Pantai Pasir Putih Manokwari - Papua Barat



Masyarakat Manokwari pasti sudah sangat akrab dengan Pantai Pasir putih (Pasput). Pasput adalah salah satu tempat wisata milik Pemerintah Kabupaten Manokwari - Papua Barat yang merupakan salah satu destinasi wisata terbaik bagi warga masyarakat Manokwari mulai dari anak-anak, orang dewasa dan orang tua untuk menghabiskan akhir pekan mereka, waktu liburan, atau bahkan hari disela-sela hari kerja. Keindahan dan letaknya yang strategis serta dekat dari pusat kota Manokwari, dipadu dengan indahnya pulau mansinam yang berada tepat dihadapan pantai ini, membuatnya sering dikunjungi.

Jika kita berkunjung ke sana, untuk dapat mengakses/menikmati fasilitas yang tersedia cukup dengan membayar tempat parkir seharga Rp. 5.000 per kendaraan. Di dalam area Pasput, kita akan menemukan banyak pedagang yang menjual dagangannya terutama makanan jadi seperti bakso, lalapapan, dan berbagai jenis minuman dingin dengan harga yang terjangkau.

Air laut yang jernih dan bersih, berwarna biru sera terbebas dari sampah. terlihat batu karang yang ada di dasar laut yang nerwarna coklat-kehitaman yang dilapisi lumut. Hal inilah yang membuat pengunjung tidak pernah bosan mengunjungi pantai ini untuk mandi, piknik, reunian, atau sekadar menikmati keindahan pantai bersama keluarga atau dengan teman.

Dalam menjaga dan melindungi pantai, warga yang berdomisili di dekat pantai diikutsertakan seperti halnya dalam mengelola tempat parkir, menyewakan barang dan jasa tertentu kepada para pengunjung, dan memanfaatkan retribusi dari para pedangang yang menjual di tempat ini. Mereka juga bekerja sama dalam membersihkan pinggiran pantai agar tetap bersih dan menjaga jalan agar tidak rusak dan tidak ditutupi pasir akibat terbawa oleh air hujan.

Pantai ini sering dikunjungi hampir setiap hari meskipun tidak seramai akhir pekan (sabtu dan minggu), namun setidaknya setiap hari ada pengunjung dengan tujuan yang bervariasi. Di wilayah Pasput terdapat beberapa bangunan milik warga dan pemerintah yang didirikan sebelum dan sesudah  pantai ini dijadikan tempat wisata. Sebagai tempat wisata umum, semoga saja pantai ini tetap terjaga kebersihan dan keamanannya.

Salam Literasi....

Engkaukah Guru, Engkaukah Pengajar dan Pendidik??



Setiap manusia pasti dilahirkan dengan segala keterbatasan, baik dari segi fisik, psikis, atau bahkan secara materi. Namun demikian, sebagai seseorang yang memiliki keterbatasan itu, tidak seharusnya kita terus bermalas-malasan atau menganggap bahwa kekurangan itu sebagai sebuah takdir. Apapun yang kita lakukan, sudah seharusnya dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan mencintai pekerjaan itu dengan segenap hati. Saya sangat yakin, ketika semuanya dikerjakan dengan sungguh-sungguh, maka sudah pasti hasilnya sesuai dengan yang kita lakukan atau bahkan sesuai dengan harapan.

Hal yang sama juga harus kita lakukan ketika menjadi Guru (Bahasa Indonesia). Karena banyak tudingan terkait lemahnya kualitas Sumber Daya Manusia, ditujukan kepada Guru. Kita yang merasa sebagai seorang Guru boleh saja menganggap hal tersebut berlebihan atau tidak seharusnya atau bahkan menganggapnya biasa saja. Akan tetapi itulah kenyataan yang dialami, terjadi dan harus kita terima dan telan bersama sebagai orang yang memang mempunyai posisi krusial, yaitu dalam hal berhasil dan tidaknya upaya yang kita lakukan dalam menciptakan dan menghasilkan SDM.

Sebagai Guru, Kita harus memiliki minat dalam mengajar. Jangan memandang pekerjaan mengajar semata-mata sebagai pekerjaan yang harus dilakukan agar mendapatkan imbalan (gaji), tanpa sedikit pun berpikir tentang pengabdian atau upaya mencerdaskan anak bangsa. Ingat! Bahwa, seorang Guru dikatakan baik dalam arti sebenarnya jika ia merasa terpanggil untuk jabatan yang diembannya. Guru yang terpanggil akan memandang pekerjaannya sebagai guru, mendidik para peserta didik, adalah pekerjaan yang mulia, yang memberikan kepuasan kepadanya, walaupun dalam keadaan kurang menguntungkan dilihat dari segi finansial (penghasilan). Oleh karena itu, guru yang memiliki minat dan tanggung jawabyang besar akan dapat bekerja sepenuh hati sehingga harapan akan terciptanya generasi penerus (SDM) yang berkualitas akan sangat tinggi dan menjanjikan.

Dalam hal penyebarluasan pengetahuan, metode dan cara mengajar sudah semestinya mengikuti situasi atau keinginan para peserta didik, namun Guru tetap menjadi pengontrol proses belajar, bukan mengikuti keinginan Guru itu sendiri. Artinya, seorang Guru harus jeli dalam melihat karakter yang dimiliki peserta didiknya, jika menggunakan metode ceramah dirasa membosankan bagi peserta didik, maka Gurunya harus segera mengubah cara tersebut ke metode lainnya seperti, tanya jawab atau metode teman sebaya. Hal tersebut di atas sudah sangat jelas, apa yang ditintut dan yang harus dipenuhi dari seorang Guru.

Kreativitas adalah salah satu jawaban untuk mengatasi masalah dalam hal kesulitan untuk menerima dan/atau memberi materi pelajaran (mengajar). Banyak kasus yang terjadi dalam diri seorang Guru senior yang menjadikan pengalaman mengajar puluhan tahunnya sebagai parameter dan barometer mendidik, tanpa memperhatikan kualitas dan cara mengajarnya. Baginya, sepak terjang yang lama tersebut adalah segalanya. Ia tidak tahu bagaimana agar materi yang disampaikannya itu mudah dipahami oleh peserta didiknya sehingga tersampikan maksud dan tujuan pembelajaran. Ia juga tidak tahu mana yang harus diberi dan mana yang tidak, mana yang perlu dan mana yang tidak tidak perlu. Atau bahkan ia mengajar tanpa menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ia selalu menjadikan pendidikan yang pernah dialaminya sebagai contoh, padahal dalam pelaksanaannya jauh berbeda meski dengan tujuan yang sama.

Kejadian seperti di atas sangat sering terjadi dan dilakukan oleh para Guru yang mengajar dalam kategori wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertingga)l. Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus dan calon pendidik (Guru) di masa yang akan datang, maka kita sudah harus menyadari, meninggalkan cara lama (revolusi mental) dan mulai belajar, mengamati perkembangan dan tuntutan yang harus atau setidaknya dimiliki sebagai seorang Guru. Jika betul-betul merasa terpanggil, maka laukan dan cintailah profesimu sebagai seorang Guru dengan hati, bukan dengan lisan belaka.


Salam, Hai kalian calon Guru, Calon Pendidik dan Pengajar yang baik...........
#Penulis_Pemula

=========
Oleh:
ariesrutung95

Panduan Penggunaan E-Learning - Dosen dan Mahasiswa

Bagaimana cara Login dan informasi apa saja yang bisa saya dpat dari Portal Akademik? (Cetak KRS dan KHS). Cek Selengkapnya di link berikut ini atau download sekarang juga E-BOOK-nya.




TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA