Konsep tentang literasi

Konsep tentang literasi | ada dua pemahaman tentang literasi, yaitu literasi secara sempit dan literasi secara luas. Literasi dalam arti sempit yaitu keterampilan seseorang dalam membaca dan menulis. Biasanya istilah literasi secara sempit ini dihubungkan dengan dunia pendidikan yang erat kaitannya dengan aktivitas di atas. Pertanyaan dari pernyataan tersebut adalah apakah literasi hanya terbatas pada aktivitas membaca dan menulis? Apakah aktivitas literasi hanya berkembang pada instansi pendidikan? Bagaimana dengan mereka yang kesehariannya tidak membaca dan menulis? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak pengertian literasi secara luas berikut ini. 

Pertama, National Institute for Literacy (NIFL) menjelaskan pengertian literasi secara luas adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat.

Kedua, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks dimana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya.

Pemahaman tentang literasi merupakan masalah yang kompleks dan dinamis, sebab konsep literasi akan terus ditafsirkan dan didefiniskan dengan sudut pandang yang berbeda. UNESCO memberi penilaian terhadap  pemahaman seseorang mengenai literasi didasarkan pada penelitian akademis, agenda institusional, konteks nasional, nilai-nilai budaya dan pengalaman serta pendapat pribadi. Dalam bidang akademis, pemahaman tentang literasi perlahan berevolusi, dari yang hanya berfokus pada perubahan pada individu menjadi lebih luas dengan melihat konteks sosial yang mendorong dan memungkinkan kegiatan dan praktik literasi terjadi.

Jadi, dalam tataran paling atas, literasi lebih dari sekadar aktivitas membaca dan menulis. Cakupannya luas dan mengandung keterampilan yang ada dalam individu, baik di dunia kerja, kehidupan keluarga maupun masyarakat.

REFERENSI
http://www.unesco.org/education/GMR2006/full/chapt6_eng.pdf
http://rmol.co/images/berita/normal/2017/07/148044_10272529072017_literasi.jpg


===========
Oleh:
ariesrutung95

Cara Recovery Sistem Operasi Windows 10

Konsep tentang recovery | Recovery adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengembalikan keadaan suatu objek yang di-recover menjadi seperti semula atau dapat dikatakan proses mengembalikan objek ke pengaturan dan keadaan pabrik. Dalam konteks ini, kita berbicara tentang komputer, artinya, jika kita kerucutkan lagi maksud dari kegiatan recovery di atas, maka maksudnya adalah mengembalikan keadaan suatu komputer atau PC ke bentuk semula (default). Istilah recovery biasanya hanya berlaku untuk perangkat lunak (software) seperti sistem operasi, data yagn tidak sengaja dihapus dan sebagainya.

Dari definisi singkat di atas, seharusnya kita sudah mempunyai gambaran tentang tujuan dari kegiatan recovery ini. Biasanya, suatu komputer direcovery karena menemukan masalah yang tidak lazim terjadi. Masalahnya bisa berkaitan dengan kinerja, kecepatan, dan/atau perfoma. Akan tetapi, kebanyakan orang melakukan recovery karena kinerja komputer atau PC sudah mulai melambat bahkan sering hang. Satu deteksi yang kebenaranya mendekati 99% adalah karena feature windows update dari windows bersangkutan tidak dimatikan (disable). Sehingga ketika komputer terhubung ke internet, secara otomatis akan meng-upgrate semua feature dan program yang sudah ketinggalan versi. Jika terus-terusan diupdate, maka memory atau RAM komputer akan memakan ruang yang sangat besar. Semakin banyak kapasitas RAM yang terpakai maka semakin besar pula kemungkinan melambatnya kinerja dan perfoma komputer.

Faktor lain yang menjadi penyebab kinerja komputer menurun adalah adanya virus. Oleh karena ini, saya sangat menyarankan agar anda memasang anti virus yang sifatnya private dan public. Anti virus privat maksudnya, anti virus yang dipakai untuk menjaga komputer dari virus-virus lokal semisal dari flashdisk atau akibat berhubungan dengan komputer yang lain. Sedangkan anti virus public adalah anti virus yang melindungi komputer ketika terhubung ke dunia luar (jaringan).

Lalu muncul pertanyaan, apakah semua windows dapat di-recovery? Jawaban yang tepat adalah tidak. Hanya windows asli (original) atau windows yang diinstall dari pabrik saja yang dapat di-recovery. Jadi, kalau dalam komputer anda berisikan sistem operasi bajakan, maka sudah barang tentu sistem operasi itu tidak dapat dikembalikan ke keadaan pabrik. Terus bagaimana caranya? Istall ulang saja. Hehehehe....

======================
Dalam pertemuan ini, sebenarnya yang ingin kita recovery yaitu PC yang bersistem operasi Windows 10. Berikut langkah demi langkah dijelaskan.
  1. Tekan tombol start pada komputer, pilih Setting. Atau bisa juga dengan cara klik kanan pada tombol start dan pilih Setting. Atau alternatif lain yang bisa membawa anda pada tampilan berikut ini.
    Gambar 1. Windows Setting
  2. Dari gambar di atas, klik pada Update & Security, sehingga muncul jendela Windows Update. Selanjutnya klik pada Recovery.
    Gambar 2. Windows Update
  3. Selanjutnya, kita masuk pada halaman recovery. Pada pilihan Reset this PC, klik pada Get started.
    Gambar 3. Recovery
  4. Pada tampilan jendela choose an option, pilihan "Keep my file" dipilih jika kita hanya ingin menghapus aplikasi yang pernah diinstall dan setingan yang pernah dibuat pada komputer. Sedangkan pilihan kedua “Remove everything”dipilih apabila kita ingin benar-benar mengembalikan komputer ke keadaan pabrik. Jadi pada pilihan kedua, semua data yang kita miliki di dalam PC akan dihapus. Jika tidak ingin seperti itu, pilih pilihan pertama. Dalam kasus ini, saya sudah menyalin semua file dalam komputer ke hardisk eksternal. Jadi, saya pilih pilihan kedua.
    Gambar 4. Choose an option
  5. Kemudian muncul langkah selanjutnya pada jendela seperti di bawah ini. Pada kasus ini, informasi yang saya dapat dari situ adalah bahwa komputer saya dideteksi memiliki harddisk atau penyimpanan yang dibuat lebih dari satu partisi ( ada C/sistem dan ada D/data). Apakah kita ingin menghapus semua file yang ada pada semua partisi? Pilihan pertama “Only the drive where Windows is istalled” dipilih apabila kita hanya ingin merecovery hardisk pada partisi sistem saja atau partisi di mana windows 10 diinstallkan, dalam hal ini pada partisi C. artinya hanya sistem saja yang dihapus, sementara D tidak atau pilihan kedua, “All drives” semua partisi dihapus. Saya memilih pilihan All drive.
    Gambar 5. Your PC has more than one drive
  6. Selanjutnya, mucul jendela yang juga berisi pilihan seperti sebelumnya. Do you want to clean the drive, too? Apakah anda ingin membersihkan hardisk juga? Pilihan pertama dipilih apabila hanya ingin menghapus file saja dan mungkin membutuhkan waktu tidak terlalu lama. Pilihan kedua, jika kita ingin menghapus file dan membersihkan harddisk. Ini akan memakan waktu beberapa jam. Pilihan kedua juga akan menyulitkan seseorang bahkan tidak akan bisa lagi untuk mengembalikan file yang pernah ada dalam harddisk sebelumnya. Sedangkan pilihan pertama masih ada kemungkinan.
    Gambar 6. Clean the drive
  7. Selanjunya, muncul peringatan. PC atau komputer ini sudah ditingkatkan ke versi windows 10 terkini. Jika PC ini direset, maka kamu membatalkan pembaharuan windows dan akan kembali ke versi windows 10 sebelumnya. Pilih next untuk melanjutnkan.
    Gambar 7. Warning
  8. Langkah terakhir adalah jendela berikut ini. Di situ dikatakan, siap untuk mereset (memasang lagi) PC. Reset akan menghapus semua file dan akun, semua aplikasi dan program yang bukan bawaan, dan perubahan yang pernah dibuat pada pengaturan. Klik Reset apabila ingin mereset.
    Gambar 8. Ready to reset
Sampai di sini, langkah recovery sudah berlangsung. PC akan dihidupkan ulang, silakan tunggu hingga proses selesai. Jika sudah selesai, PC anda kini sudah kembali ke keadaan pabrik.

Sekian, selamat mencoba, semoga berhasil....

===========
Oleh:
ariesrutung95

Hubungan antara jurnalistik dan pers

Untuk dapat menjawab hubungan antara jurnalistik dan pers, terlebih dahulu kita harus paham mengenai konsep atau teori tentang jurnalistik dan pers itu sendiri. Kita tidak akan dapat membuat perbandingan antara keduanya jika kita sama sekali tidak paham teorinya. Karena teori adalah inti dari permasalahan ini. Dengan mengacu pada teori, kita dapat dengan mudah membedakan dan bahkan memberikan contoh antara jurnalistik dan pers. Rumus ini berlaku untuk ilmu apapun yang ingin dicari kesamaanya, hubungannya, perbedaannya, contohnya, dan lain-lain. Saya pikir, itu yang harus menjadi pegangan kita sebelum menuju ke pembahasan mengenai hubungan antara jurnalistik dengan pers.

KONSEP TENTANG JURANLISTIK DAN PERS
Pengertian Jurnalistik
Jurnalistik adalah suatu profesi yang mengerjakan kegiatan penyiapan, peliputan, penulisan, penyuntingan, penyampaian dan/atau penyebaran informasi/berita baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia kepada masyarakat, sesegera dan seluas mungkin.

Pengertian Pers
Pers adalah suatu lembaga sosial dalam komunikasi massa yang menjalankan kegiatan jurnalistik (mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi) baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia. Dalam arti sempit, pers hanya terbatas pada media cetak (surat kabar, majalah, tabloid, buletin) dan dalam arti luas meliputi segala penerbitan, baik itu media cetak maupun media elektronik (radio, televisi, internet).
Ruang lingkup pers hanya meliputi kegiatan publikasi menggunakan media cetak dan elektronik bahkan melalui internet. Tujuan dari pers adalah menyiarkan informasi yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, mendidik yaitu tanggungjawab media dalam upaya mencerdaskan masyarakat, menghibur, memberi daya tarik media agar diminati masyaarakat, dan mempengaruhi, menyangkut hubungan pers dengan kekuasaan dan rakyat (politik). Jadi, dapat saya simpulkan bahwa pers adalah media yang bertugas menyiarkan karya jurnalistik.

HUBUNGAN ANTARA JURNALSITIK DAN PERS
Pers dan jurnalistik adalah media dan profesi yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi, hiburan, keterangan, dan penerangan. Pers sebagai media komunikasi massa tidak akan berguna apabila sajiannya jauh dari prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknya karya jurnalistik tidak akan bermanfaat tanpa disampaikan oleh pers sebagai medianya, bahkan boleh dikatakan bahwa pers adalah media khusus yang digunakan dalam mewujudkan dan menyampaikan karya jurnalistik kepada khalayak (Kustadi Suhandang, 2004:40).
Perbedaan antara jurnalistik terletak  pada substansi aktivitasnya. Jurnalistik menitikberatkan pada bentuk komunikasi yang mengarahkan pada aktivitas pencarian dan penulisan berita. Sedangkan pers lebih menitikberatkan pada media atau sarana yang memungkinkan berita itu dipublikasi. Pers dan jurnalistik mengandung makna yang berbeda, namun saling memiliki keterkaitan.

REFERENSI
https://www.slideshare.net/adfanefendi/ppt-jurnalistik-hesy
https://usmanyatim.files.wordpress.com/2009/10/ddj02-ilmu-komunikasi-pers-dan-jurnalistik.pptx

============
Oleh:
ariesrutung95

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA