Sekilas Mengenai Profesionalisme Guru

Hanya guru yang tahu, bukan karena sok tahu atau bikin diri tahu, tetapi guru tahu bagaimana agar pengetahuan diketahui oleh mereka yang belum tahu. Memang segala pengetahuan belum tentu ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, hanya guru yang tahu bagaimana mengubah pengetahuan menjadi ilmu. Itulah sok tahunya seorang guru. Kalimat ini (hanya guru yag tahu) merupakan sebuah falsafah (pandangan hidup) yang tersemat pada warga belajar (dosen dan mahasiswa/i) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Papua. Ada kekuatan dan harapan di baliknya. Kendati setiap kali kalimat ini diucapkan, selalu menggelakkan (menyebabkan orang tertawa). Tertawa karena seolah-olah dalam kalimat tersebut terselip anggapan, mereka yang bukan guru tidak mengetahui apa sesungguhnya yang diketahui guru.
Terlepas dari ungkapan tersebut, adalah suatu kebenaran yang tidak bisa dibantah yaitu perihal pengetahuan seorang guru bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa. Hanya guru yang mampu mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, mengubah perilaku, membentuk karakter, dan menanamkan etika dan etiket yang benar-benar baik. Tetapi, ada batasannya, siapa saja guru yang dimaksudkan dalam falsafah ini. Apakah guru yang profesional?

Batasan profesionalisme seorang guru bukan hanya diukur pada sejauh mana ia menguasai bidangnya. Oleh karena itu, kata profesionalisme yang disematkan pada guru tidak bisa dibatasi pengertiannya hanya pada tataran leksikon. Sebab profesionalisme seorang guru mempunyai kriteria, baik secara kualifikasi profesi (tingkat pendidikan yang diperolehnya) maupun segala kompetensi (pedagogik, pribadi, sosial, dan profesional) yang dapat mempertanggungjawabkan profesionalitas yang disematkan kepadanya. Seorang guru profesional harus mampu memindahkan (mentransfer) segala pengetahuan yang dimilikinya kepada anak didiknya dengan cara yang efektif dan efisien. Tidak menggunakan banyak teori tetapi mampu meberikan pemahaman yang lebih cepat kepada anak didiknya dengan memaksimalkan fungsi otak.

Break.....
Di suatu waktu, seorang guru senior bergelar Magister Manajemen (MM) mengajar mata pelajaran wirausaha di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Ketika aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung, seorang siswa bertanya kepada sang guru. “Pak, mengapa sumber pendapatan terbesar negara Inodonesia diperoleh dari pajak?” kata si siswa. Gurunya terpaku melihat siswa yang bertanya sambil menurunkan kaca matanya. Kata si guru, “Percuma saya jelaskan, kalian tidak akan mengerti. Sebab, kalian bukan siswa jurusan Bisnis dan Manajemen.”
Dari ilustrasi singkat di atas, ditemukan situasi yang menyedihkan sekaligus memalukan. Jawaban yang tidak layak diberikan oleh sang guru kepada anak didiknya, seharusnya tidak terjadi. Jika ia benar-benar paham akan profesinya, kalimat itu tidak akan keluar dari mulutnya. Ia adalah orang yang seharusnya memusuhi ketidaktahuan si anak, bukan malah membiarkannya tumbuh. Esensi dari mendidik yakni memusuhi kebodohan, tidak ia kuasai benar. Selanjtunya, menjadikan siswa/i pada komunitas tertentu (siswa Bisnis dan Manajemen) sebagai paramter dan objek pembanding untuk menilai kemampuan siswa/i pada komunitas lain (TKJ) adalah cara terbodoh yang dilakukan sang guru. Saya pakai kata bodoh agar lebih tajam permasalahannya. Dalam mendidik, guru tidak boleh membanding-bandingkan apalagi sampai mematahkan semangat belajar dan karakter siswa dengan kalimat yang tak sepantasnya didengar oleh siswa. Mungkin kalimatnya hanya seperti itu, tetapi menggangu psikologi si anak. Kebutuhannya tidak terpenuhi, ketidaktahuannya makin bertambah, dan bisa jadi pada pertemuan selanjutnya, si anak akan malu bertanya karena trauma atau jawaban yang sama akan ia dapat pada pertanyaan yang berbeda.

Jika siswa kristis, seorang guru harusnya kreatif, bukan membunuh karakter keingintahuannya. Cari cara agar pertanyaan yang belum dikuasai jawabannya, dialihkan sekreatif mungkin. Bukan untuk membodohkan siswa, tetapi cara paling efektif untuk membawa si siswa kepada jalan pikiran dan ilmu yang kita miliki, sambil memikirkan atau mencari tahu apa yang sebenarnya ditanyakan oleh si anak.

Oleh karenanya, menjadi guru profesional bukan saja dilihat dari seberapa tinggi pendidikan yang pernah ditempuhnya atau seberapa banyak gelar yang disematkan pada namanya. Guru profesional harus bisa mengaplikasikan amanat pendidkan yang pernah disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indoensia yang juga dijadikan semboyan pada sekolah yang pernah didirikannya (Taman Siswa). Ing  ngarsa sung tulada (jika guru berada di depan, ia harus memberikan contoh/model/teladan, berupa sikap, cara berpakaian, kedisiplinan), Ing madya mangun karsa (jika guru berada di tengah ia harus membangun kemauan atau inisiatif. Bentuk inisiatif itu bisa berupa kreasi dan inovasi), dan Tut wuri handayani (jika guru berada di belakang, ia harus mampu memberikan semangat, motivasi/dorongan kepada anak didiknya. Bagaimana seharusnya jika kalah dalam kompetisi, gagal dalam ujian, dan lain-lain).

========
Oleh:
ariesrutung95

Menyembunyikan partisi hard disk di windows tanpa software

Beberapa waktu lalu, saya menginstal sebuah laptop Sony VAIO. Masalahnya, laptop ini memiliki hard disk onboard (tertanam di mainboard) dan hardsik intenal yang bisa dilepas-pasang. Saya ingin menempatkan sistem operasi pada hard disk internal tanpa mempengaruhi kinerja hard disk onboard. Supaya tidak mengganggu, saya berinisiatif menyembunyikan hard disk onboard yang kebetulan mempunyai 2 partisi. Langkah kerja yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
partisi-hdd

  1. Buka jendela Run dengan menekan tombol windows + R, lalu ketik diskpart dan enter. Pilih yes jika ada jendela user account control yang muncul sehingga mucul jendela DOS.
    Gambar 1. Run
  2. Selanjutnya ketikan list volume pada jendela DOS sehingga menampilkan semua partisi/direktori yang ada dalam komputer, baik hard disk internal PC maupun penyimpanan eksternal yang terhubung dengan PC (flashdisk, HDD, dll).
    Gambar 2. list volume
  3. Untuk menyembunyikan direktori atau partisi, ketik select volume diikuti dengan nomor partisi atau direktori yang hendak disembunyikan. Dalam kasus ini saya menyembunyikan partisi nomor 5 atau letter E, maka perintahnya adalah select volume 5 kemudian enter. Bila berhasil, akan muncul pesan volume 5 is the selected volume.
    Gambar 3. Pilih Partisi
  4. Untuk menyembunyikan direktori atau partisi, perintahnya yakni remove letter diikuti dengan huruf (letter) dari dari partisi yang hendak sembunyikan. Dalam kasus ini, saya memilih volume 5 dengan letter E. Maka perintahnya, remove letter E dan enter. Sehingga muncul pesan DiskPart successfully removed the drive letter or mount point, menandakan proses berhasil.
    Gambar 4. Hapus partisi
  5. Sampai langkah di atas, partisi E sudah hilang dari daftar hard disk drive. Perhatikan gambar di bawah ini.
    Gambar 5. Hasil
  6. Untuk memunculkan kembali partisi yang sudah disembunyikan, ulangi langkah 3 dan 4 di atas, tetapi pada langkah 4, kata remove diganti menjadi assign. Lihat gambar berikut ini sebagai contoh.
    Gambar 6. Kembalikan partisi
Catatan:
  • Untuk menyembunyikan partisi yang lain, caranya sama dengan langkah-langkah di atas.
  • Setelah melakukan hal ini, kadang-kadang komputer perlu di restart. Jangan khawatir soal data, karena data yang berada dalam harddisk yang disembunyikan tetap sama dan tidak akan hilang.
  • Sebaiknya Drive C (tempat sistem operasi Windows berada) tidak disembunyikan.

REFERENSI
https://www.aplikasipc.com/cara-menyembunyikan-partisi-hard-disk/

=========
Oleh:
ariesrutung95

Mengatasi Pesan Pri Master Hard Disk: S.M.A.R.T. Status BAD, Backup and Replace

Saya pernah mengalami masalah seperti ini. Ketika komputer baru dihidupkan, muncul pesan Pri Master Hard Disk: S.M.A.R.T. Status BAD, Backup and Replace  Press ‘DEL’ to Resume. Sesuai dengan perintah yang tertera pada layar, saya menekan tombol DELETE untuk melanjutkan. Saya kira akan langsung masuk ke sistem operasi, nyatanya malah masuk ke menu bios. Karena bingung dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan, saya mencari solusi masalah yang sama di internet. Ternyata banyak juga kawan-kawan yang sudah pernah mengalami nasib yang sama seperti saya. Artikel yang saya baca ketika itu, dari TIPS LAGI

Kemudian saya bandingkan masalah yang terjadi dengan PC saya dan ditemukan sedikit perbedaan. Tetapi artikelnya cukup membantu menyelesaiikan masalah yang terjadi. Perbedaanya hanya terletak pada menu dan perintah-perintah ketika berada di tampilan BIOS. Kurang lebih masalah yang saya alami dapat diatasi dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Tekan tombol sesuai yang diminta pada tampilan yang muncul. Dalam kasus ini saya menekan tombol DELETE dan akan masuk pada tampilan menu BIOS.
  2. Pada BIOS SETUP UTILITY pilih MAIN menu, IDE Configuration.
  3. Pada jendela IDE Configuration, pilih SATA DEVICE tempat di mana Hard Disk berada. Ini tergantung, port berapa yang dipakai untuk hardisk pada port ATA/SATA mainboard. Dalam kasus ini, posisi Hard Disk saya ada di SATA1 DEVICE.
  4. Selanjutnya, tekan enter pada SATA1 DEVICE sehingga akan masuk ke tampilan SATA1 DEVICE. Kemudian cari tulisan S.M.A.R.T dan ubah pilihan auto menjadi Disable.
  5. Terakhir, tekan F10 untuk menyimpan perubahan.

Seharusnya, jika langkah diatas dilakukan dengan cara saksama, maka pesan Pri Master Hard Disk: S.M.A.R.T. Status BAD, Backup and Replace tidak akan muncul lagi. Pasti akan langsung booting ke sistem operasi.

Note:
  • Jika ternyata artikel yang saya bagikan ini tidak dapat mengatasi masalah yang kawan alami, artinya Hard Disknya harus diganti yang baru. Bisa saja memang sudah waktunya diganti.
  • Tiap jenis mainboard mempunyai cara yang berbeda untuk masuk BIOS dan melakukan langkah-langkah kerja di atas.
Sekian, semoga membantu..

===========
Oleh:
ariesrutung95

Ide bisnis - Kewirausahaan

PENDAHULUAN: Salah satu kunci kesuksesan memulai suatu usaha adalah adanya kemampuan menuangkan ide atau gagasan cemerlang yang kreatif dan inovatif dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, hanya ide yang mempunyai nilai komersial saja yang masuk dalam kategori mahal itu. Sebuah ide akan ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis yang merupakan langkah awal membangun sebuah usaha. Sebenarnya, banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat dan  bernilai tinggi, namun ide itu akan tetap menjadi ide atau bahkan hanya sekadar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.Ide merupakan konsep, pikiran dan pengetahuan, sebuah mental, pandangan, keyakinan atau rencana dari kegiatan-kegiatan usaha. Ide merupakan produk berfkir kreatif yang melibatkan penggunaan indra pendengar, penglihat dan perasa. Interaksi dari ketiga indera ini mendorong daya pikir seorang wirausahawan untuk menghasilkan ide. Sebuah ide bisnis harus rasional, artinya menurut pikiran yang sehat dan pertimbangan yang logis, serta masuk di akal.Wirausahawan yang sukses salah satunya mampu menemukan ide melalui berbagai teknik yang ada. Penemuan ide bisnis tersebut diperoleh dari pencarian ide bisnis melalui cara berfkir terhadap suatu hal. Ide akan tercipta jika seseorang memandang sesuatu sebagai hal yang positif sehingga dapat tercipta tujuan yang diinginkan. Harapan yang kuat terhadap suatu hal akan mempengaruhi otak seseorang untuk melihat apa yang seseorang harapkan untuk melahirkan suatu ide.
Keberhasilan seorang wirausaha dapat dicapai melalui kemampuan penemuan ide dari berbagai teknik pencarian ide. Seorang wirausaha mampu mengambil keputusan dengan memilih ide bisnis terbaik dan menantukan cara terbaik untuk mengerjakan pilihan ide bisnis. Sehingga, ide usaha/bisnis yang bagus merupakan faktor penting atau bahkan merupakan persyaratan untuk memulai sebuah usaha/bisnis. Meskipun demikian, ide bisnis yang bagus biasanya tidak langsung datang kepada pengusaha, tetapi merupakan hasil dari kerja keras dan upaya dari pengusaha untuk membangkitkan, mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang.

PEMBAHASAN
Pengertian Ide Bisnis

Ide usaha (bisnis) adalah respon seseorang, banyak orang, atau suatu organisasi untuk memecahkan masalah yang teridentifikasi atau untuk memenuhi kebutuhan di suatu lingkungan (pasar, masyarakat). Mencari sebuah ide bisnis yang bagus adalah langkah awal untuk mengubah keinginan dan kreatifitas pengusaha menjdi peluang usaha/bisnis.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Ide/gagasan sama dengan cita-cita. Sedangkan bisnis/usaha dalam ilmu ekonomi, adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris “business,” dari kata dasar “busy” yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Sumber Ide Bisnis
Terkadang sangat sulit menemukan jenis bisnis yang paling cocok untuk dikerjakan. Ide bisnis bisa datang dari mana saja dan kapan saja datangnya, namun diperlukan kerja nyata kita untuk mencarinya. Jika Anda ingin memulai bisnis namun masih bingun harus memulai usaha apa, berikut ini ide bisnis yang mungkin bisa membantu:
  1. Kebutuhan dan Permintaan Pasar. Kejelian seseorang melihat kebutuhan dan permintaan pasar merupakan peluang untuk memulai bisnis. Ide bisnis berdasarkan kebutuhan dan permintaan pasar akan menjadikan usaha tersebut dibutuhkan oleh konsumen sehingga produk yang dihasilkan akan dengan mudah dijual dan menjadikan bisnis berjalan selama ada kebutuhan dan permintaan pasar.
  2. Keahlian dan keterampilan. Sedikit sekali orang yang memiliki keahlian, oleh karenanya ide bisnis yang bersumber dari keahlian jika dilaksanakan akan mengantarkan seseorang berbeda dari yang lain. Ini sangat menguntungkan sekali dalam menjalankan bisnis yang hanya orang tertentu saja yang bisa menjalankannya dengan kata lain saingannya sedikit sekali. Demikian juga dengan bisnis yang didasarkan pada keterampilan. Keterampilan yang sudah dimiliki dan dikembangkan dalam waktu cukup lama dapat dijadikan pelung usaha/bisnis.
  3. Hobi/minat. Sumber ide bisnis berdasarkan hobi akan menjadikan sesorang bersemangat dalam melakukan bisnis. Bisnis yang didasarkan pada hobi akan menjadikan seseorang betah pada bisnis tersebut yang menjadikan seseorang fokus pada bisnis yang dijalankan. Minat atau hobi cukup efektif untuk membangun keyakinan dan motivasi kuat untuk mandiri. Orang tidak merasa terbebani bila melakukan kegiatan yang ia sukai, terutama yang berkaitan dengan minat dan hobi.
  4. Kreativitas. Kreativitas seseorang dalam menciptakan produk yang unik dan bermanfaat bagi orang banyak merupakan sember ide bisnis. Dengan kreativitas produk yang dihasilkan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi kebanyakan konsumen.
  5. Jaringan dan relasi. Bersilaturahmi merupakan kunci akan datangnya rejeki berupa relasi yang akan membentuk jaringan. Ide bisnis berdasarkan jaringan dan relasi ini memiliki keuntungan adanya tingkat kepercayayaan yang baik. Semakin luas jaringan dan relasi, maka akan semakin besar kesempatan kita untuk menawarkan barang atau jasa yang kita miliki.
  6. ATM. Bisnis yang dimulai ATM (amati, tiru, modifikasi) merupakan bisnis yang paling mudah dilaksanakan. Ide bisnis yang dimulai dari membuat barang atau jasa yang sudah ada merupakan kegiatan yang paling mudah dan sangat cepat untuk dilaksanakan dikarenakan tidak memerlukan sesuatu yang baru yang membutuhkan riset dan persiapan khusus. Mengamati sesuatu yang terjadi di "sekitar" kita bisa menjadi peluang bisnis. Pengamatan ini diperlukan bagi mereka yang ingin mandiri. Identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi bisa menimbulkan peluang bisnis yang bisa terus dikembangkan.
  7. Nasihat atau saran. Mencari ide bisnis dengan cara meminta nasehat dari orang-orang yang sukses dalam bisnis adalah langkah baik dikarenakan kita akan belajar banyak dari pengalaman orang tersebut tanpa harus merasakan kegagalan orang tersebut serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilaksanakan.
  8. Pengalaman & Pekerjaan. Pengalaman diri sendiri atau orang lain bisa menjadi guru yang baik dan sumber ide bisnis. Pengalaman buruk/gagal sering kali sulit dilupakan, lalu kita akan berupaya mencari cara baru untuk mengatasinya. Cara ini akan membuka peluang munculnya ide yang menarik. Demikian juga pengalaman kerja yang diperoleh karena Jenis Pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni, juga merupakan sumber sangat besar untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang tepat. Seseorang dengan jenis pekerjaan yang sudah lama ditekuni memahami betul bidang usaha apa saja yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaannya saat itu. Misalnya, pernah membuat sebuah produk dan disukai banyak orang. Hal itu yang kemudian dijadikan sebagai ide untuk membnagun sebuah bisnis.
  9. Penemuan secara tidak sengaja. Jenis ide bisnis ini dapat terjadi ketika seseorang melihat sesuatu (benda) yang dapat membangkitkan daya imajinasi. Dari penemuan itu, ia berhasil menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imjinasinya.
  10. Pencarian ide dengan penuh pertimbangan. Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh wirausaha untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran, contoh wirausaha yang berpikir serius mengenai ide bisnis baru akan lebih dapat menerima ide baru dari berbagai sumber. Majalah dan tabloid lainnya merupakan sumber yang bagus untuk memperoleh ide awal. Salah satu cara membangkitkan ide awal adalah membaca tentang kreativitas wirausaha lain. Ide awal kadang membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk penyaringan dan testing. Hampir seluruh ide apa pun membutuhkan studi yang hati-hati dan modifikasi sebagai pembukaan untuk pendekatan bisnis.
Teknik Mendapatkan Ide Bisnis
Menurut Douglas (1996), terdapat beberapa teknik untuk mendapatkan ide, yaitu sebagai berikut:
  1. Tukar Pikiran, yaitu melalui diskusi, rapat, sharing, atau aktivitas lain yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi di atanta individu. Biasanya ini dilakukan dengan para sahabat atau orang yang berpengalaman lebih.
  2. Berandai-andai atau mengumpamakan sesuatu akan terjadi, juga merupakan teknik mendapatkan ide bisnis. Mengubah mimpi menjadi kenyataan (memperoleh uang, menjadi bos, menjadi orang yang dihormati, disegani, meningkatkan kepuasan hidup, dan lain-lain).
  3. Kawin silang, yaitu suatu upaya bertukar pikiran mengenai ide yang masing-masing sudah dimiliki untuk menghasilkan ide yang lain. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, pekerjaan, pengalaman dan ide yang berbeda untuk membuat peluang tukar pikiran.
  4. Keingintahuan, yaitu dorongan kuat dari dalam diri seseorang untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu.
  5. Pendekatan tidak langsung, yaitu upaya dilakukan guna membahas sebagian ide yang akan dikembangkan, karena tidak memungkinkan membahas secara menyeluruh. Pada saat menemui jalan buntu harus mempertimbangkan pendekatan baru.
  6. Komponen yang dimodifkasi, yaitu ide baru hasil dari modifkasi ide lama dengan cara, memilih produk atau jasa yang akan disempurnakan, membuat daftar tentang semua bagiannya dengan sistematis, selanjutnya dimodifkasi sesuai dengan tujuan.
  7. Meditasi, merupakan suatu teknik menghasilkan ide dengan memusatkan pikiran dan perasaan. Upaya ini dilakukan agar meningkatan keyakinan diri, memusatkan diri pada cita-cita, merangsang ide, kesiapan mental, menciptakan daya inovatf.
Pentingnya Ide Bisnis
Pada dasarnya ide bisnis akan menggambarkan beberapa hal. Ide bisnis dapat menentukan apa jenis bisnis anda, siapa target atau pasar, bagaiaman cara anda menjual produk atau lebih dikenal dengan strategi pemasaran, dan produk yang menjadi pilihan yaitu produk yang dirasa cocok untuk diproduksi. Menurut Zimmerer, ide-ide dari wirausahawan dapat menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan keuntungan. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi serta evaluasi semua risiko yang mungkin timbul dari terciptanya peluang usaha tersebut. Hal itu dapat dimulai dengan menggunakan strategi yang proaktif guna mengurangi kemungkinan timbulnya risiko.
Penciptaan suatu ide bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam memulai sebuah bisnis. Dengan telah adanya berbagai macam ide bisnis, para wirausaha dapat mampu bersaing dengan bisnis barunya. Ide dalam konteks kewirausahaan di sini adalah gagasan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Putri 2012). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penciptaan ide bisnis merupakan penciptaan gagasan yang menghasilkan suatu bisnis yang baru dan berbeda.
Perlu adanya sebuah strategi untuk dapat menemukan peluang-peluang bisnis. Orang yang memiliki kreativitas akan mencari peluang bisnis dengan strategi tertentu. Defnisi kreativitas dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang (Zimmerer et.al 2008).
  1. Kreativitas berpengaruh terhadap strategi dalam mencari peluang bisnis. Setiap orang pada dasarnya sudah memiliki kreativitas di dalam dirinya. Namun kreativitas tersebut perlu diasah atau dikembangkan. Seseorang yang kreatif, akan cenderung aktif dalam mencari informasi seputar bisnis sesuai dengan bisnis yang ingin diciptakan/dikembangkan. Semakin kreatif seseorang, semakin aktif dalam mencari peluang bisnis.
  2. Kreativitas berpengaruh terhadap penciptaan ide bisnis. Perkembangan dunia usaha menuntut siapa saja yang ingin berwirausaha agar dapat bersaing. Untuk dapat bersaing, juga dibutuhkan sebuah usaha yang kreatif agar dapat memanfaatkan peluang-peluang bisnis di sekitarnya, sehingga walaupun sudah terdapat beragam jenis bisnis, ia tetap dapat memunculkan ide-ide bisnis yang baru. Mungkin dengan mengkombinasikan hal-hal yang telah ada menjadi suatu bisnis baru.
  3. Strategi mencari peluang bisnis tidak berpengaruh terhadap penciptaan ide bisnis. Penciptaan ide bisnis tidak bergantung dari strategi yang digunakan dalam mencari peluang bisnis. Strategi yang dimaksud misalnya, memahami arena kompetitif, memahami perkembangan masa depan, mencoba untuk menggunakan pengetahuan orang lain untuk melihat visi masa depan yang lebih realistis, dan yang lainnya (Puhakka 2007).
Mengembangkan Ide Bisnis
Sudah jelas bahwa tidak ada bisnis besar tanpa ide. Meski begitu, tanpa perkembangan yang tepat, gagasan apapun akan tetap menjadi ide dan tidak akan pernah menjadi bisnis yang sukses. Jika menemukan sebuah gagasan yang mungkin bisa mengarah pada peluncuran bisnis, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengembangkan ide/gagasan itu ke arah yang benar.
  1. Menentukan sumber ide bisnis. Sumber ide bisnis bisa datang dari dalam diri sendiri, diberi tahu oleh orang lain, hasil tukar pikiran, diskusi dengan teman, atau ingin meniru ide bisnis dari sebuah bisnis yang sudah berjalan.
  2. Menentukan ide bisnis yang bagus. Ide bisnis ditemukan melalui pemikiran yang positif dan kreatif. Ide bisnis datang dari berbagai sumber yang berbeda. Ide binsis yang bagus biasanya asli dan mencerminkan kesempatan bisnis yang perlu dirambah (kegiatan baru) atau cara baru untuk mengembangkan kegiatan yang terkait dengan bisnis-bisnis tradisional. Kesempatan bisnis adalah suatu celah antara apa yang dibeli oleh masyarakat dengan apa yang saat ini ditawarkan oleh bisnis yang sudah ada.
  3. Daftar ide bisnis. Tulislah semua ide yang timbul dalam pikiran sebelum benar-benar memulai bisnis. Daftar ide ini yang nantinya dijadikan pembanding antara ide yang satu dan ide yang lainnya agar benar-benar menghasilkan satu ide yang kreatif dan inovatif. Untuk mendatakan ide bisnis yang baik, harus mendengarkan orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan dan lingkungan sekitar. Mendengarkan calon pelanggan adalah suatu upaya menentukan ide bisnis yang tepat karena bisnis yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar/pelanggan. Selain itu, amati juga lingkungan sekitar tempat tinggal. Kira-kira, hal menarik apa yang bisa dijadikan ide bisnis yang kreatif dan inovatif.
  4. Persaingan dengan produksi asing. Biasanya konsumen membutuhkan produk yang bukan hanya murah tetapi kualitasnya bagus. Oleh karena itu, jika produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, maka prosuk kita kalah bersaing dengan prosuk orang lain yang secara kualitas dan kuantitas lebih baik dari produk kita.
  5. Menentukan Pemirsa/pasar. Sekalipun idenya benar-benar hebat, itu mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Itulah mengapa hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan target atau orang-orang yang akan membeli dan menggunakan produk. Jika hal di atas sudah dilakukan, saatnya untuk mendengarkan dan mengamati. Jika produk yang diciptakan ditujukan untuk menyelesaikan masalah tertentu yang dihadapi industri, pastikan untuk memetakan masalah ini. Ikuti sumber informasi otoritas industri yang spesifik, ikuti tren terbaru di sektor, lihat blog yang dijalankan oleh influencer utama Industri dan mendengarkan percakapan yang terjadi di niche.
  6. Penelitian dan Analisis Ide. Sebelum bergerak atau memulai menjalankan bisnis, ada harusnya gagasan itu diteliti dari berbagai perspektif. Pertama, pikirkan calon pelanggan. Pertimbangkan tidak hanya orang-orang yang akan membeli produk atau mereka yang akan berinteraksi langsung dengannya, tetapi juga hal yang mungkin berperan dalam bagaimana produk berada di pasaran.
Menguji Ide Bisnis
Salah satu cara untuk menguji ide bisnis adalah dengan melakukan analisis SWOT dan TOWS. Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut., baik tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Selain itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah perusahan atau organisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor yang di jadikan masukan.
Satu hal yang perlu diperhatikan bagi pangguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi sebuah perusahaan atau organisasi. Analisis SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi.

Pengertian analisis SWOT menurut para ahli :
  1. Menurut Kotler & Armstrong (2008:64), analisis SWOT adalah penilaian menyeluruh terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) suatu perusahaan. Analisis ini diperlukan untuk menentukan beberapa strategi yang ada di perusahaan. Salah satunya yang kita bahas adalah strategi promosi dan penempatan produk.
  2. Menurut David (Fred R. David, 2008:8), semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis. Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Analisis SWOT menurut David Fred yaitu, sebagai berikut:
  • Kekuatan (Strenghts), kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar.
  • Kelemahan (Weakness), kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.
  • Peluang (Opportunities), peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
  • Ancaman (Threats), ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.
Dalam penelitian analisa SWOT kita dapat memproleh hasil berupa kesimpulan-kesimpulan yang  berdasarkan ke-4 faktor yaitu :
  1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O). Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini ialah dapat memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Contoh: bila kekuatan perusahaan ada pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini harus dapat dimanfaatkan untuk mengisi suatu segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi serta kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya serta kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis ini.
  2. Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O). Kesempatan yang telah diidentifikasi tidak mungkin dapat dimanfaatkan dikarenakan kelemahan suatu perusahaan. Contoh : jaringan distribusi pada pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan iyalah  bekerjasama dengan perusahaan yang juga  mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain iyalah dapat mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.
  3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T). Dalam analisa ancaman juga ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini iyalah mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
  4. Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T). Dalam situasi harus menghadapi ancaman serta sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya  iyalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil iyalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada suatua situasi yang mengancam tersebut, serta mengalihkan pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya iyalah dengan mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman tersebut saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi atau masalah yang akan dihadapi, anak perusahaan juga dapat mengambil langkah-langkah yang perlu serta bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah serta mantap, dengan kata lain perusahaan tersebut dapat menerapkan strategi yang tepat.

REFERENSI

Fahri, Khoerul. 2009. Pengembangan Ekonomi Suatu Negara. Bandung: Algensindo.
Hadiyati, E. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 13 No. 1, hal. 8 – 16.
Jaja, Kaila 2008, Pertumbuhan Ekonomi, Jakarta; Againci
Puhakka, V. 2007. Effects of Opportunity Discovery Strategies of Entrepreneurs on Performance of New Ventures. Journal of Entrepreneurship, Vol. 16 No. 1, hal 19 – 51.
Putri, D.R. 2012. Ide dan Peluang dalam Konteks Kewirausahaan di Tengah Kemrosotan Minat Masyarakat Menjadi Pengusaha. Makalah Kewirausahaan.
Zimmerer, T.W, Scarborough, N.M dan Wilson D. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Edisi 5 Buku 1. Salemba Empat.
http://sulhanaruslan.blogspot.co.id/2013/11/ide-dan-peluang-usaha.html
Diakses tanggal 28 April 2018
https://muhammadmamduh.wordpress.com/2012/03/31/ide-dan-peluang-kewirausahaan/
Diakses tanggal 28 April 2018


===========
Oleh:
ariesrutung95

Pengertian kelas kata tertutup

Kelas kata tertutup adalah kelas kata jumlah keanggotaanya terbatas dan tidak tampak kemungkinan untuk bertambah atau berkurang. Yang termasuk kelas kata tetutup adalah kelas adverbia, kelas preposisi, kelas konjungsi, kelas artikula, dan kelas interjeksi (Abdul Chaer, 2008:83). Beberapa jenis kelas kata tertutup adalah sebagai berikut:


Adverbia
Adverbia lazim disebut kata keterangan atau kata keterangan tambahan. Fungsinya adalah menerangkan kata kerja, kata sifat, dan jenis kata lainnya. Adverbia disebut juga kata-kata yang bertugas mendampingi nomina, verba, dan ajektifa. Adverbia pada umumnya berupa bentuk dasar.

Konjungsi
Konjungsi atau kata pengubung adalah kata-kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antara kata dengan kata, antara frase dengan frase, antara klausa dengan klausa atau antara kalimat dengan kalimat. Dilihat dari tingkat kedudukannya dibedakan adanya (1) konjungsi koordinatif, (2) konjungsi sbordinatif. Dilihat dari luas jangkauannya ada (1) konjungsi intrakalimat, dan (2) konjungsi antarkalimat.

Preposisi
Preposisi atau kata depan adalah kata-kata yang digunakan untuk merangkaikan nomina dengan verba di dalam suatu klausa.

Penjelasan lebih lanjut dari materi kelas kata tertutup dapat dilihat DI SINI.

Etnografi Komunikasi dalam Sosiolinguistik

Pengantar: Etnografi komunikasi adalah suatu kajian mengenai pola-pola komunikasi sebuah   komunitas budaya. Secara makro kajian ini adalah bagian dari etnografi. Etnografi komunikasi (Ethnography of communication) merupakan pengembangan dari Etnografi Berbahasa (Ethnography of sepaking), yang dikemukakan oleh Dell Hymes pada tahun 1962 (Ibrahim, 1994). Pengkajian etnografi komunikasi ditujukan pada kajian peranan bahasa dalam perilaku komunikatif suatu masyarakat, yaitu mengenai cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya.
Pada perkembanggannya, Hymes mengubahnya dari ethnography of speaking menjadi ethnography of communication karena kerangka acuan yang digunakan bukan pada bahasa melainkan pada komu– nikasinya. Bahasa tidak akan punya makna tanpa dikomunikasikan.
Dell Hymes sebagai pencetus teori etnografi komunikasi, memberikan batasan tegas antara linguistik dan komunikasi. Kajian etnografi komunikasi bukanlah kajian linguistik namun merupakan kajian etnografi, serta bukan pula mengenai bahasa, tetapi mengenai komunikasi. “… it is not linguistics, but ethnography, not language, but communication, which must provide the frame of reference within which the place of language in culutre and society is to be assessed” (…ini bukan linguistik, tapi etnografi, bukan bahasa, tapi komunikasi, yang harus melengkapi kerangka pikir secara mendalam tempat bahasa dalam kebudayaan dan masyarakat ditetapkan) (Hymes, 1971:4, dalam Alwasilah, 2003:61).
Pengertian Etnografi Komunikasi
Koentjaraningrat (2008), mengatakan bahwa etnografi komunikasi adalah “kajian bahasa dalam perilaku komunikasi dan sosial dalam masyarakat (yang kemudian disebut masyarakat tutur), meliputi cara dan bagaimana bahasa digunakan dalam masyarakat dan budaya yang berbeda-beda.” Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua hal yang menjadi garis besar dalam kajian metode penelitian etnografi komunikasi, yaitu bahasa (linguistik) dan budaya (antropologi).
Etnografi komunikasi adalah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, dan/atau bahasa. Etnografi hampir sama dengan etnologi, yaitu ilmu tentang unsur atau masalah kebudayaan suku bangsa dan masyarakat penduduk suatu daerah di seluruh dunia secara komparatif dengan tujuan mendapat pengertian tentang sejarah dan proses evolusi serta penyebaran kebudayaan umat manusia di muka bumi.
Etnisitas merupakan objek kajian etnografi. Etnografi merupakan bagian dari cabang ilmu antroplogi budaya yang mempelajari berbagai kebudayaan suatu masyarakat berupa aktivitas nyata masyarakat. Secara khusus etnografi adalah ilmu yang mempelajari tentang pendeskripsian kebudayaan suku-suku bangsa (etnik) yang hidup tersebar di muka bumi. Kemudian, etnografi komunikasi yaitu bidang ilmu etnolinguistik atau sosiolinguistik tentang bahasa dalam hubungannya dengan semua variabel di luar bahasa. Yang dimaksud dengan variabel di luar bahasa tersebut adalah kebudayaan etnisitas dan faktor sosial lainya. Faktor-faktor sosial itu, mencakupi status sosial, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi, jenis kelamin dan sebagainya. Selain itu bentuk bahasanya dipengaruhi oleh faktor situasional, misalnya: siapa yang berbicara, bagaimana bentuk bahasanya, kepada siapa, kapan, dimana, dan mengenai masalah apa.

Tujuan Etnografi Komunikasi
Sebagai ilmu yang relatif baru namun banyak digunakan sebagai metode penelitian, etnografi memiliki beberapa tujuan yaitu:
  1. Mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam suatu budaya untuk berkomunikasi satu sama lain.
  2. Melihat bagaimana bentuk dan fungsi bahasa tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang berbeda-beda.
  3. Mendapatkan analisa dari pola komunikasi suatu budaya sosial masyarakat dari aspek bahasa yang diterapkan dan dikomunikasikan.
Selain itu, Hymes membagi ruang lingkup kajian bidang ilmu etnografi komunikasi ke dalam beberapa bagian, yaitu:
  1. Hakikat dan definisi mengenai apa itu masyarakat berbahasa/tutur.
  2. Cara masyarakat dalam suatu budaya melakukan komunikasi.
  3. Pola komunikasi yang digunakan dan apa fungsinya.
  4. Komponen penting yang ada dalam keterampilan dan kompetensi komunikasi.
  5. Hubungan antara pandanga dunia mengenai bahasa dan organisasi sosial masyarakat.
  6. Kajian mengenai bahasa (linguistik), ketidaksetaraan, dan kehidupan sosial yang universal.
Objek Penelitian Etnografi Komunikasi
Beberapa konsep penting yang berkaitan dengan etnografi komunikasi yang juga merupakan objek penelitian dari enografi komunikasi itu sendiri antara lain, sebagai berikut:

Tata cara bertutur
Tata cara bertutur merupakan aturan-aturan yang dilakukan oleh pembicara dan pendengar pada saat berkomunikasi berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat. Misalnya: 1) seorang anak kecil yang berbicara dengan orang tua harus memperhatikan mata dari pembicara; 2) pendengar tidak boleh memotong pembicaraan dari pembicara sebelum pembicara  benar-benar selesai berbicara; 3) Tradisi di dalam lingkungan keluarga Jawa, anak-anak muda yang terlibat dalam pembicaraan dengan orang tua mereka, tidak boleh begitu saja menyela tutur orang tua tanpa seizin si orang tua, tanpa diminta untuk berbicara. Kalau pun si anak mempunyai kesempatan karena ada waktu, dia biasanya memulai ujarannya, yang benada minta izin dengan mengucapkan “Nuwun sewu,…. ” (minta beribu maaf). Dengan demikian, tata cara bertutur itu berbeda antara kelompok masyarakat yang satu dan kelompok masyarakat yang lain.

Guyup tutur
Guyup tutur merupakan komunitas atau kelompok orang yang hidup dan saling berinteraksi di dalam wilayah tertentu menggunakan suatu bahasa tertentu pula. Masyarakat tutur bukan hanya sekelompok masyarakat dalam budaya tertentu yang menggunakan bahasa sebagai tindakan komunikasi mereka, melainkan juga memiliki kaidah berbahasa dalam satu variasi bahasa.
Orang Orang Inggris dan Amerika sama-sama berbahasa Inggris tetapi mempunyai tatacara bertutur yang berbeda di tempat “umum”, misalnya restauran. Di Inggris dalam perpercakapan di restauran suara partisipan direndahkan sehingga orang-orang yang tidak terlibat percakapan itu tidak akan bisa mendengar apa yang dicakapkan.
Seorang mahasiswa adalah warga kampus, tetapi juga warga asrama, warga suku, warga bangsa, dan seterusnya. Tiap komunitas mempunyai sedikit kaidah pembeda komunikasi dan dalam hal-hal tertentu juga kaidah pembeda wicara. Ini berarti, setiap penutur tidak perlu termasuk hanya ke dalam satu komunitas tutur atau ke dalam dua atau lebih komunitas tutur yang sama sekali berbeda. Orang biasanya menjadi anggota dari beberapa komunitas tutur pada saat yang sama. Orang akan mengubah perilaku tuturya, dengan menyesuaikan diri dengan komunitas yang melibatkan tutumya, dengan menambah mengurangi, dan mengganti kaidah perilaku komunikatif Berikut ini dikemukakan beberapa pendapat tentang komunitas tutur.
Hudson (1980) berpendapat bahwa istilah komunitas tutur mengacu kepada “komunitas yang berdasarkan bahasa”, yang sering dikacaukan dengan istilah komunitas bahasa (linguistic community).
John Lyons (1970) mengemukakan bahwa (1970), Speech community is all the people who use a given language (or dialect).” (komunitas tutur adalah semua orang yang memakai suatu bahasa atau dialek tertentu).
Perbedaan mendasar antara satu komunitas dengan komunitas lainnya dalam hal komunikasi lisan, turut membangun kaidah-kaidah bahasa. Selain itu, prinsip dasar etnografi komunikasi juga memerikan perbedaan aturan berbicara (rule of speaking), misalnya kapan harus berbicara dan kapan harus diam (lih. Fasold, 1990: 40). Rules of speaking is "The ways in which speakers associate particular modes of speaking, topics or message forms, with particular settings and activities" (Gumperz 1972: 36). Aturan berbicara ini bisa sangat berbeda antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lainnya.

Situasi, Peristiwa dan Tindak Tutur
Situasi tutur berkaitan dengan keadaan yang sedang berlangsung pada saat proses tutur terjadi. Tuturan pada situasi resmi akan berbeda dengan situasi tidak resmi. Perbedaan yang terlihat, mungkin dari segi kebahasaan baik itu gaya bahasa, pilihan kata, dan hal-hal lain yang mendukung pembicaraan pada situasi tersebut. Ini juga dilihat dari siapa yang menjadi pendengar atau audiens atau lawan bicara pada pembicaraan itu. Gaya bahasa dan diksi yang dipakai biasanya dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan lawan bicara. Jadi, situasi tutur adalah keadaan yang dikaitkan dengan tuturan, misalnya upacara, pertengkaran, percintaan, dan sebagainya.
Ibrahim (2004:267) mengemukakan bahwa situasi tutur diartikan sebagai konteks terjadinya komunikasi. Konteks situasi tutur misalnya adalah upacara, perburuan, makan-makan, lelang, kelas di sekolah, dan sebagainya. Situasi tutur tidak selalu komunikatif: situasi tersebut mungkin terdiri dari peristiwa yang komunikatif dan perstiwa yang lain.
Peristiwa tutur terjadi dalam situasi tutur dan terdiri dari satu tindak tutur atau lebih (Sumarsono, 2002:320). Misalnya sebuah contoh yang dapat menjelaskan kehadiran situasi tutur, peristiwa tutur da tindak tutur adalah sebuah pesta, seperti pesta perkawinan, atau pesta ulang tahun. Dalam pesta (sebagai situasi tutur) terjadi percakapan selama pesta berlangsung dengan siapa saja, topik apa saja, barangkali juga terdapat lelucon di dalamnya (peristiwa tutur).
Adapun tindak tutur adalah kalimat atau pernyataan yang dinyatakan untuk mewadahi maksud dan tujuan tuturan. Kajian terhadap tindak tutur banyak ditelaah dibandingkan dengan dua konsep lain yang membangun etnografi komunikasi. Ketika bertutur, maka seseorang akan memberi saran, berjanji, mengundang, meminta, melarang, dan sebagainya. Dengan demikian, tuturan membentuk tindakan, bahkan tuturan sendiri adalah sebuah tindakan. Ujaran yang membentuk tindakan disebut dengan ujaran performatif, ‘Saya akan datang lebih awal’, merupakan kalimat deklaratif yang menyatakan sebuah janji atau berjanji untuk datang lebih awal. Sebaliknya, kalimat yang sebatas pada memberitakan disebut dengan ujaran konstatif.

Komponen Tutur
Selain situasi, peristiwa, dan tindak tutur masih ada konsep lain yang cukup penting, yaitu komponen tutur. Komponen tutur, meliputi kepanjangan dari kata SPEAKING yang dijelaskan berikut ini.
  1. S = Situation (situasi), mencakup latar dan suasana. Latar berkaitan dengan lingkungan fisik komunikasi yang berkaitan dengan waktu dan tempat. Sedangkan suasana akan berkaitan dengan suasana psikologis, misalnya situasi formal atau santai
  2. P = Participan (patisipan) mencakup tidak hanya penutur dan mitra tutur, tetapi juga adressor (juru bicara) yang terkadang yang diwakili tidak berada di tempat. dan audience. (pendengar)
  3. E = End (tujuan), mencakup maksud dan hasil yang akan dipilah atas tujuan dari peristiwa tutur dipandang dari sudut budaya (outcomes) dan tujuan dari masing-masing partisipan (goals)
  4. A = Act sequence (urutan tindak), mencakup bentuk pesan (bagaimana pesan itu disampaikan dan isi pesan (apa yang disampaikan).
  5. K = Key (kunci) , yang mengacu pada bagaimana suatu tuturan disampaikan, misalnya serius, khidmat, lucu, sinis, dan sebagainya.
  6. I = Instrumentalities (peranti, perabotan), mencakup saluran (lisan, tulis, e-mail) dan bentuk tutur (misalnya mengacu pada bahasa, dialek, kode, dan sebagainya)
  7. N = Norms (norma), mencakup norma interaksi dan norma interpretasi. Misalnya bagaimana orang Jawa selalu mematuhi sopan santun sebagai norma interaksi, meskipun hanya tuturan fatis
  8. G = Genre, yang mengacu pada jenis-jenis wacana yang dipakai, misalnya puisi, khutbah, lawak, perkuliahan, dan sebagainya.
Menurut Hymes, ada 16 komponen tutur, diantaranya sebagai berikut:
  1. Bentuk pesan, menyangkut cara bagaimana sesuatu itu (topik) dikatakan atau diberitakan. Dapat kita simpulkan, bahwa bentuk pesan bertalian dengan rupa atau wujut pesan. Misalnya, dalam bentuk lisan, tulisan, lambang-lambang konvensional, dan lain-lain.
  2. Isi pesan, berkaitan dengan persoalan apa yang dikatakan, menyangkut topik dan perubahan topik. Untuk membedakan bentuk pesan dan isi pesan, lihatlah contoh kalimat langsung dan tak langsung berikut ini: “Dia berharap, mudah-mudahan lulus dalam Ujian Tengah Semester ini,” kata Aris. Kalimat tersebut dapat dinilai bahwa si Aris hanya melaporkan isi pesan saja. Tetapi, seandainya si Aris berkata: “Dia berharap, mudah-mudahan Saya lulus dalam Ujian Tengah Semester!,” berarti si Aris melaporkan isi pesan sekaligus mengutip bentuk pesannya yaitu tentang dia yang berharap dan bentuk pesan ‘Mudah-mudahan lulus Ujian Tengah Semester!’. Isi pesannya adalah apa harapannya itu, sementara bentuk pesannya adalah bagaimana dia berharap.
  3. Latar (setting), berkaitan dengan waktu dan tempat terjadinya tindak tutur.
  4. Suasana (scene), mengacu kepada “latar psikologis” atau batasan budaya tentang suatu kejadian sebagai suatu jenis suasan tertentu. Misalnya, ketika si Aris berbicara dengan temannya yang sama-sama berasal dari NTT mungkin akan mengubah suasana, dari formal menjadi informal, dari serius menjadi santai.
  5. Penutur (speaker, sender)
  6. Pengirim (addressor)
  7. Pendengar (hearer, receiver, audience)
  8. Penerima (addressee).
  9. Maksud hasil (purpose-outcome)
  10. Maksud tujuan (purpose-goal)
  11. Kunci (key), bertalian dengan cara, nada, atau semangat tindak tutur dilakukan. Tidak tutur bisa berbeda karena kunci, misalnya antara serius dan santai, hormat dan tak hormat, sederhana, dan angkuh/sombong.
  12. Saluran (channel) mengacu kepada medium penyampaian tutur: lisan, tertulis, telegram, telepon. Dalam hal saluran, orang harus membedakan cara menggunakannya. Saluran lisan (oral) misalnya dipakai untuk bernyanyi, bersenandung, bersiul, mengujarkan tutur. Ragam lisan untuk tatap muka berbeda dengan telepon. Ragam tulis telegram berbeda dengan ragam tuliss surat.
  13. Bentuk tutur (form of speech),
  14. Norma interaksi (norm of interaction)
  15. Norma interpretasi (norm of interpretation)
  16. Genre
Nilai di Balik Tutur
Dibalik tutur ada nilai-nilai sosial-budaya. Artinya, dengan melihat tuturan seseorang atau sekelompok orang, kita dapat menentukan atau setidak-tidaknya menerka dapat mengidentifikasi “siapa”orang itu, dari kelompok mana dia, makna sosial tutumya, nilai, ajaran, pandangan hidup, dan sebagainya.

REFERENSI
Chaer. Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Hudson, R.A., 1980. Sociolinguistics. London: Cambridge University Press.
Hymes, Dell. 1974. Foundation of Sociolinguistics. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
Ibrahim, Abd. Syukur. 1994. Etnografi Komunikasi. Surabaya: Usaha Nasional.
Kuswarno, Engkus. 2008. Etnografi Komunikasi: Suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjajaran.
Lyons, J., 1970. New Horizons in Linguistics. Harmondsworth, Middlesex: Penguin.
Sumarsono dan Paina Partana. 2002. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wijaya, I Dewa Putu. 2006. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

==========
Oleh:
ariesrutung95

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA