Kritik Sastra dalam Studi Ilmu Sastra

Selamat berjumpa kembali dalam artikel ini para sahabat Anak Pantai. Setelah mempelajari Karya Sastra, Sejarah Sastra pada semester sebelumnya, kali ini kita akan membahas tentang Ktitik sastra daldam studi ilmu sastra. Mungkin pertanyaan yang sering muncul dalam benak sahabat adalah tentang pengertian Kritik sastra, atau mungkin, apa kira-kira tujuan dan manfaat dari Kritik Sastra itu sendiri. Untuk dapat menjawab dua pertanyaan besar itu, mari kita simak artikel berikut ini

KRITIK SASTRA DALAM STUDI ILMU SASTRA

Siprianus Aris
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP – Universitas Papua
Pos-el: ariessipriano@gmail.com

Pendahuluan
Perkembangan dunia kesusastraan tidak akan pernah ada habisnya. Hal itu tidak serta merta terjadi dengan sendirinya, namun ada unsur-unsur penting yang menjadi objek kajian dalam perkembangan kesusastraan. Kritik sastra adalah salah satu dari unsur-unsur tersebut. Peranan kritik sastra dalam perkembangan dunia kesusasteraan sangat besar terhadap kualitas dan kuantitas karya yang dihasilkan. Dengan bantuan para sastrawan yang senantiasa dan selalu berperan aktif dari waktu ke waktu, mengoreksi, menilai, dan meguji serta mempertimbangkan baik dan burunya karya yang dianalisis itu. Secara umum kritikus sastra melakukan aktivitas yang disebut menghakim sesuai dengan makna kata kritik dari bahasa Yunani yaitu krites. Kritik sastra mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia kesusastraan terutama dalam hal mutu/kualitas.

Pengertian kritik sastra
Kritik Sastra adalah pertimbangan (diskusi, evaluasi, interpretasi, pembahasan) terhadap suatu jenis karya sastra untuk mengetahui dan menilai baik dan buruknya. Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra untuk menghakimi suatu karya sastra. Kritik sastra mencakup penilaian guna memberi keputusan bermutu tidaknya suatu karya sastra. Kritik sastra biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Penting bagi seorang kritikus sastra untuk memiliki wawasan mengenai ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan karya sastra, sejarah, biografi, penciptaan karya sastra, latar belakang karya sastra, dan ilmu lain yang terkait. Kritik sastra memungkinkan suatu karya dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Seorang kritikus sastra mengurai pemikiran, paham-paham, filsafat, pandangan hidup yang terdapat dalam suatu karya sastra. Sebuah kritik sastra yang baik harus menyertakan alasan-alasan dan bukti-bukti baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya.

Kedudukan kritik sastra dalam studi ilmu sastra
Kritik sastra berada diantara karya sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra akan berfungsi dalam menghasilkan karya sastra dalam hal kualitas yang dihasilkan oleh para sastrawan melalui bantuan para kritikus sastra. Para kritikus sastra menjalankan fungsi serta peran dari kritik sastra diantaranya mempertimbangkan karya yang dihasilkan. Layak dan tidaknya untuk dipublikasi serta dapat diterima atau tidak, berdasarkan norma-norma kehidupan yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hubungannya (kritik sastra) dengan sejarah sastra, keberhasilan para sastrawan dalam menciptakan berbagai jenis dan aliran karya sastra tentu akan mendongkrak dan meningkatkan sejarah perkembangan daripada sastra dari masa ke masa. Publik akan tahu, masa di mana para sastrawan subur (menghasilkan banyak karya) dan mandul (tidak dapat menghasilkan karya sama sekali), tentu dengan mengamati dan mempelajari sejarah sastra. Para sastrawan dari masa ke masa, yang ikut menyumbang mempertahankan kepopuleran dan eksistensi dunia sastra.

Fungsi utama kritik sastra menurut Pradopo
Menurut Pradopo fungsi utama kritik sastra dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:

Untuk perkembangan ilmu sastra sendiri.

Untuk perkembangan kesusastraan, maksudnya adalah kritik sastra membantu perkembangan kesusastraan suatu bangsa dengan menjelaskan karya sastra mengenai baik buruknya karya sastra dan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra.

Sebagai penerangan masyarakat pada umumnya yang menginginkan penjelasan tentang karya sastra, kritik sastra menguraikan (mengsnalisis, menginterpretasi, dan menilai) karya sastra agar masyarakat umum dapat mengambil manfaat kritik sastra ini bagi pemahaman dan apresiasinya terhadap karya sastra (Pradopo, 2009: 93).

Fungsi kritik sastra secara umum
Fungsi kritik sastra untuk pembaca
  1. Membantu memahami karya sastra
    Semakin banyak membaca, maka akan semakin banyak pula yang kita ketahui, meskipun tidak selalu merinci, namun setidaknya mempunyai bayangan akan karya yang dibaca atau dipelajari tersebut. Hal ini tentu akan membuat para pembaca paham tentang karya sastra secara tidak langsung.
  2. Menunjukkan keindahan yang terdapat dalam karya sastra
    Setiap pembaca karya sastra, pasti mempunyai tujuan atau sesuatu yang ingin diambil dari bahan bacaan atau karya yang dibacanya. Mungkin sekadar untuk mengisi waktu kosong (iseng-iseng), sampai kepada tujuan ilmu pengetahuan, mencari hiburan dari karya tersebut.
    Dengan seperti itu, maka pembaca akan terus-menerus menggali karya yang dibacanya hingga tuntas.
  3. Menunjukkan parameter atau ukuran dalam menilai suatu karya sastra
  4. Menunjukkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari sebuah karya sastra.
Fungsi kritik sastra untuk pengarang
  1. Mengetahui kekurangan atau kelemahan karyanya,
  2. Mengetahui kelebihan karyanya,
  3. Mengetahui masalah-msalah yang mungkin dijadikan tema karangannya.

Manfaat Kritik Sastra
Manfaat kritik sastra bagi penulis:
  1. Memperluas wawasan penulis baik yang berkaitan dengan soal bahasa, objek atau tema-tema karangan, maupun teknik bersastra
    Dengan banyaknya masukkan dari para kritikus satra, tentu akan semakin menambah wawasan dari para penulis dalam menghasilkan, menciptakan dan/membuat karya sastra. Hal ini tentu menuntut tema yang berbeda, bahasa yang berbeda, tujuan yang sama atau berbeda, teknik yang sama atau berbeda, dengan objek yang berbeda-beda atau sama. Dengan penggunaan bahasa, metode, tema, objek yang berbeda ini tentu akan memperluas dan menambah wawasan dari para penulis tentang hal yang ditulisnya.
  2. Menumbuhsuburkan motivasi untuk mengarang
    Masukan dari para kritikus juga dapat menumbuhsuburkan motivasi atau dororgan dari dalam diri penulis untuk semakin giat dan giat lagi menulis karya sastra. Saran dan masukkan yang baru dan mempunyai nilai yang tinggi dari segi norma akan lebih membatu para sastrawan untuk semakin termotivasi atau bahkan tertantang untuk menulis.
  3. Meningkatkan kualitas karangan.
  4. Jika karya yang dihasilkan hari ini dibaca oleh kritikus, tentu tidak semua isi di dalamnya bisa diterima begitu saja. Pasti ada hal-hal yang harus dan perlu untuk dibenahi agar kualitas karya itu semakin baik. Tidak ada karya yang sempurna, namun untuk bisa mendapatkan kesempurnaan itu, sebuah karya harus terus-terusan disunting sesuai dengan kebutuhan dan norma yang berlaku di kalangan masyarakat pembacanya.
Manfaat kritik sastra bagi pembaca:
  1. Menjembatani kesenjangan antara pembaca kepada karya sastra
    Ketika para pembaca membaca karya sastra, pasti ada sesuatu yang ingin diungkapkan dari hasil bacaanya itu. Namun hal ini sering kali mengalami kebuntuan karena kurangnya komunikasi dengan si sastrawan. Dengan adanya kritik sastra yang secara khusus menilai baik dan buruknya arya sastra, hubungan antara si penulis dengan pembaca tidak lagi renggang meskipun hanya melalui tulisan tanpa betemu secara langsung si penulis.
  2. Menumbuhkan kecintaan pembaca kepada karya sastra
    Semakin banyak karya yang dibaca oleh pembaca, tentu akan semakin membuatnya merasa tertarik dengan karya yang dibacanya. Bahkan tidak jarang ketika cerita dari karya sastra tersebut tidak sesuai dengan alur pikiran dan harapan yang dimilikinya, dengan sadar maupun tidak sadar ia akan menilai karya tersebut. Hal ini dapat dilihat jika seorang cowok mengatakan kepada si ceweknya “sayang, baca deh, ini ceritanya sweet banget. Macam ada kesamaannya gitu dengan kisah kita?”
  3. Meningkatkan kemanpuan mengapresiasi karya sastra
    Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya yaitu secara tidak langsung ketika pembaca selesai membaca karya satra. Kemungkinan yang terjadi adalah ia menyukai karya tersebut dengan jalan mencari tahu edisi selanjtnya, atau bahkan mungkin tidak tertarik lagi untuk membaca kisah selanjutnya, karena tidak sesuai yang ia harapkan. Hal tersebut terjadi karena ia berhasil memberikan atau mempertimbangkan nilai yang ia dapat setelah membaca karya itu.
  4. Membuka mata hati dan pikirtan pembaca akan nilai-nilai yang terdapat dalam karya sastra
    Semua karya sastra, pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan oleh para sastrawan kepada pembacanya. Ada sastrawan yang secara gamblang mengungkapkan pesan dari karyanya itu dengan cara ditulikan secara langsung pada karyanya. Namun ada juga yang menyampaikan pesan secara tersirat. Hal ini membutuhkan keseriusan dan kontinuitas dari pembaca untuk terus menggali dan membaca karyanya hingga menemukan pesan yang dimaksud tersebut.
Manfaat kritik sastra bagi perkembangan sastra:
  1. Mendorong laju perkembangan sastra baik kualitatif maupun kuantitatif
    Kritik sastra hadir untuk membenah karya sastra sehingga dapat mengubah mutu dari karya yang dikritik tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Masukan dari para kritikus dapat mendorong para sastrawan untuk menghasilkan karya dengan tema berbeda dari karya sebelumnya. Hal ini tentu akan menambah jumlah karya yang dihasilkan.
  2. Memperluas cakrawala atau permasalaha yang ada dalam karya sastra
    Semakin banyak masukan dari para kritikus, semakin banyak juga ide dan manfaat yang didapatkan oleh para sastrawan. Ide dan masukann ini yang kemudian membuka pikiran dan menciptakan imajinasi baru dari para penulis yang berhubungan dengan dunia sastra.

Referensi
http://citraindonesiaku.blogspot.co.id/2012/04/kritik-sastra.html
http://shareforgoodpeople.blogspot.co.id/2015/03/menulis-kritik-sastra.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kritik_sastra

Baca Juga :
Kedudukan Kritik Sastra dalam studi ilmu sastra

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA