Pembahasan soal Ujian Kompetensi Kejuruan paket 3 - TKJ 2017

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. UKK terdiri dari Ujian Praktik Kejuruan yang umumnya diselenggarakan sebelum pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Teori Kejuruan yang merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional.

Ujian Praktik Kejuruan dapat dilaksanakan menggunakan standar yang ditetapkan oleh industri, Lembaga Sertifikasi Profesi dan perangkat uji yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat-tempat uji kompetensi. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Perangkat ujian praktik yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat terbuka dan peserta uji dapat berlatih menggunakan perangkat ujian tersebut sebelum pelaksanaan ujian.

Berikut ini adalah pembahasan soal Uji Kompetensi Kejuruan paket 3 jurusan Teknik Komputer dan Jaringan tahun 2017. Dengan gambar dan penjelasan yang sangat merinci, sekiranya dapat membantu kalian untuk lebih mudah menguasai teori dan paktiknya. Selamat mencoba semoga berhasil...




REFERENSI
https://psmk.kemdikbud.go.id/konten/2720/uji-kompetensi-keahlian-tahun-pelajaran-20172018

===========
Oleh:
ariesrutung95

Pembahasan UKK-Teknik Komputer & Jaringan - Paket 3 2017




Routing Dinamis pada 2 buah Router


Pada pertemuan kali ini saya akan membahas cara menghubungkan 2 buah Router dengan sistem Routing Dinamic menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer dimana setiap Router masing-masing memiliki 1 PC. Topologinya adalah seperti pada gambar di atas!! 
Berikut langkah kerjanya:
1.  Buka aplikasi Cisco Packet Tracernya lalu buat rangkaian seperti Topologi diatas, kemudian hubungkan setiap perangkat dengan menggunakan kabel Crossover. Kok pakai kabel Cross? Kenapa bukan kabel Stright? Karena didalam sebuah Router perangkat yang digunakan hampir sama dengan yang dimiliki dalam sebuah PC. Dalam sebuah Router terdapat Memori, Processor dan lain-lain. Oleh karena alasan tersebut, makanya perangkat tersebut diatas dianggap sama sehingga dihubugkan dengan menggunakan kabel Cross. Kabel Cross dipakai untuk menghubungkan perangkat yang sama
2.  Dalam konfigurasi ini, PC A terhbung ke Router A dengan melewati Interface fa0/0, Router A terhubung ke Router B menggunakan interface fa0/1 dan melewati interface fa0/0 pada Router B, dan interface fa0/1 pada Router B terhubung ke PC B.
3.    Kemudian kita konfigurasikan IP address untuk PC A dengan cara klik PC A sehingga muncul sebuah jendela baru lalu pilih tap Desktop kemudian IP Configuration lalu isikan IP Addressnya seperti gambar dibawah ini. Jika sudah selesai, keluar.
4.    Kemudian konfigurasi Router A dengan cara klik Router A, akan terbuka sebuah jendela baru, lalu pilih tab config kemudian pada menu interface klik fastethernet0/0, lalu hidupkan Routernya dengan cara mencontreng pilihan on lalu isikan IP Addressnya. Lihat gambar dibawah ini!
5. Masih di tab yang sama pada pilihan interface klik yang pilihan FastEthernet0/1 lalu konfigurasikan seperti pada gambar 4. Lihat gambar berikut.
6.  Kemudian keluar dari Router A, sekarang menuju Router B dengan cara mengklik Router B kemudian pada tab config pilih pilihan FastEthernet pada pilihan Interface kemudian konfigurasikan seperti pada gambar berikut.
7.      Masih di tab yang sama di Router B, pada pilihan interface klik yang pilihan FastEthernet0/1 lalu konfigurasikan seperti pada gambar berikut.
8.   Kemudian keluar dari Router B, lalu menuju ke PC B lalu konfigurasikan seperti pada gambar berikut ini.
9.  Lalu kembali lagi ke Router A untuk mengkonfigurasi Routing RIPnya dengan cara klik pada router, lalu pilih tab config kemudian pada pilihan Routing, pilih yang RIP lalu isikan seperti pada gambar berikut. Network yang diisi adalah network yang diketahui. Ada dua network yang harus di isi, yang pertama network dari IP Address yang di interface fa0/0 dan yang kedua network di IP Address pada interface fa0/1 pada Router A.
10.  Kemudian keluar dari Router A, lalu menuju ke Router B, caranya seperti pada gambar 9, lalu isikan seperti pada gambar berikut. Network yang diisi adalah network yang diketahui oleh Router B, dalam hal ini sisi interface fa0/0 dan Interface0/1 pada Router B.
11.  Samapai disini konfigurasi sudah selesai. Uji apakah perangkat-perangkat tersebut dengan cara klik pada PC A lalu pilih tab Desktop pilih command Prompt kemudian ping ke alamat PC B seperti pada gambar berikut. 
12.  Lalu coba dari PC B ping ke PC A, dengan cara seperti pada gambar berikut.
13.  Jika saat kita ping muncul TTL maka konfigurasi yang kita lakukan sudah berhasil. Tapi kalau Request Time Out atau Destination Host Unreacheable maka masih ada kesalahan dalam konfigurasinya. Coba dicek kembali satu per satu konfigurasinya.


Sekian dari saya untuk tutorial cara mengkonfigurasi 2 buah Router dengan sistem Routing dinamis. Semoga bermanfaat... Selamat mencoba semoga berhasil...

=========
Oleh:
ariesrutung95

konfigurasi Routing Dinamis pada 2 buah Router

konfigurasi Routing Dinamis pada 2 buah Router

Cek nilai hasil studi di Portal Akademik - Universitas Papua (UNIPA)

Portal Akademik merupakan sistem yang menyediakan berbagai informasi penting terkait data akademik mahasiswa. Data-data mahasiswa disimpan secara terpusat dan dapat diakses oleh mahasiswa secara online. Bagi mahasiswa, bagian yang sangat penting dari sistem ini adalah sistem Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), dan Transkrip Nilai.

Portal Akdemik
Selain fitur-fitur penting tersebut, Portal Akademik juga menyediakan layanan pesan dan forum. Layanan ini bertujuan agar mahasiswa (seharusnya) dapat saling mengenal dan berbagi informasi mengenai kegiatan dan lingkungan kampus sehingga mahasiswa selalu up-to-date dengan kabar kampus. Isi dari Portal Akademik hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang memiliki username dan password, yaitu mahasiswa, dosen, dan administrator, sehingga sangat aman menggunakannya.

Melalui Portal Akademik, mahasiswa tidak perlu lagi bersusah payah datang ke bagian pengajaran di kampus untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai nilai ataupun untuk mendaftar kelas di awal perkuliahan. Sistem informasi telah memudahkan dan menyederhanakan proses bisnis akademik di lingkungan kampus. Kendati demikian, masih ada sisi negatif dari Portal Akademik, seperti misalnya masalah username dan password yang dengan sendirinya terganti, masalah akses (gangguan jaringan), human error, dan lain-lain.



==========
Oleh:
ariesrutung95

Konfigurasi Web Server di Cisco Packet Tracer

Salah satu layanan yang paling sering disediakan oleh Server adalah layanan Web. Salah satu alasanya dari penggunaan Web Server adalah dia bebas platform. Semua Aplikasi yang berjalan di atas Web hanya perlu menyesuaikan dengan Web Browser pengguna. Web Server adalah sebuah penyedia layanan dengan Protocol HTTP. Web Server juga dikenal dengan nama HTTP Server, menyediakan kemampuan untuk mengirimkan dokumen hyper-text kepada pengguna. Dokumen Hypertext itu nantinya digunakan untuk dijadikan tampilan.
Cukup bicara panjang lebarnya, langsung saja ke KTP eh...maaf TKP maksudnya. Langkah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
1.Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer kalian dan buatlah Topologi seperti berikut. Kemudian hubungkan PC ke Server kabel Stright. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
2. Atur IP Address pada Server dengan cara klik pada Server kemudian pilih tab desktop >> IP Configuration. Isi seperti pada gambar berikut. Kemudian tutup jika sudah selesai.
3.  Masih di jendela yang sama, klik pada tab Config kemudian pilih services >> HTTP seperti gambar beikut. Pastikan Power HTTPnya ON atau aktif. Kemudian kreasikan file HTML yang ada sesuai dengan selera anda. Contoh singkatnya ada pada gambar berikut. Kemudian tutup jendela tersebut.
4.  Kembali ke PC Client, atur IP Address pada PC Client dengan cara klik pada PC kemudian pilih tab desktop >> IP Configuration. Sama seperti pada langkah 2. Isi seperti pada gambar berikut. Kemudian tutup jika sudah selesai.
5. Masih di tab Desktop PC Client kemudian pilih Web Browser lalu ketikkan alamat IP Server di kolom URL lalu enter. Maka hasilnya akan menjadi seperti berikut ini!


Itu tadi cara setting Web server di Cisco Packet Tracer. Jika ada yang kurang dipahami, silahkan dikomentari. Selamat mencoba semoga berhasil....

=========
Oleh:
ariesrutung95

Konfigurasi DHCP di Cisco Packet Tracer


DHCP Server digunakan untuk memberikan IP Address kepada Client atau Workstation yang memerlukan IP Address secara otomatis. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP Server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian Administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. Itu tadi pembahasan singkat mengenai DHCP. Selanjutnya kita akan praktekkan hal tesebut di dalam ilmu Cisco packet tracer.


Langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1.      Buka Aplikasi Cisco Packet Tracer kalian dan buatlah Topologi seperti berikut. Terserah kalian, mau pakai berapa banyak PC tidak menjadi masalah, tapi alangkah baiknya, kalau masih pemula tolong ikuti saja seperti yang saya buat. Kemudian hubungkan semua PC tersebut ke Switch dan Switch ke Server atau sebaliknya, dengan menggunakan kabel stright. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
2.      Kemudian setting IP Server dengan cara klik pada perangkat (SERVER) sehingga mucul sebuah jendela baru. Lalu di jendela tersebut klik tab Config kemudian pilih menu interface >> FastEthernet. Pastikan status portnya aktif. Kemudian isikan IP Address yang sudah kalian tentukan di kolom IP Configuration. Lihat gambar berikut sebagai contoh!
3.      Masih di jendela yang sama, klik pada menu Service lalu pilih yang DHCP dan pastikan DHCP servicenya ON. Kalau belum kasih tanda centang supaya aktif. Kemudian isikan menjadi seperti pada gambar berikut. Maximum number of usernya diisi tergantung berapa banyak PC yang kalian pakai untuk mendapatkan IP DHCP dari Server. Akan tetapi pada kebanyakan kasus, ini hanya sebagai opsi saja, tidak diisi juga tidak apa-apa. Atau diisi misalnya kita isi di opsi tersebut hanya 4 sementara pada kenyataannya, PC kita lebih dari itu, maka akan secara otomatis DHCP Server memberikan IPnya kepada PC yang meminta meski di pengaturannya hanya diperbolehkan 4 buah PC saja. Kalau sudah selesai  tutup jendela tersebut.
4.      Klik pada salah satu PC client, lalu pilih tap desktop >> IP configuration dan pilih DHCP. Jika sudah muncul IP dan ada pesan DHCP Request Successfull maka konfigurasi berhasil. Lakukan hal yang sama pada PC lainnya. Lihat gambar berikut sebagai contoh!

OK? Itu tadi langkah konfigurasi DHCP di Cisco, silahkan mencoba semoga berhasil.... dan yang lebih penting lagi, kalau merasa masih belum mengerti, silahkan berkomentar, siapa tahu bisa dijawab dan masalahnya bisa dipecahkan...

=========
Oleh:
ariesrutung95

Setting IP di Linux Debian dengan VirtualBox

Dasar dari segala sesuatu yang berhubungan dengan si Layar Gelap ini adalah setting IP. Yang perlu kita ketahui di sini adalah penguasaan kita terhadap konsep subneting. Kalau syarat ini kita tidak kuasai, maka percuma kita belajar untuk setting IP. Oleh karena itu, disarankan harus menguasai itu terlebih dahulu. OK, stop bicara panjang lebarnya, kita langsung ke poin yang kita bahas. Simak baik-baik langkahnya.
1.      Buka terlebih dahulu linux debian anda, lalu login. Dalam kasus ini, saya login sebagai root. Setelah terbuka, lalu ketikkan nano /etc/network/interfaces sehingga muncul jendela network interfaces, kemudian isikan seperti pada gambar berikut atau sesuai dengan topologi yang anda rencanakan.
2.   Simpan pengaturan dengan menekan tombol (CTRL+ X) kemudian Y dan ENTER dari keyboard anda.
3.  Kemudian restart pengaturan jaringan anda dengan mengetikkan perintah service networking restart atau /etc/init.d/networking restart lalu tekan ENTER.
4.  Sekarang cek IP address yang anda setting tadi dengan perintah ifconfig.  Lihat gambaar berikut!
5. Kemudian koneksikan dengan komputer lain dalam kasus ini saya pakai komputer ber-Sistem Operasi Windows (Windows 8). Atur IP pada komputer Windows dengan cara klik kanan icon jaringan pada pojok kanan bawah komputer anda lalu pilih Open Network and Sharing Center sehingga akan terbuka jendela baru. Klik pada Change Adapter Setting kemudian pilih VirtualBox Host-Only Network lalu klik kanan pilih pilih Properties lalu klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) lalu isikan seperti pada gambar berikut ini!. Setelah selesai jangan lupa klik OK dan Close pada semua jendela yang muncul. Isi IP Address yang satu jaringan dengan Komputer ber-Sistem Operasi Linux.
6.      Uji koneksi antara PC Linux dan PC Windows dengan perintah ping. Dari PC Windows buka run (ctrl + R) kemudian ketikkan ping 192.168.10.1 (alamat IP PC Linux). Lihat gambar berikut!. Kalau muncul Time to Live (TTL) berarti koneksinya berhasil. Tapi kalau Request Time Out (RTO), coba matikan Windows firewalnya dengan cara Klik kanan pada icon jaringan di bagian kanan bawah PC, Open Network and Sharing Center, Windows firewall, Turn Windows firewall On or OF, lalu pilih Turn off Windows firewall (atas bawah alias dua-duanya di pilih), atau Destination Host Unreachable berarti pengaturan IP Addressnya masih ada yang salah. Ini biasanya ada kesalahan saat mengisi, IP Address, subnetmask netwotk atau broadcastnya. Atau pengaturannya belum disimpan atau bisa juga karena belum direstart pengaturan jaringannya. Coba cek ulang konfigurasinya.
7.      Dari PC Linux lakukan hal yang sama seperti pada PC Windows, ketikkan ping 192.168.10.2 (IP Address PC Windows)



Nah, bagaiman sahabat Si Anak Pantai, mudah kan?. OK, itu tadi cara setting IP Addres di Linux Debian. Semoga penjelasannya jelas dan mudah dimengerti. Kunjungi terus blog ini yah. Setelah ini kita akan membahas cara seting DNS di Linux Debian. Terima kasih, selamat mencoba dan semoga bermanfaat....

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA