan dimiliki oleh warga belajar.

Di sisi hal ini, Universitas Papua sebagai produsen agen perubahan tentu selalu berusaha mengahsilkan calon-calon pendidik dan tenaga kependidikan yang andal dan profesional. Upaya sigap yang dilakukan adalah dengan diselenggarakannya praktik pengenalan Lapangan Persekolahan bagi mahasiswa keguruan selama kurang-lebih dua bulan. Tujuannya adalah, mahasiswa keguruan dapat mengamati dan mempraktikan semua kompetensi secara faktual tentang pelaksanaan proses pembelajaran dan kegiatan akademis lain yang diperlukan oleh guru atau tenaga kependidikan.

Secara teoritis, mahasiswa Fakultas Keguruan Universitas Papua yang adalah calon pendidik telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan. Namun demikian, apa yang diperoleh nampaknya belum cukup sebagai bekal bagi seorang pendidik yang profesional. Untuk melengkapi kekurangan tersebut, mahasiswa calon pendidik diwajibkan untuk melaksanakan praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan yang ditetapkan.



=========
Author:
ariesrutung

Cara Gampang Memasang Driver Wireless LAN | Tanpa DriverPack

Selamat berjumpa kembali teman-teman. Jika Anda membaca artikel ini artinya kita memiliki masalah yang sama. Bedanya, barangkali Anda baru mengalaminya sekarang, sementara saya sudah lebih dahulu dan bisa memberikan bantuan kepada Anda melalui artikel ini.

Sesuai dengan judul di atas, artikel ini akan membahas mengenai driver wireless LAN laptop tidak dapat diintal atau tidak ditemukan. Bagaimana cara paling mudah yang dapat diterapkan jika mengalami masalah seperti ini. Lazimnya, ketika dilakukan pengecekan pada device manager, kita akan menemukan list driver yang bertanda seru dan berwarna kuning. Tanda seru menandakan bahwa driver dari perangkat yang belum berhasil dipasang. Lihat gambar di bawah ini.
Prasayarat untuk mengatasi masalah seperti di atas dapat dilakukan menggunakan langkah-langkah di bawah ini.
  1. Kita membutuhkan sebuah aplikasi, yaitu 3DP_Net. 3DP Net adalah perangkat lunak yang berguna untuk membuat koneksi intenet. Aplikasi ini dirancang untuk menemukan secara otomatis problem mengenai driver wireless LAN yang tidak dapat diinstal. Akan tetapi, aplikasi ini dapat berjalan dengan sempurna menggunakan koneksi internet.
  2. Koneksi intenet. Jika laptop Anda saat ini adalah laptop yang bermasalah dengan driver wireess LAN-nya, Anda dapat menggunakan kabel LAN dari modem/AP ke laptop. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan tethering.  Apa itu tethering? Secara lebih gampang, tethering merupaka cara menghubungkan perangkat Android dengan laptop via kabel USB charger. Dengan perkataan lain, tethering berkaitan teknik membagikan jaringan telepon dengan perangkat lainnya melalui USB.
Jika kedua prasyarat tersebut sudah Anda penuhi, selanjutnya kita masuk ke lagkah-langkah kerja di bawah ini.


  1. Instal aplikasi 3DP Net yang telah diunduh dan jalankan sehingga seperti tampilan di bawah ini.
  2. Aplikasi ini akan secara otomatis membaca atau mendeteksi masalah kartu jaringan kita. Lihat kotak merah di atas! Klik pada nama driver yang muncul sehingga akan diarahkan pada tampilan berikut ini.
  3. Pada wizard Device Driver Installation, klik next untuk melanjutkan. Tunggu hingga proses instalasi selesai.
  4. Driver berhasil dipasang. Lihat gambar di bawah ini! Klik finih untuk melanjutkan.
  5. Lakukan pengecekan pada device manager untuk memastikan driver telah terinstal dengan baik. Jika sudah seperti gambar di bawah ini, maka Anda telah berhasil memasang driver yang Anda cari-cari.


Selamat mencoba, semoga bermanfaat.


==========
Author:
ariesrutung95

Actual Time Tidak Muncul pada Laporan Fingerprint SPC Expert Series

Data actual time (in out) pada laporan absensi mesin fingerprint SPC Expert Series tidak muncul padahal di bulan sebelumnya ada. Jam kerja (masuk dan keluar) kosong ketika laporan di-preview atau diunduh dalam bentuk fail excel. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda mengalami masalah seperti ini, diantaranya:


Waktu
Pada beberapa kasus, ada user yang tidak terlalu peduli dengan pengaturan tanggal pada mesin fingerprint. Padahal, ini adalah salah satu faktor utama mengapa data tidak muncul ketika diunduh. Oleh karena itu, pastikan tanggal pada mesin fingerprint sesuai dengan yang sebenarnya alias tanggal pada saat hendak mengunduh data. Selain tanggal  pada mesin fingerprint, tanggal pada komputer juga perlu diperhatikan. Jadi, tanggal antara komputer dan mesin fingerprint harus sama.

Ketidaksesuaian waktu pada komputer dengan mesin fingerprint tentu tidak secara langsung berpengaruh pada laporan yang diunduh hari itu. Hal tersebut disebabkan oleh waktu yang berubah akan mulai diberlakukan pada masa mendatang. Contoh kasusnya dapat Anda baca pada paragraf di bawah ini.

Seorang admin mengunduh laporan pada Agustus 2019. Sebelum mengeklik menu atau pilihan Download All Record atau Download Record, ia melakukan Set Time dengan tujuan agar waktu pada mesin fingerprint sesuai dengan waktu komputer. Ternyata, tanpa ia ketahui waktu pada komputer bukan Agustus 2019 melainkan Agustus 2018. Maka, berubahlah waktu pada mesin fingerprint yang semula Agustus 2019 menjadi Agustus 2018. Pada saat itu, pengaturan tanggal tidak langsung mempengaruhi data laporan.

Sekarang, bergantilah Agustus 2018 ke September 2018. Lalu, user/admin kembali mengunduh data untuk September. User tersebut mengunduh data dengan history record 1 September 2019 sampai 30 September 2019. Hingga kiamat, tentu saja data tersebut tidak akan ada, meskipun waktunya diatur sesuai dengan waktu sekarang. Mengapa? Datanya ada di September 2018 dan Anda mengambilnya di September 2019 yang sama sekali tidak ada user yang melakukan scan finger pada bulan tersebut.

Komputer
Gunakan komputer yang baterai cmos-nya masih normal. Tanda rusaknya baterai cmos dapat Anda lihat ketika pengaturan waktu, misalnya, tidak dapat disimpan. Anda dapat mengubah waktu pada komputer sesuai dengan waktu sebenarnya, tetapi setelah menghidupkan ulang komputer, waktunya akan kembali ke pengaturan sebelumnya.

Mengapa harus menggunakan komputer dengan kriteria seperti ini? Alasanya adalah ketika suatu waktu kita mengunduh laporan, ada user atau admin yang (kadang-kadang) melakukan Set Time terlebih dahulu sebelum Download Record atau Download All Record. Syukur-syukur kalau pengaturan waktu komputernya benar, maka tidak akan masalah. Bayangkan jika tidak!

Shift Management
Faktor utama lain yang menyebabkan data laporan bulanan fingerprint tidak muncul adalah pengaturan shift pada Shift Management. Perhatikan pada pengaturan shift agar sesuai dengan gambar di bawah ini.

Catatan: pastikan pada pilihan Default Shift tercentang.

Download Data
Unduh data sesuai dengan tanggal yang ditampilkan pada mesin fingerprint. Jika selamat sebulan terakhir tenyata pengaturan tanggal pada mesin berubah, maka gunakan tanggal tersebut pada history record. Perhatikan lagi kasus di atas.


==========
Author:
ariesrutung95

Belajar Mengonfigurasi TP-Link Menggunakan Emulator

Beberapa waktu lalu, saya ditugasi oleh guru saya untuk mengonfigurasi DDNS (Dynamic Domain Name Service) pada sebuah perangkat jaringan yang kebetulan adalah salah satu produk TP-Link. Oleh karena saya belum pernah melakukan hal semacam itu sebelumnya, beliau mengirimi saya langkah-langkah kerja yang disertai gambar via WA. Agar terlihat cool, beliau menggunakan bahasa Inggris di setiap perintah kerja. Dugaan saya, beliau ingin terlihat profesional pada bidang ini. Hahaha....

Awalnya saya menduga beliau memiliki perangkat yang sama dengan perangkat yang akan saya konfig itu. Nyatanya saya salah. Setelah diusut, beliau menjelaskan kepada saya tentang TP-Link Emulator, tentu saja setalah ia mengejekku. Atas informasi tersebut, saya mengunjungi situs resmi TP-Link. Akhirnya, lahirlah sepenggal artikel yang Anda baca saat ini. Barangkali di luar sana sudah banyak orang yang mengupas hal semacam ini. Akan tetapi, di sini saya hanya berusaha untuk menjelaskan apa yang saya ketahui tentang TP-Link Emulator dan perangkat mana saja yang didukung atau tersedia pada wahana ini.

TP-Link Emulator adalah sarana yang tersedia pada website resmi TP-Link yang dapat digunakan sebagai fasilitas belajar yang berkaitan dengan cara mengonfigurasi perangkat jaringan menggunakan accses point milik TP-Link. TP-Link Emulator juga dapat diartikan sebagai mesin virtual berbasis Graphical User Interface yang dapat memrogramkan firmware TP-Link. Di sini Anda dapat mencoba mengonfigurasi produk TP-Link yang Anda punyai sebelum Anda terapkan pada perangkat sesungguhnya. Dengan fasilitas ini pula, Anda dapat membuat langkah kerja - sejenis SOP (Standard Operating Procedure) - untuk orang yang Anda tugasi dalam mengonfigurasi suatu perangkat TP-Link tertentu. Dengan menyertakan gambar, orang yang ditugasi akan lebih mudah memahami dan mudah melakukan langkah-langkah konfigurasi. Hal yang paling penting adalah TP-Link Emulator ini dapat digunakan sebagai fasilitas belajar.

Beberapa perangkat yang firmware-nya tersedia pada TP-Link Emulator ini, diantaranya Cloud Camera, Managed Switch, Wi-Fi Router, MiFi, Range Extender, High Power Router, VPN Router, DSL, Smart Switch, DSL Modem & Router, Outdoor Radio, Load Balance Router, Powerline Adapter, LTE/3G, 3G/4G Router, Access Point, Business Wireless, LTE/3G (semua yang disebut adalah produk TP-Link).

Untuk memulai belajar atau mencoba TP-Link Emulator, Anda dapat mengunjungi website TP-LInk, kemudian pilih menu Support (Dukungan), dan klik pada TP-Link Emulator. Jika terlalu ribet, silakan klik DI SINI. Selanjutnya, pilih versi perangkat yang Anda miliki dan mulailah mengeksplor. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sana, ternyata tidak semua perangkat TP-Link tersedia firmaware-nya. Jadi semoga beruntung yah....


Selamat mencoba dan selamat belajar.....

==========
Author:
ariesrutung95

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA