Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Berbahasa indonesia yang baik dan benar pasti diimpikan semua orang. Akan tetapi, dalam praktiknya kita sering tidak taat azas terhadap pemakaian bahasa yang baik dan benar. Salah satu contoh ketidaktaatan kita terhadapap peraturan bahasa indonesia adalah penggunaan bahasa Indonesia sering dicampur dengan bahasa daerah atau bahasa ibu. Penyebabnya bukan hanya tidak tahu, tetapi karena kekliruan kita terhadap bahasa yang akan dipakai. Lihat saja, tak jarang kita menemukan tulisan yang dihasilkan oleh mereka yang berpangkat profesor sering keliru dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berikut ini dijelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sumber: doc. ariesrutung
Bahasa Indonesia yang baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku (Arifin, 2014: 13). Artinya, bahasa Indonesia yang baik itu berhubungan dengan keetisan atau dengan perkataan lain tidak melenceng dari norma atau aturan-aturan yang diakui dan berlaku dalam suatu kelompok masayarakat tertentu. Dalam hal ini, bahasa Indonesia yang baik erat kaitannya dengan masalah etis dan etos. Etis artinya sesuai dengan konvensi-konvensi yang disepakati dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sedangkan etos bermakna sesuai dengan nilai-nilai yang disepakati dalam kelompok masyarakat tertentu, karena di Indonesia sendiri umunya, yang dianggap benar oleh kelompok tertentu belum tentu sesuai dengan komunitas yang lain. Orang Manggarai berbahasa Manggarai dan akan dianggap tidak sopan jika lawan bicara berbicara menggunakan bahasa daerah, tetapi pembicara berbahasa Indonesia. Atau penggunaan bahasa Indonesia yang sering dibarat-baratkan.

Bahasa Indonesia yang benar
Bahasa Indoenesia yang benar adalah bahasa indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, pembentkan kata, pembentukan kalimat, penyusunan paragraf, dan penataan penalaran (Arifin, 2014: 14). Kaidah-kaidah itu yang menjadi titik pijak bagi para pengguna bahasa Indonesia dalam memanfaatkanya sesuai dengan tujuannya, baik dalam bentuk lisan maupun bentuk tulis. Bahasa indonesia yang benar selalu berpegang pada kaidah atau aturan sehingga ketika terjadi upaya untuk tidak menaati kaidah atau aturan tersebut, maka bahasa Indonesia itu akan mengarah pada bahasa Indonesia yang tidak benar.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai pula dengan kaidah bahasa Indonesia yang sudah disepakati. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menyesuaikan situasi dan konteks yang mendukung situasi pembicaraan dan juga persoalan etis dan tidak etisnya. Misalnya, dalam sutu petemuan resmi, presiden RI memberikan pidato tentang kondisi ekonomi negara Indonesia. Dilihat dari sudut pandang bahasa yang baik, seharusnya bahasa Indonesia yang dipakai oleh Presiden RI adalah bahasa yang sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia yang sangat kental dengan etika dan moral. Misalnya, penggunaan bahasa dan sapaan yang halus kepada audiens. Sedangkan jika diteropong dari sudut pandang bahasa yang benar, bahasa Indonesia yang hendak digunakan oleh presiden dalam pidato tersebut adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah umum yang berlaku dalam bahasa Indonesia, dalam hal ini berkaitan dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia. Artinya, jika Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan yang dijadikan parameter, maka sekalipun bahasa Indonesia itu adalah bahasa yang baik, belum tentu akan bernilai benar. Misalnya penggunaan lafal bahasa daerah yang nyata-nyata di dalam bahasa Indonesia dilarang. Memang dalam berbahasa, tidak ada lafal yang dijadikan standar dalam berbahsa Indonesia, tetapi perlu diingat bahwa lafal yang dipakai sedapat mungkin jauh dari pengaruh bahasa daerah.

Pengertian Semantik Menurut Para Ahli

Dalam buku Pengajaran Semantik yang ditulis oleh Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan secara gamblang dijelaskan mengenai pengertian semantik, baik menurut pandangannya sendiri maupun beberapa ahli terkenal yang berhasil ia rangkum. Di dalam buku tersebut, memang tidak banyak ahli yang ia gunakan sebagai referensi untuk membuat definisi semantik, tetapi beberapa ahli yang ia kutip itu cukup memberikan pemahaman bagi orang awam seperti saya.

Isi dari buku yang beliau tulis mengenai semantik menjelaskan pengertian semantik secara singkat dan populer serta secara luas dan sempit.
Secara singkat dan populer, semantik adalah telaah mengenai makna (George, 1964: 1, bdk Tarigan 2015: 2).
Semantik dalam ari luas terbagi atas 3 pokok bahasan, yaitu sintaksis, semantik, dan pragmatik (Edwards, 1972:348). Charles Morris (1938) membuat definisi tentang pokok bahasan sematik yang dikemukakan oleh Edwards di atas diurai secara berturut-turut sebagai berikut: 1) sintaksis menelaah hubungan antara tanda-tanda satu sama lain; 2) semantik menelaah hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang meupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut; dan 3) pragmatik menelaah hubungan tanda-tanda dengan para penafsir/interpretator (Morris, 1938); cabang semiotik yang menelaah asal-usul, penggunaan, dan efek tanda-tanda (Morris, 1946).

Berdasarkan pembagian yang dibuat oleh Morris di atas, Charnap (1942) membuat batasan sebagai berikut: 1) apabila  dalam suatu investigasi (penelitian) acuan atau referensi eksplisit dibuat untuk pembicara atau dalam pengertian lebih luas, kepada pemakai bahasa, maka kita menempatkannya ke dalam bidang atau wilayah pragmatik; 2) selanjutnya, apabila kita mengikhtisarkannya dari pemakai bahsa dan hanya menganalisis ekspresi dan penandaannya, maka kita berada dalam wilayah semantik; 3) bila kita mengikhtisarkannya dari penandaan dan hanya menganalisis hubungan antara ekspresi-ekspresi, maka kita telah berada dalam wilayah sintaksis (logis); dan 4) keseluruhan ilmu bahasa yang mencakup ketiga bidang yang telah kita utarakan di atas disebut sematik (Searle, 1980: viii).

Menurut R. C. Stalnaker (1972), sintaksis menelaah kalimat-kalimat, semantik menelaah proposisi-proposisi, sedangkan pragmatik adalah telaah mengenai perbuatan linguistik beserta konteks-konteks tempatnya.

Rudolf Carnap mengadakan pembagian semantik atas 2 bagian, diantaranya semantik deskriptif yaitu penelitian empiris terhadap bahasa-bahasa alamiah dan merupakan hasil yang lebih dari semantik murni yang formulasinya melibatkan sejumlah teori logika dan teori pasti (Edwards, 1972: 348) dan semantik murni merupakan telaah analitis terhadapap bahasa-bahasa buatan (artificial languages).

Semantik dalam arti sempit menurut Rudolf Carnap dibagi menjadi 2 pokok bahasan, yaitu teori referensi (denotasi, ekstensi) dan teori makna (konotasi, intensi) . Di dalam linguistik, semantik dihubungkan dengan penyampaian makna oleh sarana-sarana gramatikal dan leksikal suatu bahasa (Sills, 1972: 165).

Tarigan (2015: 7) mengatakan bahwa semantik adalah telaah mengenai makna. Semantik menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat. Oleh karena itu, semantik mencakup kata-kata, perkembangan dan perubahannya.

Secara etimologi, kata semantik berasal dari bahasa Yunani semantikos ‘penting; berarti’, yang diturunkan pula dari semainein ‘memperlihatkan; menyatakan’ yang berasal pula dari sema ‘tanda’ seperti yang terdapat pada kata semaphore yang berarti ‘tiang sinyal yang dipergunakan sebagai tanda oleh kereta api’. Sematik menelaah serta menggarap makna kata dan makna yang diperoleh masyarakat dari kata-kata (Dale, 1971: 196; Tarigan, 1985: 155).

Demikian beberapa definisi mengenai semantik menurut para ahli. Dari penjelasan panjang-lebar di atas, saya dapat mengambil kesimpulan mengenai sematik yakni semantik merupakan cabang ilmu bahasa (linguistik mikro) yang menelaah atau mengkaji tentang makna bahasa atau makna kata secara internal (leksikal dan gramatikal). Internal artinya, makna bahasa atau makna kata tersebut bersifat apa adanya, tanpa dipengaruhi oleh situsi, kondisi dan/atau siapa subjek pembicaranya, motivasi apa yang terkandung dalam kalimat yang diucapkannya itu. Jika ia melihat situasi, kondisi, dan subjek, maka hal tersebut sudah masuk dalam ranah pragmatik.


Referensi:
Tarigan, H. G. 2015. Pengajran Pragmatik. Bandung: Angkasa.


===========
Author:
ariesrutung95

Membuat dan mencetak buku pada Microsoft Office Word

Melihat orang yang berkecimpung dalam dunia komputer tentu akan dipandang bisa tentang apa saja yang berhubungan dengan komputer. Termasuk urusan surat-menyurat atau hal lain yang berhubungan dengan Microsoft Office Word. Padahal, tidak semua orang yang bergelut dalam satu bidang tertentu mampu melakukan tugas yang berkaitan dengan bidang yang digelutinya itu. Dalam konteks hari ini, sebagai anak muda yang melek teknologi, rasanya segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer sangat perlu untuk diketahui. Jika tidak, seperti ada sesuatu yang kurang dan hilang. Apalagi kalau ada orang yang mengatakan, kamu kan orang komputer. Tentu kurang enak
untuk dibahas. Jalan tengahnya adalah harus terus belajar agar tahu dan tidak ketinggalan.

Dari sekelumit permasalahan di atas, ada yang tidak kalah menarik untuk dibahas yakni masalah microsoft word. Masalah ini identik atau erat kaitanya dengan surat menyurat. Semua orang yang berkecimpung dalam duni ksekretariatan, mesti lincah memainkan perannya sebagai orang yang paham betul tentang surat atau segala sesuatu yang berhubungan dengan tulis-menulis. Saya tidak mengatakan bahwa saya ssalah satu diantaranya. Bekal pengalaman dan masalah yang saya alami, saya mempunyai kesempatan untuk berbagi hal-hal tersebut. Berikut akan dijelaskan cara membuat dan mencetak buku pada ms. Office word.

Tutorial ini saya praktikkan menggunakan microsoft office word 2016 dan akan dibagi menjadi 2 (dua) part.  Jika ada yang menggunakan versi di bawahnya, silakan disesuikan. Part pertama akan menjelaskan secara detail cara membuat format buku di dalam microsoft office word, sedangkan part kedua menjelaskan cara mencetak file buku atau hasil dari kegiatan yang dlakukan pada part pertama.

  1. Pertama-tama, siapkan file dokumen yang akan dibuat atau dicetak dalam bentuk buku. Dalam contoh ini, saya menggunakan file Panduan Pembekalan Mahasiswa Baru jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia – Universitas Papua sebanyak 7 (tujuh) halaman.
  2. Kedua, lakukan penyetingan atau pengaturan pada margin, ukuran kertas, dan posisi kertas pada file (Panduan Pembekalan Mahasiswa Baru). Caranya sebagai berikut: a) untuk mengubah margin (batas tepi kertas), klik pada menu Layout, Page Setup, Margin, Custom Margin, sehingga terbuka window page setup. Tentukan nilai masing-masing sisi (top/atas, left/kiri, right/kanan, dan buttom/bawah). Pada tutorial ini saya memberikan nilai 2 (dua) pada masing-masing sisi. Artinya panjang tepi atas, bawah, kiri, dan kanan bernilai sama dengan 2 (dua); b) untuk mengubah posisi kertas (menjadi tegak atau tidur), masih pada jendela page setup, pilihan Margin, pada opsi Orientation pilih posisi kertas yang tertidur atau memanjang, namanya landscape; c) untuk mengubah ukuran kertas, masih pada jendela page setup klik pada Paper. Pada kolom paper size, pilih ukuran kertas yang seusai semisal A4 atau Letter. Dalam kasus ini saya menggunakan kertas dengan tipe Letter dan panjangnya saya ubah menjadi 33 (tiga puluh tiga) cm. Kenapa diubah? Karena itulah panjang kerta F4 sesungguhnya.
  3. Sekarang posisi file dokumen word anda seharusnya menjadi: marginnya 2 (semua sisi), ukuran kertasnya F4 atau letter, tetapi panjangnya diubah menjadi 33, dan posisi kertasnya tertidur atau landscape. Jika belum seperti kriteria di atas, samakan!
  4. Selanjutnya, kita atur kertas yang dalam keadaan landscape menjadi 2 kolom (tetapi bukan menggunakan tools Column), kiri dan kanan. Caranya, klik menu Layout, Page Setup, klik panah page setup di bagian kanan sehingga terbuka jendela page setup. Dapat pula dilakukan dengan cara seperti yang anda lakukan poin 2. Intinya adalah anda berada pada jendela page setup sekarang. Selanjutnya pada pilihan Margin, Page, Multiple Pages, pilih 2 page per sheet (1 sheet dibagi menjadi 2 halaman). Maka jika di-Apply atau OK-kan, akan tampak seperti gambar di bawah ini.
  5. Langkah selanjutnya adalah memberikan penomoran pada setiap halaman file. Caranya, klik menu Insert, Header & Footer, Page Number, pilih Buttom (artinya penomoran berada pada bagian bawah dokumen), dan pilih jenis penomoran pada bagian bawah sesuai selera. Sebagai contoh, saya menggunakan seperti yang ada pada gambar. 
  6. Sampai pada tahap ini, buku sudah jadi. Selanjutnya silakan dicetak. Cara untuk mencetaknya, silakan di simak DI SINI.



Terima kasih, selamat mencoba....

==========
Author:
ariesrutung95

Cara mencetak Kartu Rencana Studi pada Portal Akademik UNIPA

Kartu Rencana Studi merupakan fasilitas pengisian KRS secara online. Fasilitas KRS Online ini hanya dapat digunakan pada saat masa KRS atau masa revisi KRS. Mahasiswa dapat memilih matakuliah yang ingin diambil bersesuaian dengan jatah sks yang dimiliki dan matakuliah yang ditawarkan. Setelah melakukan pengisian KRS mahasiswa dapat mencetak KRS tersebut agar dapat ditandatangani oleh dosen pembimbingnya masing-masing (Portal Akademik).

Bagi para Mahasiswa Junior atau bahkan Mahasiswa Senior, mencetak KRS sepertinya masih menjadi kendala tersendiri dalam pengurusan Kartu Rencana Studi. Pada dasarnya mencetak KRS bukanlah hal yang sulit. Yang paling penting untuk diketahui yaitu mata kuliah yang akan dikontrak pada semester itu (semester aktif). Bagi mahasiswa yang akan mengisi Kartu Rencana Studi agar memperhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama, mahasiswa angkatan 2017 harus mengontrak matakuliah dengan kode D (DXXXXX); Kedua, mahasiswa angakatan 2013-2016 wajib mengontrak mata kuliah dengan kode C atau B (BXXXXX atau CXXXXX), kecuali angkatan 2016 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan tetap mengontrak mata kuliah kode D (DXXXXX); dan Ketiga, apabila matakuliah yang hendak di kontrak belum terdapat di akun Portal, segera hubungi bagian akademik masing-masing fakultas. Untuk mencetak KRS, berikut ini dijelaskan langkah-langkahnya secara terperinci.
  1. Akses alamat Portal Akademik UNIPA dari mesin pencari (semisal google chrome, mozila firefox, dkk.). Setelah terbuka klik pada Portal Akademik (Dosen|Mahasiswa) sehingga terbuka halaman login Portal Akademik. Masukkan username (menggunakan NIM) dan password (diperoleh dari program studi atau bidang akademik).
  2. Setelah masuk ke halaman Portal Akademik Universitas Papua, klik pada pilihan Kartu Rencana Studi dan pada tampilan Kartu Rencana Studi klik pada Tambah Mata Kuliah.
    1. Tambah_mata_kuliah
  3. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Mata Kuliah Ditawarkan. Pada bagian ini, tentukan paket semester dari mata kuliah yang akan dikontrak. Dalam kasus ini, saya akan mengontrak mata kuliah pada semester 5 (lima). 
    2. Daftar_mata_kuliah_ditawarkan
  4. Selanjutnya, klik pada Paket Semester 5 sehingga akan terbuka daftar mata kuliah yang ditawarkan. Untuk memilih mata kuliah, pastikan kode mata kuliahnya anda ketahui. Sebagai contoh Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2016 dengan kode program studi D61. Dengan demikian, mata kuliah yang dipilih harus disesuaikan dengan kode yang ditetapkan oleh program studi atau aturan akademik lainnya, dalam hal ini D61. Cara untuk menambahkan mata kuliah cukup dengan mengeklik check box seperti gambar di bawah ini. Klik pada pilihan Tambah untuk menambah mata kuliah sehingga anda diarahkan pada halaman Hasil Tambah KRS, (gambar 4). 
    3. Proses_menambah_mata_kuliah
    4. Hasil_tambah_KRS
  5. Terkadang pada langkah penambahan mata kuliah, ada mahasiswa yang mengalami masalah seperti pada gambar berikut ini. Hal ini terjadi karena mata kuliah yang dicentang melampaui beban SKS. Pada kasus tertentu, masalah ini juga bisa terjadi akibat waktu pengurusan KRS sudah habis. Untuk mengatasi hal tersebut, silakan hapus beberapa mata kuliah agar sesuai dengan beban SKS. Saran saya, konsultasikan masalah ini dengan dosen wali anda.
    5. Waktu_pengurusan_KRS_sudah_berakh
  6. Jika langkah 4 dan 5 sudah dilakukan dengan benar, seharusnya pada halaman Kartu rencana Studi akan ditampilkan mata kuliah yang sudah dicentang. Lihat gambar! Pada bagian ini, anda dapat menambah atau mengurangi mata kuliah yang ada dengan mengeklik pada Tambah Mata kuliah atau Hapus Mata kuliah.
    6. Kartu_Rencan_Studi
  7. Langkah selanjutnya adalah mencetak KRS. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan pada bagian ini. Pertama, apabila komputer atau laptop anda sudah terhubung dengan printer, anda bisa langsung mencetak KRS dengan mengeklik pada pilihan Cetak pada halaman Kartu Rencana Studi dan tentukan printer yang dipakai pada opsi Destination (tujuan). Kedua, jika laptop anda belum terhubung dengan printer, anda dapat mendownload halaman KRS dalam bentuk file PDF dengan cara mengeklik pada pilihan Print, kemudian pada opsi Destination klik Change lalu pilih Save AS PDF atau Foxit Reader PDF Printer atau Adobe Reader PDF Printer. Selain itu ada juga dapat menyimpan halaman Kartu Rencana Studi dengan cara, klik kanan di sembarang tempat pada halaman KRS, lalu pilih Save As Page atau dengan menekan tombol control + S di keyboard.
    7. Simpan_fail_KRS_dalam_bentuk_PDF
Sampai pada langkah 7, anda sudah berhasil mencetak KRS. Jika ada yang masih belum dipahami, jangan segan-segan untuk berkomentar pada kolom komentar di bawah ini. Selamat mencoba semoga berhasil.


==========
Author:
ariesrutung95

Cara konsultasi KRS secara online menggunakan fitur Pesan pada Portal Akademik UNIPA

Salah satu kelebihan Portal Akademik adalah tersedianya fasilitas perpesanan yang dapat digunakan oleh setiap mahasiswa untuk mengirimkan berita atau informasi penting lainnya kepada mahasiswa lain dan juga kepada para dosen. Selain itu, fitur Pesan dapat dipakai untuk melakukan konsultasi pengurusan Kartu Rencana Studi kepada dosen wali setiap mahasiswa. Sebagai pengalaman, saya baru memanfaatkan fasilitas perpesanan ini untuk pengurusan KRS semester gasal 2018/2019.

Source: simunipa.unipa.ac.id
Pada pengurusan KRS semester sebelumnya, saya mengonsultasi secara manual alias datang langsung kepada dosen wali. Karena masih tergolong cara baru bagi kebanyakan mahasiswa, saya kemudian berkesempatan membuat tutorial ini untuk memudahkan mereka yang belum mengerti cara konsultasi KRS secara online. Inti dari kegiatan ini adalah untuk mendapat persetujuan dari dosen wali atas mata kuliah yang akan dikontrak. Anda juga dapat meminta masukan dan saran dari dosen wali tentang masalah kontrak-mengontrak mata kuliah atau masalah lain yang berkaitan dengan perkuliahan yang butuh dibimbing oleh dosen. Cara ini dilakukan apabila dosen wali anda sedang melakukan perjalanan dinas luar kota atau dapat pula karena instruksi dari dosen wali anda sendiri.

Berikut ini langkah-langkah kerja yang perlu anda lakukan. Tidak terlalu rumit kok, cukup klik-klik saja, selesai.
  1. Login terlebih dahulu ke portal akademik dengan mengakses alamat simunipa.unipa.ac.id. Pilih Portal Akademik (Dosen|Mahasiswa) dan masuk menggunakan username (lazimnya meggunakan Nomor Induk Mahasiswa) dan password.
    form_login
  2. Setelah berhasil masuk, pastikan mata kuliah yang hendak dikontrak pada semester terkait sudah dicentang. Jika belum, untuk mencetangnya klik pada menu Kartu Rencana Studi.
  3. Jika sudah, klik Pesan (bagian kanan) sehingga terbuka jendala pesan seperti gambar di bawah ini.
    Kotak_pesan
  4. Karena kita hendak mengirim pesan kepada dosen, caranya agak berbeda ketika kita mengirim pesan kepada mahasiswa lain. Secara umum langkahnya sama, hanya saja NIM untuk dosen diisi dengan NIP. Untuk memulai membuat pesan, klik pada Pesan Baru sehingga terbuka form pesan. Pada form tujuan klik Kontak (terbuka sebuah form kontak), klik Tambah Kontak (muncul kontak para dosen). Jika pada halaman pertama tidak ditemukan dosen yang bersangkutan, klik pada panah selanjutnya. Cara paling gampang untuk menambahkan kontak adalah, pada kolom tujuan atau pada kolom NIM dan Nama, ketikkan NIP dan nama dosen wali serta Program Studinya pada pilihan Prodi. Setelah itu masukkan judul pesan dan isi pesan pada kolom Judul dan Pesan. Judul misalnya KRS Semester gasal 2018/2019, sedangkan pesan, misalnya selamat siang Pak/Bu ... ini KRS saya untuk semester ini ......
    form_cari_kontak
    form_kotak_pesan
  5. Jika sudah selesai, klik Kirim untuk mengirim pesan. Setelah pesan terkirim, pada kotak terkirim akan muncul pesan yang anda buat barusan. Silakan menunggu persetujuan dari dosen wali anda agar bisa dicetak hasilnya.
    pesan_terkirim
  6. Bukti bahwa KRS anda sudah disetujui oleh dosen wali, pada jendela Kartu Rencana Studi akan muncul peringatan "KRS tidak dapat diubah, telah disetujui oleh dosen pembimbing. Untuk perubahan, harap hubungi dosen pembimbing atau lakukan perubahan pada masa revisi.
  7. Langkah terakhir, silakan dicetak KRSnya dan ditandatangani oleh kepala jurusan masing-masing dan kepala bagian akademik. Bagian ini hanya opsional, agar ada arsip untuk dosen wali, program studi, bagian akademik, dan anda sendiri. 

Note: Klik untuk memperbesar gambar.

Silakan berkomentar jika masih belum paham. Terima kasih, selamat mencoba.


==========
Author:
ariesrutung95