Konsep tentang sarasehan - Public Speaking

Sarasehan diartikan sebagai pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat para ahli mengenai suatu masalah dalam bidang tertentu atau disebut juga dengan istilah simposium (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1991:880). Istilah saresehan baru dikenal beberapa tahun terakhir. Karena itu istilah sarasehan tampak belum memasyarakat atau tidak begitu meluas seperti istilah diskusi dan seminar. Jika dicermati pengertian sarasehan yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut, maka sarasehan bisa saja disamakan dengan seminar, bahkan juga dengan diskusi. Karena itu, di dalam sarasehan, terkadang ada penyaji makalah atau pembicara, ada pemandunya, dan ada pula notulisnya, persis layaknya diskusi atau seminar.
Kenyataan menunjukkan bahwa sarasehan dalam pelaksanaannya terasa lebih longgar, dalam suasana agak santai, bahkan terkadang sarasehan dilaksanakan dengan cara yang betul-betul menyenangkan. Sarasehan lebih bersifat kekeluargaan (Siddiq, 1998:28). Tempat sarasehan juga terlihat tidak diatur serapi tempat seminar dan diskusi, tetapi bukan berarti tempatnya menjadi ‘semraut’.

Sarasehan terkadang dilaksanakan dengan posisi duduk santai dengan hanya ‘lesehan’. Memang, ada juga sarasehan yang mengambil tempat yang mewah, dengan posisi duduk sebagaimana layaknya seminar dan diskusi. Namun, tampaknya sarasehan mengandung nuansa tidak begitu terikat.

Di dalam sarasehan, sesuai dengan sifatnya yang lebih santai, lebih longgar, maka terkadang disertakan acara lain, seperti acara pentas seni, tentu sesuai dengan tempat dan topik sarasehannya. Tentu saja, bagaimanapun pelaksanaannya, sarasehan tentu harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai terjadi, sarasehan akhirnya berlangsung tanpa arah, tanpa kendali, dan tidak mencapai hasil yang diharapkan. Jadi, sarasehan juga harus memiliki tujuan yang jelas, ada fokus pembicaraan, sehingga para peserta dapat memberikan masukan atau tanggapan yang selaras dengan yang dibicarakan.

Sebuah sarasehan seharusnya juga menghasilkan sesuatu atau berupa rumusan yang dapat dijadikan sebagai pegangan atau dapat menjadi bahan pertimbangan bagi peserta dan bagi semua pihak yang terkait dengan masalah atau topik yang dibicarakan saat sarasehan.
Sekian...

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA