Kedudukan Kritik Sastra dalam Studi Ilmu Sastra



Kritik sastra adalah bidang studi sastra yang membicarakan karya sastra secara langsung dengan cara menganalisis, menginterpretasi, dan menilai karya sastra. Kritik sastra berperan dalam memberikan masukan bagi para sastrawan terkait karya sastra yang dihasilkan di masa yang akan datang. Dengan adanya kritik sastra, para sastrawan akan dengan mudah merekonstruksi karya sastra yang dihasilkan dan dengan mudah pula mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman. Orang yang memberikan kritik terhadap kaarya sastra biasa dikenal sebagai kritikus sastra. Kedudukan seorang kritikus sastra yang bergerak dalam kritik sastra sangat penting. Ketepatan pendapatnya tentang karya-karya sastra akan membantu memajukan teori dan sejarah sastra. Atau bahkan mungkin karena pendapatnya yang serba baru, yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, tidak mustahil melahirkan suatu teori baru tentang sastra dan penyusunan baru sejarah sastra.

Dengan demikian, kritik sastra (tulisan kritikus sastra) menempati kedudukan yang penting untuk memajukan ilmu sastra, terutama teori sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra dapat menjadi masukan bagi penyusunan sejarah dan teori sastra. Teori sastra dapat menjadi patokan bagi pelaksanaan sejarah sastra dan kritik sastra. Sejarah sastra dapat menjadi pegangan bagi pelaksanaan kritik sastra dan hasilnya dapat menjadi masukan bagi teori sastra. Ketiga bidang tersebut berhubungan secara timbal balik. Selain itu, masing-masing bidang studi tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat dipisahkan. Sejarah sastra tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik tanpa memperoleh bantuan teori sastra. Misalnya, penggolongan ke dalam periode atau angkatan tidak dapat dilakukan tanpa pengetahuan tentang teori gaya bahasa, latar belakang, struktur, aliran, dan sebagainya. Teori sastra tidak dapat menyusun suatu teori tentang teknik cerita yang baik, teori tentang gaya bahasa yang baik, tanpa bantuan suatu kritik sastra atas karya-karya sastra. Begitu pula sejarah sastra, akan sia-sia menyusun periodisasi atau aliran sastra tanpa bantuan kritik sastra.

Baca Juga:
Kritik Sastra dalam studi Ilmu Sastra

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA