Eror P07 printer Canon MP287

Eror P07 sebenarnya adalah kode eror yang disebabkan oleh penuhnya penyerap tinta pada printer akibat terlalu banyak mencetak (ini adalah diagnosa paling umum diketahui). Kebanyakan orang mengatasi masalah eror P07 adalah dengan mereset printer. Namun ternyata setelah direset, printer tidak masuk dalam keadaan mode service. Yang terjadi adalah lampu power printer mati sedangkan lampu alarmnya menyala. Artinya printernya ini tidak bisa direset, baik itu hard reset (kombinasi tombol stop/reset dan power) maupun soft reset (menggunakan software dalam bentuk program aplikasi reseter khusus).

Masalah di atas pernah saya alami. Ketika itu, saya juga menganggap ini masalah mudah, karena hanya perlu mereset printer saja. Tetapi setelah saya coba, hasilnya nihil. Tidak berhasil. Kemudian saya membongkar printer dan mulai mengecek satu per satu alat-alat dari printer tersebut. Saya perhatikan, kabel-kabelnya, barangkali ada yang digigit tikus atau ada benda-benda lain yang tdak sengaja jatuh ke dalam printer, sehingga menyebabkan printer eror. Karena tidak menemukan masalahnya, saya memasang kembali casing printer dan membautnya kembali.
Tiga hari setelah itu, karena kebetulan barang-barang servis yang masuk hari itu kosong, saya kemudian mencoba untuk mengerjakannya kembali. Saya cari solusi di internet. Banyak orang yang memosting artikel tentang eror p07 dan rata-rata semua mengatakan bahwa eror P07 itu mesti direset agar printernya normal kembali. Tapi ada juga yang berkomentar, eror P07 itu tidak bisa direset. Ada salah satu perangkat dari printer tersebut yang bukan perangkat asli, artinya bukan barang bawaan printer. Perangkat tersebut adalah mainboardnya.
Tanpa pikir panjang, saya kembali membongkar printernya. Kemudian saya cek mainboardnya. OMG, yang betul saja. Ternyata printer tersebut sebelumnya sudah pernah dibongkar, karena saya melihat baut yang mengancing mainboard tersebut hanya ada tiga, seharusnya empat.
Akhir cerita, saya mengganti mainboard yang terpasang dengan mainbaord printer sejenis yang kebetulan sudah lama tidak dipakai. Ternyata, penyebab printer tersebut eror P07 adalah karena mainboardnya sendiri. Setelah saya ganti, printernya normal kembali. Sudah bisa difungsikan kembali.

Jadi, saya pribadi ingin mengatakan bahwa jika printer canon mp287 mengalami eror P07, maka cara untuk mengatasinya jika tidak bisa direset adalah dengan mengganti mainboardnya. Ini kasus yang terbukti saya lakukan dan alami sendiri. Bukan sekadar kopas sana-sini.

Sekian, selamat mencoba semoga berhasil.....

==========
Oleh:
ariesrutung95

Mengenal Kabel Coaxial atau Bayonet Naur Connector (BNC)

Kabel Coaxial atau yang biasa disebut kabel Bayonet Naur Connector (BNC) pada awalnya hanya digunakan untuk kabel antena TV. Karena kemajuan teknologi, kabel Coaxial digunakan sebagai media transmisi data jaringan internet dengan kecepatan transmisi data 10 sampai 100 Mega Byte per sekon (MBps). Biaya rata-rata per node dari kabel coaxial ini murah serta media dan ukuran konektor medium (tidak terlalu kecil tapi juga tidak terlalu besar). Panjang kabel maksimal yang diizinkan yakni 500 meter (cukup panjang).

Beberapa teknologi yang lain juga memnafaatkan kabel jenis ini sebagai media transmisi data, instllasi CCTV analog misalnya. Sekalipun harus diakui juga bahwa hal tersebut sudah mengalami perbahan dengan hadirnya IP Cam yang menggunakan media transmisi data menggunakan kabel Twisted Pair.

Karekteristik Kabel Coaxial (BNC)   
  1. Kabel tembaga (centre core) yang terletak di tengah-tengah ini (lihat gambar) berfungsi sebagai media konduktor listrik.
  2. Lapisan plastik (dielectric insulator) berfungsi sebagai pemisah antara kabel tembaga dan lapisan metal (metallic shield) yang melingkupinya.
  3. Lapisan metal (metallic shield) berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekeliling kabel.
  4. Lapisan plastik (plastic jacket) berfungsi sebagai pelindung bagian terluar dari kabel itu sendiri.
Jenis-jenis Kabel Coaxial   
Thick coaxial cable dengan karateristik sebagai berikut:
  • Dikenal sebagai Thicknet 10Base5 yang membawa sinyal Ethernet.
  • Panjang segmen maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 500 meter.
  • Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm.

Thin coaxial cable dengan karakter sebagai berikut:
  • Dikenal sebagai Thinnet 10Base2 yang membawa sinyal Ethernet.
  • Angka ‘2’ pada nama 10Base2 ini mengacu pada panjang untuk segmen maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu 200 meter.
  • Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.


Kelebihan Kabel Coaxial
  1. Kabel jaringan Coaxial memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses transmisi meskipun terbatas dari segi jangkauan.
  2. Kabel jaringan Coaxial lebih murah dibanding kabel yang lain.
  3. Teknologi yang dianut kabel jaringan Coaxial sudah sangat umum
  4. Kabel jaringan Coaxial mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal–sinyal listrik yang lebih besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa.
  5. Kabel jaringan Coaxial bisa menampung pengkabelan yang lebih panjang di antara jaringan dengan perangkat-perangkat lain dibandingkan kabel Twisted Pair.

Kekurangan Kabel Coaxial
  1. Biaya pemeliharaan kabel jaringan Coaxial relatif mahal.
  2. Lebar bidang frekuensi dalam kabel jaringan Coaxial hanya terbatas oleh gain (pengerasan) yang dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu sinyal yang baik.
  3. Jangkauan transmisi kabel jaringan Coaxial terbatas, sehingga dalam suatu jarak tertentu maka transmisi sinyal–sinyal elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian repeater
  4. Kabel jaringan Coaxial sangat rentan terhadap perubahan variasi temperatur yang terjadi dalam kabel.
Konektor Kabel Coaxial
Kabel Coaxial memiliki konektor yang terbuat dari tembaga dengan ukuran sedang. Konektor BNC banyak kita jumpai pada TV yang memasang parabola atau teknologi CCTV.




Sekian....

==========
Oleh:
ariesrutung95

Mengatasi Microsoft .Net FrameWork 4 (4.0.30319.1) yang gagal diinstall

Saya ingin berbagi pengalaman saya terkait cara mengatasi gagal install net framework 4. Kasus ini saya alami ketika hendak menjalankan aplikasi aktivator windows dan office. Aplikasi ini ternyata berjalan pada bingkai kerja (net framework) versi 4. Jika dalam sebuah sistem operasi tidak memiliki net framework versi 4, maka semua software yang berjalan di atasnya tidak akan bisa dipasang atau dijalankan. Masalah ini paling sering saya alami saat memasang sistem operasi windows 7 ultimate, baik yang x86 maupun x64.
Sesuai yang diminta, saya pun mencoba memasang net framework versi 4. Tapi yang terjadi malah muncul masalah baru di mana aplikasi tersebut gagal dipasang. Ketika pertama kali mengalami kejadian ini, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, saya kehilangan akal. Karena semakin seringnya saya mengalami kejadian yang sama, akhirnya saya mencari solusi di internet. Padahal ada banyak orang juga yang mengalami masalah yang sama seperti yang saya alami dan banyak juga yang menawarkan solusi. Salah satu solusi yang sangat ampuh untuk mengatasi masalah net framework 4 gagal instal pada windows 7 adalah yang akan sama-sama kita bahas berikut ini dalam tutorial mengatasi net framework 4 yang gagal instal. Tutorial ini dilengkapi dengan gambar sebagai pembantu dalam memahami sekaligus sebagai penguat teori.

Sekilas tentang net framework versi 4.
Net framework adalah atau Microsoft .NET Framework (dibaca Microsoft Dot Net Framework) atau lebih dikenal dengan singkatan dot net merupakan sebuah perangkat lunak kerangka kerja yang berjalan pada sistem operasi Microsoft Windows. Saat ini .NET Framework telah terintegrasi dalam distribusi standar Windows (mulai dari Windows Server 2003 dan versi-versi Windows yang lebih baru). Kerangka kerja ini menyediakan sejumlah besar ruang pemrograman komputer dan mendukung beberapa bahasa pemrograman serta kerja sama yang baik sehingga memungkinkan bahasa-bahasa tersebut berfungsi satu dengan lain dalam pengembangan sistem. Aplikasi yang dibuat di atas .NET secara teoretis dapat berjalan pada perangkat keras apapun yang didukung oleh .NET Framework. Perangkat lunak ini adalah kunci penawaran utama dari Microsoft, dan dimaksudkan untuk digunakan oleh sebagian besar aplikasi-aplikasi baru yang dibuat untuk platform Windows.

.NET seringkali juga dapat diartikan sebagai platform, yang merupakan suatu lingkungan terpadu untuk pengembangan dan eksekusi berbagai macam bahasa pemrograman dan kumpulan library untuk bekerja sama membuat dan menjalankan aplikasi berbasis Windows yang lebih mudah untuk dibuat, diatur, didistribusikan, dan diintegrasikan dengan sistem jaringan lain.

Langkah Kerja
  1. Buka command prompt melalui jendela run dengan cara klik logo windows + R pada keyboard. Kemudian ketikkan cmd dan diikuti enter sehingga terbuka jendela command prompt. Setelah terbuka ketikkan perintah net stop WuAuServ lalu enter. Jika muncul pesan System error 5 has occurred. Access is denied. (terjadi kesalahan pada system. Akses ditolak). Lihat gambar berikut ini.
    Gambar 2. Comand Prompt
  2. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada setidaknya 3 cara yang saling berhubungan yang harus anda praktikan. Cara yang pertama adalah pastikan pada recycle bin tidak ada data. Jika masih ada, hapuslah terlebih dahulu.
    Gambar 3. Jendela run
  3. Langkah selanjtunya, mengaktifkan vitur thumnail pada windows componen dengan cara menjalankan perintah gpedit.msc pada run. Ketikan gpedit.msc lalu enter sehingga terbuka jendela Group policy editor seperti gambar berikut. Cari menu User Configuration, Administrative Template. Lihat menu Windows Components di kolom sebelah kiri dan klik 2 kali.
    Gambar 4. Jendela Group policy editor
  4. Jendela Windows Component akan terbuka. Lihat lagi di bagian sebalah kiri menu Windows Explorer dan klik 2 kali jika ditemukan. Akan terbuka jendela windows explorer. Pada menu setting yang terlihat di sebelah kiri silakan cari tulisan Turn off the caching of thumnails in hidden thumbs.db files. Klik 2 kali pada tulisan tersebut.
    Gambar 5. Jendela Windows Explorer
  5. Jendela Turn off the caching.... akan terbuka seperti gambar berikut. Ubah pilihan Not Configured menjadi Enable. Jika sudah selesai, klik tombol apply dan diikuti OK.
    Gambar 6. Jendela turn off thumbnails...
  6. Langkah selanjutnya, mematikan windows update. Caranya, klik tombol start, Control Panel, System and Security, dan Administrative Tools, Service. Lalu pada item-item yang tersedia, cari tulisan Windows Update kemudian klik 2 kali sehingga akan terbuka jendela seperti berikut ini. Pada Service Status, klik Stop. Akhiri dengan menekan tombol Apply dan OK.
    Gambar 7. Jendela Administrative tools
    Gambar 8. Jendela Windows Update
  7. Kembali pada jendela Command Prompt, ketikan ulang net stop WuAuServ, akan muncul pesan The Windows Update is not started. More help is available by typing NET HELPMSG 3521.
    Gambar 9. Jendela command prompt #2
  8. Selanjutnya kita mengubah nama folder Software Distribution pada Drive C dengan cara, buka run dan ketikan %windir% lalu enter.
    Gambar 10. Jendela run
  9. Kita akan langsung diarahkan pada folder Windows. Kemudian cari folder bernama Sofware Distribution lalu mengubahnya menjadi SDOld atau SDLama atau yang lainnya, sesuai selera anda. Intinya, hal ini dilakukan sebagai pembeda dengan folder Software Distribution yang baru nantinya. Jika ada pesan saat penggatian nama klik saja continue.
    Gambar 11. Mengganti nama Software Distribution
    Gambar 12. Administrator permission
  10. Kembali ke jendela Command Prompt, ketikan perintah net start WuAuServ. Akan terbentuk sebuah folder baru pada folder induk Windows dengan nama Software Distribution. Jika muncul pesan The Windows update service is starting. The windows update service was started successfully.
    Gambar 13. Jendela command prompt #3
  11. Jika sudah selesai, silakan instal kembali aplikasi net framwork 4. Dari pengalaman saya hasilnya tidak error lagi. Lihat hasilnya pada gambar berikut.
    Gambar 14. Installation is complete
Semua aplikasi yang berjalan membutuhkan net framework 4 akan bisa dijalankan tanpa takut error lagi.

Sekian, selamat memncoba semoga berhasil.....


REFERENSI
https://id.wikipedia.org/wiki/.NET_Framework

===========
Oleh:
ariesrutung95

Sharing koneksi internet dalam sistem virtualisasi | VirtualBox

Gambar ini merupakan jendela utama dari aplikasi Oracle VM VirtualBox Manager. Pada gambar di atas dapat dilihat ada 3 sistem operasi yang terinstal. Namun yang menjadi fokus kita adalah Linux Debian dan Windows XP. Bagaimana caranya agar Debian06Server pada gambar diatas mendapatkan akses internet dari PC yang terhubung dengan WiFi serta client WindowsXP mendapatkan akses internet dari Debian06 Server. Itulah yang menjadi pokok pembahasan kita pada tutorial ini. Mungkin pertanyaannya adalah, untuk apa kita melakukan hal tersebut. Mari kita simak penjelasan berikut.
Biasanya seorang administrator jaringan atau network enginer menjadikan hal tersebut sebagai alat untuk menyimulasikan sebuah topologi jaringan yang akan dibangunnya sebelum akhirnya dipraktikkan dalam dunia nyata. Inilah yang kita sebut sebagai sistem virtualisasi. Suatu metode membangun jaringan, membagun server, membangun router, sharing data, sharing koneksi, tanpa harus dengan perangkat atau media yang sebenarnya. Sekalipun demikian, semua proses dan cara kerjanya hampir mirip dengan keadaan sesungguhnya di lapangan nantinya, hanya saja ini kita lakukan dalam sebuah aplikasi dengan media penghubung non kabel.
Bagaimana supaya kedua sistem operasi tersebut dapat bertindak sebagai Server dan Client yang dapat saling berbagi data, koneksi, dan memberikan dan/atau menyediakan layanan tertentu yang dapat diakses maupun dikontrol? Mari simak langkah kerja berikut.

Pengaturan jaringan untuk sistem operasi Debian06 Server
Sistem operasi ini akan bertindak sebagai server yaitu penyedia berbagai layanan. Layanan-layanan tersebut dapat berupa Dinamic Host Configuration Protocol (DHCP), File Transfer Protocol (FTP), Domain Name System (DNS) dan masih banyak layanan yang lain yang dimungkinkan disediakan oleh server dan dinikmati atau dapat diakses oleh client.
  1. Pengaturan jaringan untuk adaptor 1 atau etho pada PC Debian06 Server yang akan terhubung ke jaringan luar, dalam hal ini ISP. Pada tutorial ini saya memanfaatkan koneksi WiFi sebagai sumber internet pada PC Windows. Caranya adalah klik kanan pada PC Debian06 Server atau atau langsung klik pada pengaturan pada menu utama jendela VirtualBox sehingga terbuka sebuah jendela baru yaitu jendela pengaturan. Klik pada jaringan dan ubah seperti pada gambar berikut ini.
    Gambar 2. Pengaturan jaringan Adaptor 1 PC Debian06 Server
  2. Kemudian bergeser ke pengaturan jaringan pada Adaptor 2 atau eth1 untuk menghubungkan PC Debian06 Server dengan client WindowsXP. Caranya adalah klik pada adaptor 2 lalu lakukan perubahan identik dengan gambar di bawah ini.
    Gambar 3. Pengaturan jaringan Adaptor 2 PC Debian06 Server
  3. Biar tidak bolak-balik, lansung saja kita selesaikan konfigurasi untuk PC Debian06 Server. Setelah itu baru kita masuk pada konfigurasi PC client WindowsXP. Selanjutnya adalah melakukan pengaturan IP Address pada PC Debian06 Server dengan cara klik 2 kali pada PC Debian06 server atau klik mulai pada menu utama jendela VirtualBOX. Jika sudah terbuka, masuk dengan username dan password. Dalam konfigurasi ini saya login dengan super user atau root dengan kata sandi root. Jika sudah selesai, ketikan perintah untuk mengatur IP Address yaitu #nano /etc/network/interfaces kemudian enter. Dalam konfigurasi ini, saya mengatur eth0 PC Debian06 Server mendapatkan IP DHCP dari Windows dan IP pada eth1 yang akan terhubung ke PC client WindowsXP diatur secara statis. Lihat gambar berikut!
    Gambar 4. Pengaturan IP Address PC Debian06 Server
  4. Jika sudah selesai, restart pengaturan jaringan dengan perintah #service networking restart atau #etc/init.d/networking restart.
  5. Lihat apakah konfigurasi IP kita berhasil. Ketikkan #ifconfig untuk melihat pengaturan yang sudah kita buat. Pada gambar di bawah ini, eth0 yang terhubung ke ISP mendapatkan address 10.40.10.132 dengan netmask 255.255.255.0. sedangkan eth1 sesuai dengan konfigurasi kita sebelumnya.
    Gambar 5. Melihat konfigurasi IP Address
  6. Sampai pada langkah 5, pengaturan pada PC Debian06 Server sudah selesai. Selanjutnya konfigurasi PC WindowsXP. Klik kanan pada WindowsXP kemudian pilih pengaturan, maka akan terbuka jendela pengaturan. Klik pada jaringan dan lakukan perubahan identik dengan gambar berikut ini.
    Gambar 6. Pengaturan jaringan Adaptor 1 PC client WindowsXP
  7. Kemudian, jalankan PC WindowsXP dan masuk pada pengaturan IP Address seperti pada gambar berikut. Klik pada Obtain an IP address automatically dan klik OK.
    Gambar 7. Pengaturan IP Address PC client WindowsXP
  8. Selanjutnya, uji koneksi antara client dan Server dengan cara ping ke alamat ip pc server dan ping ke google.com. jika TTL, maka konfigurasi berhasil. Selanjutnya kita akan memasang layanan-layanan yang kita butuhkan pada PC Debian06 Server.
    Gambar 8. Uji koneksi ke gateway internet
    Gambar 9. Uji koneksi internet ke google.com

Sekian, selamat mencoba semoga berhasil.....

===========
Oleh:
ariesrutung95

Cara Acronis PC FreeDOS dengan Hiren BootCD Part 3

Sebelum lanjut ke penjelasan, saya hanya sekadar mengingatkan bahwa ini adalah tutorial bersambung atau ber-part. Jika belum membaca tutorial sebelumnya, silahkan terlebih dahulu membacanya agar tujuan yang hendak kita capai dapat berjalan dengan baik. Ini juga merupakan tutorial ketiga dan yang terakhir dari dua tutorial sebelumnya. Saya pikir, sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas mengenai konsep tentang acronis karena kita sudah membahasnya pada tutorial part 1 dan part 2. Kali ini kita akan langsung masuk ke pembahasan.

Langkah Kerja
  1. Siapkan flashdisk yang berisi Hiren BootCD dan file backup yang sudah kita buat secara berturut-turut pada part 1 dan 2.
  2. Siapkan PC yang akan diacronis. Jika sudah siap, tancapkan flashdisk pada salah satu port USB PC yang tersedia, lalu booting dari flashdisk seperti gambar berikut ini. Untuk memilih, tekan panah ke atas dan ke bawah pada keyboard, dan diakhiri dengan enter. Pada gambar, yang di dalam kotak merah adalah flasdisk yang berisi Hiren BootCD.
    Gambar 2. Boot Device
  3. Komputer akan restart dan membaca flashdisk sebelum akhirnya masuk pada tampilan home Hiren BootCD. Pada menu boot silahkan pilih pilihan Backup or Restore seperti pada gambar di bawah ini.
    Gambar 3. Boot Menu
  4. Ketika menyeleksi bakcup or restore, maka selanjutnya akan dihadapkan pada beberapa fitur yang dapat diapakai untuk melakukan kegiatan backup atau restore seperti pada gambar berikut ini. Kita menggunakan fitur True Image 2014 v17 Buil 6673 dalam tutorial ini. Jika sudah dipilih, tekan enter untuk melanjutkan.
    Gambar 4. Boot Menu #2
  5. Selajuntya akan masuk pada jendela Acronis True Image 14 Premium. Untuk memulai kegiatan recovery, pilih pada tab Recovery kemudian pilih Disk and Partition Recovery. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 5. Acronis True Image 14 Premium
  6. Selanjutnya browse atau cari file backup yang sudah dibuat pada tutorial part 2 dengan cara klik pada pilihan browse.
    Gambar 6. Select a Backup from which to Recover
  7. Jendela berikutnya adalah menentukan lokasi fenyimpanan file. Dalam tutorial ini, harddisk saya yang berisi file backup bernama NR. Di dalam harddisk NR terdapat file backup windows 10 yang berada di bagian paling bawah dengan nama win10smp3..... lihat pada gambar!
    Gambar 7. Looking for a backup file
  8. Jika sudah dipilih maka pada jendela select a backup from which to recover akan berubah seperti pada gambar berikut ini. Selajutnya klik next.
    Gambar 8. select a backup from which to recover #2
  9. Langkah berikutnya, pilih metode yang akan kita pakai dalam kegiatan recovery. Karena pada tutorial ini kita hendak menyamakan PC kita dengan PC sumber atau referensi, maka yang kita pilih adalah recover whole disk and partition yang artinnya recovery keseluruhan harddisk dan partisi lalu diikuti dengan klik next. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 9. Choose Recovery method
  10. Pada jendela selanjutnya, silakan tentukan partisi atau item yang akan direcovey. Ini adalah item yang ada pada harddisk PC referensi yang menjadi file backup dalam kegiatan ini. Jika hanya ingin merecovey sistem saja, maka yang dipilih atau dicentang hanya pada pilihan 1, 2, dan 5. Sedangkan 3 dan 4 adalah partisi D dan E yang kemungkinan besar bisa kita patisi setelah kegiatan recovery selesai. Saran saya, jika pada data D dan E terdapat banyak data, maka langkah yang diambil bisa seperti pilihan pertama dengan mencentang pilihan 1, 2, dan 5 saja. Namun jika data D dan E masih kosong, daripada dua kali kerja lebih baik centang semua pilihan dengan cara ceklis pada disk 3. Pada tutorial ini, saya belum memiliki data apa-apa pada drive D dan E, jadi saya langsung centang pada disk 3 lalu klik next. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 10.Select the item to recover
  11. Setelah itu, jendela select destination of disk3 akan muncul dengan kapasitas 1 TB atau ukuran sesungguhnya adalah 931,5 GB. Klik next untuk melanjutkan. Lihat pada gambar!
    Gambar 10. Select destination of disk3
  12. Selanjutnya, muncul pesan konfirmasi seperti pada gambar di bawah ini. Maksud dari pesan tersebut adalah bahwa hardisk tujuan yang kita pilih memiliki beberapa partisi yang kemungkinan berisi data. Sedangkan dalam proses recovery, hanya diperbolehkan harddisk yang kosong, sama sekali tanpa partisi. Dengan mengklik OK, maka kita menyetujui bahwa harddisk tersebut harus terlebih dahulu dihapus agar tidak ada data dan partisinya.
    Gambar 11. Confirmation message
  13. Kemudian, langkah berikutnya adalah memilih metode yang dibutuhkan untuk merestore atau recovery. Pilihan pertama berarti kita mengopi partisi dari hardisk tanpa perubahan apapun. Sedangkan pada pilihan kedua, jika file yang dibackup tidak akan dijadikan system operasi dalam harddisk tujuan. Jadi sudah ada sistem operasinya di harddisk yang lain, sedangkan harddisk yang kita recovery ini hanya dipakai untuk menyimpan file hasil backup. Harddisk ini nantinya tidak dapat membooting system operasi. Pilihan ini kita pilih, jika dalam sebuah PC terdapat 2 harddisk. Yang satu untuk system operasi sedangkan yang satu lainnya untuk menyimpan data saja. Karena hanya mempunyai 1 harddisk yang juga akan kita pakai sebagai media untuk booting sistem operasi, maka pilihan pertama yang dipilih, lalu klik next untuk melanjutkan. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 12. Select the required restoration method
  14. Setelah itu, akan muncul pesan ringkasan atau status dari apa yang sudah kita lakukan sebelumnya hingga langkah ke 13. Klik proceed untuk menjalankan proses recovery.
    Gambar 13. Status
  15. Yang terakhir adalah, jendela opeartion progress. Silahkan menunggu hingga selesai. Kisaran waktunya adalah 10 sampai 15 menit.
    Gambar 14. Operation Progress
  16. Ini adalah desktop windows 10 enterprize hasil acronis.
    Gambar 15. Hasil Recovery


Sekian, selamat mencoba semoga berhasil...

===========
Oleh:
ariesrutung95

Cara Acronis PC FreeDOS dengan Hiren BootCD Part 2


Mungkin kita pernah berpikir demikian, "Bagaimana yah jika suatu instansi mendapat bantuan laptop atau PC dengan jumlah yang banyak dan sama sekali belum ada sistem operasi di dalamnya (reeDOS). Apakah seorang administrator mengisi sistem operasi di setiap laptop atau PC tersebut dengan menginstalnya per unit, yang kurang lebih memakan waktu hampir 2 jam. Bayangkan jika ratusan unit, kira-kira berapa bulan itu yah?

Dari permasalahan tersebut di atas, ternyata sudah ada cara yang efektif dan efisien. Acronis adalah jawaban untuk membantu permsalahan di atas. Dengan acronis, kita dapat mengisi sistem operasi pada PC yang FreeDOS hanya dalam hitungan menit (10-15 menit per unit) bahkan bisa dilakukan sekaligus pada lebih dari satu PC dengan bantuan jaringan LAN (offline).  

Cara backup Windows menggunakan Hiren Boot CD untuk keperluan Acronis.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan sebuah PC yang akan dijadikan referensi atau sumber pembuatan file image OS untuk keperluan acronis. Ini adalah inti dari kegiatan acronis. Instal salah satu PC yang akan dijadikan PC referensi atau sumber dari file backup. Sesuaikan dengan kebutuhan.  Dalam artikel ini saya menggunakan PC yang sudah diinstalkan Windows 10 Enterprize x64 dengan beberapa program aplikasi di dalamnya, diantaranya Microsoft Office, Photoshop CS 6, dan beberapa aplikasi standar lainnya. PC yang saya jadikan sumber memiliki spesifikasi: processor core-i3, harddisk 1 TB, RAM 4 GB. Begitu jugan PC yang akan saya Acronis nantinya. Besar file backup yang saya buat ini hampir mencapai 20 GB.

Langkah Kerja
  1. Jika PC referensi atau sumbernya sudah ada, silahkan tancapkan flashdisk yang sudah kita siapkan, kemudian restart atau jika belum menyala, silakan tekan tombol power terlebih dahulu. Kemudian masuk ke bios dengan cara menekan tombol delete atau f2 atau fn+f2 atau f12. Pada gambar di bawah ini, saya menekan tombol f12 agar langsung masuk ke menu pilihan boot device. Nama flashdisknya yang  ditandai dengan kotak merah.
    Gambar 2. Boot Device
  2. Selanjutnya kita akan masuk pada jendela tampilan dari Hiren. Pada menu boot silahkan pilih pilihan Backup or Restore.
    Gambar 3. Hiren Boot Menu
  3. Pada jendela tampilan seperti gambar berikut, pilih aplikasi yang akan dipakai untuk membackup. Semua aplikasi yang tersedia pada gambar dipakai untuk aktivitas backup dan recovery, hanya saja semua oang lebih suka memilih “True Image 2014 v17 Buil 6673”. Dalam tutorial ini juga, saya memilih aplikasi True Image. Jika sudah dipilih, tekan enter untuk melanjutkan.
    Gambar 4. Hiren Boot Menu #2
  4. Selajuntya akan masuk pada jendela Acronis True Image 14 Premium. Untuk memulai membackup, pilih pada tab Backup kemudian pilih pilihan Disk and Partition Backup. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 5. Tampilan Home Acronis True Image
  5. Pada jendela partitions to backup terdapat 3 jenis penyimpanan yang tersedia. Diantaranya, disk 1 adalah flashdisk bootable Hiren, disk 2 adalah hardisk yang saya pakai untuk menyimpan file image hasil backup yang terdiri atas 3 partisi, dan disk 3 adalah hardisk PC referensi yaitu PC yang kita backup yang terdiri atas 4 partisi. Pada langkah ini silakan centang pada disk bawaan PC referensi dalam hal ini disk 3. Kita juga bisa membuat pengecualian, apakah hanya partisi sistem saja yang akan dibackup. Soal ruang hardisk yang tersisa atau belum dibagi, kita dapat membaginya di lain waktu. Namun dalam tutorial ini, saya membackup semua partisi yang ada di PC referensi. Sehingga hasilnya backupannya nanti identik dengan PC refersni baik itu nama komputer, program yang terinstal, jumlah partisi harddisk, atau pengaturan lainnya. Selanjutnya beri tanda centang pada pilihan back-up sector by sector ....... lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 6. Partitions to backup
  6. Kemudian akan tertampil jendela  target backup archive seperti berikut ini. Silahkan tentukan lokasi untuk menyimpan file backup dengan cara klik pada pilihan browse.
    Gambar 7. Target backup archive
  7. Pilih salah satu partisi pada disk 2 yang sudah kita bahas sebelumnya, atau jika hanya ada disk 2, langsung klik generate name saja. Isikan nama untuk file backup atau jika tidak mau diubah, silakan klik next. Pada gambar, saya memilih partisi APP sebagai lokasi penyimpanan dan mengganti nama file defaultnya menjadi win10smp3. Lihat gambar sebagai contoh!
    Gambar 8. Browse for location
  8. Pada jendela berikut ini silakan klik proceed untuk menjalankan proses backup.
    Gambar 9. Finis to Backup
  9. Yang terakhir adalah, jendela opeartion progress. Mohon menunggu, lama dan cepatnya tergantung besar file yang dibakcup. Kita bisa menentukan pilihan setelah proses backup selesai, apakh PC referensi direstart atau dishut down. Silahkan tetukan sendiri! Sampai di sini file hasil backup sudah selesai.
    Gambar 10. Operation progress
Jika sudah selesai maka akan muncul pesan yang menandakan operasi backup berhasil. Anda sudah siap untuk melakukan proses selanjutnya yaitu acronis.

Sekian, selamat mencoba, semoga berhasil.

==========
Oleh:
ariesrutung95

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA