Konfigurasi FTP server - LKS Papua Barat 2016

File Transfer Protocol (FTP) adalah protocol yang digunakan untuk mentransfer file atau data melalui media jaringan. Dalam keadaan default, FTP berjalan pada port 21 dan bekerja pada protocol TCP/IP. Dalam mengkonfigurasi FTP Server, kita bisa menggunakan dua cara yaiu User Authentication LogIn (Password Protected) dan Anonymous LogIn (Guest OK). FTP berkerja menggunakan salah satu protokol yang dapat diandalkan untuk urusan komunikasi data antara client dan server, yaitu protokol TCP (yang menggunakan port nomor 21). Port 21 ini digunakan untuk mengirimkan command (perintah). Oleh karena port 21 dimaksudkan khusus untuk mengirimkan command, maka port ini sering juga disebut dengan nama command port. Dengan adanya protokol ini, antara client dan server dapat melakukan sesi komunikasi sebelum pengiriman data berlangsung. Sebenarnya ada dua aplikasi yang paling popular untuk FTP server pada distro debian. Yaitu ProFTPd dan Vsftpd. Kali ini saya menggunakan Proftpd, karena dianggap lebih mudah dan cepat dalam konfigurasinya.

Tujuan dari FTP Server adalah untuk sharing data, menyediakan indirect atau implicit remote computer, menyediakan tempat penyimpanan bagi user, dan menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

Konfigurasi FTP Server
  1. Install aplikasi proftpd terlebih dahulu dengan perintah #apt-get install proftpd. Akan muncul jendela popup seperti di bawah ini. Pilih yang mandiri atau versi inggrisnya standalone lalu pilih OK.
  2. Setelah selesai menginstall proftpd, semua user yang terdaftar pada Komputer server Debian sudah bisa mengakses layanan ftp tersebut melalui web browser ataupun terminal. Direktori yang digunakan adalah direktori home setiap user. Dalam kofigurasi ini kita akan mengedit sedikit isi dari file proftpd.conf dengan perintah #nano /etc/proftpd/proftpd.config. Cari tulisan Tag: # A basic anonymous...., lalu hilangkan tanda pagar mulai dari tulisan seperti gambar dibawah ini sampai ke bagian paling bawah. Lihat gambar berikut.
  3.  Simpan semua konfigurasinya, kemudian masuk ke directory paling atas, dengan perintah  #cd /. Lihat gambar sebagai contoh.
  4. Buat folder untuk meletakan semua file dan data pada ftp server, dengan perintah #mkdir ftp seperti pada gambar.
  5. Masuk ke directory ftp, lalu buat beberapa folder seperti contoh berikut.
  6. Beri hak akses untuk folder yand kita buat termasuk isi di dalamnya agar bisa diakses. Dalam contoh, saya memberikan hak akses penuh terhadap folder Aplication dan Document, artinya user boleh menulis, membaca merubah, mengambil isi dari folder tersebut. Sedangkan pada folder Music, saya hanya memberikan hak akses untuk mengambil saja tanpa bisa mengunggah file ke dalammnya. Perintahnya adalah seperti pada gambar berikut.
  7. Masuk ke folder Document lalu buat beberapa file dengan format .txt didalam folder tersebut dengan perintah touch. Begitu juga dengan folder lainnya. Lihat gambar sebagai contoh.
  8. Restart pengaturan FTP dengan perintah #service proftpd restart. Kemudian dari client windows, buka Web Browser lalu ketikan alamat ip yang menuju ke client. Dalam contoh ini saya menggunakan IP 172.168.3.1. ketika pada address bar ftp.172.168.3.1. Untuk menambahkan file ke dalam folder yang kita buat dari client windows, kita bisa mengunakan aplikasi FileZilla.

REFERENSI
http://fitrituntun.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-fungsi-dan-cara-kerja-ftp.html
http://www.nesabamedia.com/pengertian-ftp/
 
Sekian, selamat mencoba....

Oleh:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA