Morfologi Bahasa Indonesia - First Meeting

Mata kuliah Morfologi adalah mata kuliah wajib/keahlian di program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Dalam mata kuliah ini, kita akan membahas mengenai pengertian morfologi, proses morfologis, pengertian kata, Batasan dan kedudukan morfologi, Prinsip identifikasi morfem, Klasifikasi morfem, Proses morfologis, Proses afiksas, Proses reduplikasi dan lain sebagainya. Sebelum jauh membahas yang lebih kompleks tentang morfologi, kali ini saya ingin membagikan kepada kalian beberapa soal yang terkait dengan mata kuliah morfologi yang kebetulan ditugaskan oleh dosen mata kuliah ini kepada saya..... heheheheheehe...


Soalnya seperti di bawah ini sahabat:
  1. Jelaskan minimal 5 teori tentang morfologi!
  2. Jelaskan hubungan morfologi dengan cabang ilmu yang lain!
  3. Jelaskan teori tentang "kata" menurut para ahli!
  4. Jelaskan pengertian prefiks, sufiks, infiks dan berikan contohnya masing-masing!

Dari Soal di atas, saya menemukan banyak jawaban baik di internet (lebih banyak) maupun dari buku. Namun untuk kali ini saya hanya mengambil beberapa dari jawaban yang saya temukan tersebut. Berikut adalah jawabannya, silahkan disimak atau dicopy atau dishare :

Teori tentang morfologi:
  1. Menurut Mulyana (2007:5)
  2. Morfologi adalah istilah yang diturunkan dari bahasa inggris “morphology” yang artinya “Ilmu bentuk kata”. Dengan demikian menurutnya, morfologi adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang susunan atau bagian-bagian kata secara gramtikal.
  3. Menurut Verhaar (1996:97)
  4. Morfologi adalah cabang lingusitik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal.
  5. Menurut Samsuri (1998:5)
  6. Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari struktur dan bentuk-bentuk kata.
  7. Menurut Kridalaksana (1984:129)
  8. Morfologi adalah (1) bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi-kombinasinya; (2) bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata, yaitu morfem.
  9. Menurut Ramlan
  10. Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata.

Hubungan antara morfologi dengan cabang ilmu yang lain:

  1. Morfologi dengan Fonologi
  2. Hubungan antara Morfologi dengan fonologi adalah adanya kajian yang disebut morfonologi atau morfofonemik yaitu ilmu yang mengkaji terjadinya perubahan fonem akibat adanya proses morfologi, seperti munculnya fonem /y/ pada kata dasar “hari” bila diberi sufiks –an. Hari + an = hariyan dan pakai+an = pakaiyan Atau pindahnya konsonan /b/ pada kata “jawab” apabila diberi sufiks –an. Jawab + ja.wa.ban 
  3. Morfologi dengan Sintaksis
  4. Hubungan antara morfologi dan sintaksis terlihat pada kajian yang disebut morfosintaksis (dari gabungan kata morfologi dan sintaksis). Keterkaitan ini karena adanya masalah morfologi yang perlu dibicarakann bersama dengan masalah sintaksis misalnya, satuan bahasa yang disebut kata, dalam kajian morfologi merupakan satuan terbesar, sedangkan dalam kajian sintaksis merupkan satuan terkecil dalam pembentukkan kalimat atau satuan sintaksis lainnya. Jadi, satuan bahasa yang disebut kata itu, menjadi objek dalam kajian morfologi dan kajian sintaksis.
  5. Morfologi dengan Semantik
  6. Hubungan antara morfologi dan semantik adalah bahwa dalam ilmu morfologi mengkaji bentuk kata dan perubahan bentuk kata yang akan menyebabkan perubahan makna pada kata yang berubah bentuk tersebut. Perubahan makna kata, pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata itulah yang dikaji oleh disiplin ilmu semantik.
  7. Morfologi dengan Wacana
  8. Dalam cabang ilmu morfologi yang dibahas atau yang mejadi objek kajiannya adalah bentuk kata dan perubahan bentuk kata. Sedangkan dalam cabang ilmu wacana yang dibahas adalah keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan yang terbentuk atau terbangun dari bentuk kata yang dibahas pada ilmu Morfologi.


    Teori tentang kata menurut para ahli:
    1. Menurut Nurlina, dkk. (2004:8)
    2. Kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem.
    3. Menurut Chaer (1994:162)
    4. Kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian; atau kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti. Kata disebut juga morfem bebas.
    5. Menurut Ramlan (1987:33)
    6. Kata adalah dua macam satuan, satuan fonologik dan satuan gramatik. Sebagai satuan fonologik, kata terdiri dari satu atau beberapa suku, dan suku itu terdiri dari satu atau beberapa fonem. Sehingga kata merupakan satuan terbesar dari morfologi.
    7. Menurut Tarigan(1985:19)
    8. Kata terbagi menjadi 2 macam yaitu kata dasar dan dasar kata. Kata dasar adalah satuan terkecil yang menjadi asal atau permulaan dari suatu kata kompleks. Dasar kata adalah satuan baik tunggal maupun kompleks yang menjadi dasar bagi pembentukan bagi satuan yang lebih besar atau kompleks.


    Pengertian prefiks, sufiks, dan infiks serta contohnya masing-masing
    1. Prefiks
    2. Prefiks adalah imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar atau sering disebut awalan.contoh prefiks: ber-ber+serta, ber+kerja, ber+uang, ber+janji, ber+buah, ber+runding (beserta, bekerja, beruang, berjanji, berbuah, berunding) se-se+luas, se+lebar, se+rumah, se+lama, se+belum, se+telah (seluas, selebar, serumah, selama, sebelum, setelah) peN-peN+tanya, peN+ambil, peN+makan, peN+waris, peN+latih (penanya, pengambil, pemakan, pewaris, pelatih) di-di+tagkap, di+curi, di+lamar, di+paksa, di-cabut (ditangkap, dicuri, dilamar,dipaksa, dicabut) meN-meN+dapat, meN+larang, meN+konsumsi, meN+kalah, meN+ambil (mendapat, melarang, mengonsumsi, mebgalah, mengambil) ter-ter+angkat, ter+kejut, ter+jadi, ter+ulang, ter+rawat, ter+rasa, ter+rendam (terangkat, terkejut, terjadi, terulang, terawat, terasa, terendam)
    3. Sufiks
    4. Sufiks adalah afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, atau morfem terikat yang yang diletakkan di belakang suatu bentuk dasar dalam membentuk kata. Contoh Sufiks: -an darat+an, hukum+an, maki+an, ribu+an, larang+an, laut-an (daratan, hukuman, makian, ribuan, larangan, lautan) -igaram+i, menembak-i (garami, menembaki) -kanbuka+kan, keluar+kan, masuk+kan, naik+kan, tarik+kan, laku+kan, beri+kan, misal+kan, terus+kan (bukakan, keluarkan, masukan, naikan, tarikan, lakukan, berikan, misalkan, teruskan) -nyakali+nya, batu+nya, berita+nya, kabar+nya, kampus+nya (kalinya, batunya, beritanya, kabarnya, kampusnya)
    5. Infiks
    6. Infiks adalah morfem yang disisipkan atau diselipkan di tengah kata dasar (sisipan). Contoh Infiks: -er- gigi+(-er-), sabut+(-er-), suling+(-er-), cerita+(-er-) (gerigi, serabut, seruling, ceritra) -el-tunjuk+(-el-), gembung+(-el-), luhur+(-el-), tapak+(-el-), maju+(-el-) (telunjuk, gelembung, leluhur, telapak, melaju) -em- guruh+(-em-), jari+(-em-), kilau+(-em-), tali+(-em-), turun+(-em-) (gemuruh, jemari, kemilau, temali, temurun) -in- kerja+(-in), sambung+(-in-) (kinerja, sinambung) -ah- dulu+(-ah-) (dahulu.
       
      Baca Juga : Beberapa istilah dalam Morfologi

    Post a Comment

    Jangan lupa tinggalkan komentar.

    TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA