Konsep dasar membaca - Mata kuliah Membaca

Membaca adalah proses lengkap antara kegiatan yang mengandung komponen fisik dan mental. Dalam hal ini, arti membaca memiliki kandungan yang menjelaskan tentang hubungan secara fisik dalam menerjemahkan tulisan atau catatan dengan mental yaitu memahami dari hasil terjemaahan teks atau tulisan menjadi maksud-maksud tertentu sesuai dengan catatan yang diterjemaahkan.
Membaca merupakan salah satu cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas diri kita. Meskipun kita memiliki “keterbatasan waktu”, kita tetap perlu mengasah kemampuan kita.
Membaca merupakan perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerja sama beberapa keterampilan, yakni mengamati, memahami, dan memikirkan (Jazir Burhan, 1971:90).

Konsep Membaca Menurut Para Ahli
Menurut Harjasujana dan Mulyati (2003:5-25), membaca merupkn perkembangan ketrampilan yang bermula dari kata dan berlannjut kepada membaca kritis. (Rusyana, 1984:190) mengartikan membaca sebagi suatu kegiatan memahami pola-pola bahasa dalam penampilannya secar tertulis untuk memperoleh informasi.

Menurut Tarigan (2008:7), membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Dalam hal ini, membaca suatu usaha untuk menelusuri makna yang ada dalam tulisan.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses perubahan bentuk lambang/tanda/tulisan menjadi wujud bunyi yang bermakna. Membaca itu bersifat reseptif.

Tujuan Membaca
Pada dasarnya kegiatan membaca bertujuan untuk mencari dan memperoleh pesan/memahami makna melalui bacaan. Tujuan membaca tersebut akan berpengaruh kepada jenis bacaan yang dipilih. Menurut Anderson (2003:11), ada tujuh macam tujuan dari kegiatan membaca, yaitu:
  1. Reading for details or fact (Membaca untuk memperoleh fakta dan perincian)
  2. Reading for main ideas (membaca untuk memperoleh ide-ide utama)
  3. Reading for sequence or organization (Membaca untuk mengatahui urutan/susunan struktur karangan).
  4. Reading for inferens (Membaca untuk menyimpulkan).
  5. Reading to classify (Membaca untuk mengelompokan/mengklasifikasikan).
  6. Reading to evaluate (Membaca untuk menilai/mengevaluasi).
  7. Reading to compare or contrast (Membaca untuk membandingkan/mempertentangkan)
Tujuan membaca tertentu menuntut teknik membaca tertentu. Ada beberapa macam variasi tujuan membaca yaitu:
  1. Membaca untuk tujuan studi (telaah ilmiah);
  2. Membaca untuk bertujuan menangkap garis besar bacaan;
  3. Membaca untuk menikmati karya sastra;
  4. Membaca untuk mengisi waktu luang;
  5. Membaca untuk mencri keterangan tentang suatu istilah (Nurhadi, 2004:12).
Jelaslah bahwa tujuan membaca seseorang itu didasari atas kebutuhan seseorang atas informasi dan hiburan yang dirasakan penting baginya.

Manfaat Membaca
  1. Memperoleh banyak pengalaman hidup
  2. Memperoleh pengetahuan umum dan berbagai infomasi tertentu yang sangat berguna bagi kehidupan
  3. Mengetahui berbagai peristiwa besar dalam peradaban dan kebudayaan suatu bangsa
  4. Dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir di dunia
  5. Dapat memperkaya batin, memperluas cakrawala pandang dan pola pikir, meningkatkan taraf hidup dan budaya keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa
  6. Dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan, dapat mengantarkan seseorang menjadi cerdik pandai.
  7. Dapat memperkaya perbendaharaan kata, ungkapan, istilah, dan lain-lain yang sangat menunjang keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis.
  8. Mempertinggi potensialitas setiap pribadi dan mempermantap eksistensi dll.
Fungsi Membaca
Kegiatan  membaca yang sangat bermanfaat itu bahkan ada yang menyatakan sebagai jantungnya pendidikan, memiliki banyak fungsi, antara lain:
  1. Fungsi intelektual;
  2. Fungsi pemacu kreativitas;
  3. Fungsi praktis;
  4. Fungsi rekreatif;
  5. Fungsi informatif;
  6. Pembunuh sepi;
  7. Fungsi religius; dan
  8. Fungsi sosial.
Teknik Membaca
Untuk menemukan informasi secara efesien, ada beberapa teknik membaca yang digunakan, (Tampubolon,1990) yaitu:
  1. Baca pilih (selecting) ialah bahwa pembaca memilih bahan bacaan dan/bagian-bagian bacaan yang dianggapnya relevan/berisi informasi fokus yang ditemukannya.
  2. Baca lompat (skipping) ialah bahwa pembaca dalam menemukan bagian yang melampaui bagian-bagian lain. 
  3. Baca layap (skimming), yaitu membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan/bagiannya. 
  4. Baca tatap (scanning), yaitu membaca dengan cepat dan dengan memusatkan perhatian untuk menemukan bagian bacaan yang berisi informasi fokus yang telah ditentukan.

Jenis Membaca
Membaca Nyaring

Membaca nyaring adalah kegiatan membca dengan mengeluarkan suara/kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras. Membaca nyaring bertujuan agar seseorang mampu mempergunakan ucapan yang tepat, membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata, membaca dengan tidak terus-menerus melihat pada bahan bacaan, membaca dengan menggunakan intonasi dan lagu yang tepat dan jelas.

Membaca nyaring adalah suatu aktivitas/kegiatan yang merupakan alat bagi  guru, murid ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain/pendengar untuk menangkap/memahami informasi, pikiran, dan perasaan seorang penngarang (Tarigan, 1982:23)

Membca nyaring adalah kegiatan membaca dengan mengeluarkan suara/kegiatan melafalkan lambang-lambang bunyi bahasa dengan suara yang cukup keras (Dalman, 2014:63). Beberapa faktor yang perlu diperhatikn pembaca dalam membaca nyaring:
  1. Pembaca harus mengerti makna serta perasaan yang terkandung dalam bahan bacaan.
  2. Pembaca harus mempelajari kesimpulan penafsiran/lambang-lambang tertulis sehingga penysunan kata-kata serta penekanan sesuai dengan tujuan.
  3. Pembaca harus memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh.
  4. Pembaca harus mengelompokan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar (Tarigan,1982:23)
Keterampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai kemampuan, di antaranya adalah:
  1. Menggunakan ucapan yang tepat;
  2. Menggunakan frasa yang tepat;
  3. Menguasai tanda-tanda baca;
  4. Membca dengan terang dan jelas;
  5. Membaca dengan tidak terbata-bata;
  6. Menggunakan intonasi suara yang wajar;
  7. Membaca dengan penuh perasaan, ekspresi;
  8. Mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya;
  9. Kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya;
  10. Membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan;
  11. Membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendari.
Tujuan membaca nyaring yaitu agar seseorang mampu mempergunakan ucapan yang tepat, membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata, membaca dengan terus-menerus melihat pada bacaan, membaca dengan intonasi tepat dan jelas (Dalman, 2010:23). Adapun manfaat membca nyaring itu sendiri, yaitu sebagai brikut: (1) Dapat memuaskan dan memenuhi berbagai ragam tujuan serta mengembangkan sejumlah keterampilan dan minat dan (2) Dapat menyampaikn informasi yang penting kepada para pendengarnya (Tarigan, 1994:23).
Membaca Senyap (Dalam Hati)
Membaca senyap/membaca dalam hati adalah membaca tidak bersuara, tanpa gerakan bibir, tanpa gerakan kepala, tanpa berbisik, memahami bahan bacaan yang dibaca secara diam/dalam hati, kecepatan mata dalam membaca tiga kata per detik, menikmati bahan bacaan yang dibaca dalam hati, dan dapat menyesuaikn kecepatan membaca dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bahan bacaan itu.

Membaca senyap adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. Keterampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
  1. Membaca tanpa bersuara, tanpa bibir bergrk, tanpa ad desis apa pun;
  2. Membaca tanpa ada gerakan-gerakn kepala;
  3. Membca lebih cepat dibandingkn dengan membaca nyaring;
  4. Tanpa mengguntukan jari/alt lain sebagai penunjuk;
  5. Mengerti dan memahami bahan bacaan;
  6. Membaca dengan pemahaman yang baik;
  7. Dituntut kecepatan mata dalam membca.
Membaca dalam hati atau membaca senyap dapat dibagi atas:
Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Membaca ekstensif meliputi membaca membaca survei, membaca sekilas, dan membaca dangkal. Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas, yaitu:
a)      Untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku/artikel, tulisan singkat.
b)      Untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan.
c)      Untuk menemukan/menempatkn bahan yang diperlukan.
Membaca Intensif
Membaca intensif adalah studi saksama, telaah, teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakn di dalam kelas terhdap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Membaca intensif dibedakan atas membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa.

Membaca telaah isi
  1. Membaca Teliti, membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
  2. Membaca Pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar/norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of fiction).
  3. Membaca Kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluatif, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna baris-baris, makna antar baris.
  4. Membaca Ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkn ide-ide yang terdapat pada bacaan.
  5. Membaca kreatif, adalah kegiatan membca yang tidak hanya sekedar menangkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi mampu jg secara kreatif menerapkn hsil membacanya untuk kehidpn sehari-hari.
Membaca telaah bahasa
  1. Membaca Bahasa (Foreign Language Reading), tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata ( developing vocabulary).
  2. Membaca Sastra (Literary Reading), dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Membagi membaca berdasarkan tingkatannya menjadi empat jenis, yaitu membaca permulaan, membaca inspeksional, membaca analitis, dan membaca sintopikal.
  3. Membca Kilat (Skimming) yaitu membaca yang mengutamakan esensi materi bacaan, tanpa membaca keseluruhan isi bacaan tersbut. Tujuan membaca ini ialah menangkap seperangkat ide pokok, mendapatkan informasi yang penting dalam waktu singkat dan terbatas, dan menemukan pandangan/sikap penulis.
  4. Membca cepat (Speed Reading), ialah membaca dengan kecepatan tinggi, hanya membaca kalimat demi kalimat dan paragaraf bukan per kata. Tujuannya memperoleh informasi, gagasan utama, dan penjelasan dari suatu bacaan dalam waktu yang singkat.
  5. Membaca studi (Careful Reading), yakni membaca yang dilakukan untuk memahami, mempelajari, dan meneliti suatu persoalan.
  6. Membca refleksi (Reflektive Reading), yakni  membaca untuk mendapatkan informasi yang terperinci lalu mengaplikasiknnya. Contohanyaa membaca menu masakan.

REFERENSI
Dalman. 2010. Membaca. Bandar Lampung: Universitas Muhammadiyah Lampung Press.
Dalman. 2014. Keterampilan Membaca. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Tarigan, H. G. 1982. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: IKIP- STIA.
Aderson, N. “Reading” dalam Practical Language Teaching Reading. New
Harjasujana, dan Mulyati. 2003. Membaca dalam Teori dan Praktek. Bandung: Mutiara.
Nurhadi. 2004. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca: Suatu Teknik Memahami Literatur yang Efisien. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 
Rusyana, Y. 1984. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung: CV Diponegoro.
Tarigan. H. G. 2008. Membaca. Bandung: Angkasa.

=========
Oleh:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA