Ide bisnis - Kewirausahaan

PENDAHULUAN: Salah satu kunci kesuksesan memulai suatu usaha adalah adanya kemampuan menuangkan ide atau gagasan cemerlang yang kreatif dan inovatif dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, hanya ide yang mempunyai nilai komersial saja yang masuk dalam kategori mahal itu. Sebuah ide akan ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis yang merupakan langkah awal membangun sebuah usaha. Sebenarnya, banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat dan  bernilai tinggi, namun ide itu akan tetap menjadi ide atau bahkan hanya sekadar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.Ide merupakan konsep, pikiran dan pengetahuan, sebuah mental, pandangan, keyakinan atau rencana dari kegiatan-kegiatan usaha. Ide merupakan produk berfkir kreatif yang melibatkan penggunaan indra pendengar, penglihat dan perasa. Interaksi dari ketiga indera ini mendorong daya pikir seorang wirausahawan untuk menghasilkan ide. Sebuah ide bisnis harus rasional, artinya menurut pikiran yang sehat dan pertimbangan yang logis, serta masuk di akal.Wirausahawan yang sukses salah satunya mampu menemukan ide melalui berbagai teknik yang ada. Penemuan ide bisnis tersebut diperoleh dari pencarian ide bisnis melalui cara berfkir terhadap suatu hal. Ide akan tercipta jika seseorang memandang sesuatu sebagai hal yang positif sehingga dapat tercipta tujuan yang diinginkan. Harapan yang kuat terhadap suatu hal akan mempengaruhi otak seseorang untuk melihat apa yang seseorang harapkan untuk melahirkan suatu ide.
Keberhasilan seorang wirausaha dapat dicapai melalui kemampuan penemuan ide dari berbagai teknik pencarian ide. Seorang wirausaha mampu mengambil keputusan dengan memilih ide bisnis terbaik dan menantukan cara terbaik untuk mengerjakan pilihan ide bisnis. Sehingga, ide usaha/bisnis yang bagus merupakan faktor penting atau bahkan merupakan persyaratan untuk memulai sebuah usaha/bisnis. Meskipun demikian, ide bisnis yang bagus biasanya tidak langsung datang kepada pengusaha, tetapi merupakan hasil dari kerja keras dan upaya dari pengusaha untuk membangkitkan, mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang.

PEMBAHASAN
Pengertian Ide Bisnis

Ide usaha (bisnis) adalah respon seseorang, banyak orang, atau suatu organisasi untuk memecahkan masalah yang teridentifikasi atau untuk memenuhi kebutuhan di suatu lingkungan (pasar, masyarakat). Mencari sebuah ide bisnis yang bagus adalah langkah awal untuk mengubah keinginan dan kreatifitas pengusaha menjdi peluang usaha/bisnis.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Ide/gagasan sama dengan cita-cita. Sedangkan bisnis/usaha dalam ilmu ekonomi, adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa Inggris “business,” dari kata dasar “busy” yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Sumber Ide Bisnis
Terkadang sangat sulit menemukan jenis bisnis yang paling cocok untuk dikerjakan. Ide bisnis bisa datang dari mana saja dan kapan saja datangnya, namun diperlukan kerja nyata kita untuk mencarinya. Jika Anda ingin memulai bisnis namun masih bingun harus memulai usaha apa, berikut ini ide bisnis yang mungkin bisa membantu:
  1. Kebutuhan dan Permintaan Pasar. Kejelian seseorang melihat kebutuhan dan permintaan pasar merupakan peluang untuk memulai bisnis. Ide bisnis berdasarkan kebutuhan dan permintaan pasar akan menjadikan usaha tersebut dibutuhkan oleh konsumen sehingga produk yang dihasilkan akan dengan mudah dijual dan menjadikan bisnis berjalan selama ada kebutuhan dan permintaan pasar.
  2. Keahlian dan keterampilan. Sedikit sekali orang yang memiliki keahlian, oleh karenanya ide bisnis yang bersumber dari keahlian jika dilaksanakan akan mengantarkan seseorang berbeda dari yang lain. Ini sangat menguntungkan sekali dalam menjalankan bisnis yang hanya orang tertentu saja yang bisa menjalankannya dengan kata lain saingannya sedikit sekali. Demikian juga dengan bisnis yang didasarkan pada keterampilan. Keterampilan yang sudah dimiliki dan dikembangkan dalam waktu cukup lama dapat dijadikan pelung usaha/bisnis.
  3. Hobi/minat. Sumber ide bisnis berdasarkan hobi akan menjadikan sesorang bersemangat dalam melakukan bisnis. Bisnis yang didasarkan pada hobi akan menjadikan seseorang betah pada bisnis tersebut yang menjadikan seseorang fokus pada bisnis yang dijalankan. Minat atau hobi cukup efektif untuk membangun keyakinan dan motivasi kuat untuk mandiri. Orang tidak merasa terbebani bila melakukan kegiatan yang ia sukai, terutama yang berkaitan dengan minat dan hobi.
  4. Kreativitas. Kreativitas seseorang dalam menciptakan produk yang unik dan bermanfaat bagi orang banyak merupakan sember ide bisnis. Dengan kreativitas produk yang dihasilkan akan memiliki daya tarik tersendiri bagi kebanyakan konsumen.
  5. Jaringan dan relasi. Bersilaturahmi merupakan kunci akan datangnya rejeki berupa relasi yang akan membentuk jaringan. Ide bisnis berdasarkan jaringan dan relasi ini memiliki keuntungan adanya tingkat kepercayayaan yang baik. Semakin luas jaringan dan relasi, maka akan semakin besar kesempatan kita untuk menawarkan barang atau jasa yang kita miliki.
  6. ATM. Bisnis yang dimulai ATM (amati, tiru, modifikasi) merupakan bisnis yang paling mudah dilaksanakan. Ide bisnis yang dimulai dari membuat barang atau jasa yang sudah ada merupakan kegiatan yang paling mudah dan sangat cepat untuk dilaksanakan dikarenakan tidak memerlukan sesuatu yang baru yang membutuhkan riset dan persiapan khusus. Mengamati sesuatu yang terjadi di "sekitar" kita bisa menjadi peluang bisnis. Pengamatan ini diperlukan bagi mereka yang ingin mandiri. Identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi bisa menimbulkan peluang bisnis yang bisa terus dikembangkan.
  7. Nasihat atau saran. Mencari ide bisnis dengan cara meminta nasehat dari orang-orang yang sukses dalam bisnis adalah langkah baik dikarenakan kita akan belajar banyak dari pengalaman orang tersebut tanpa harus merasakan kegagalan orang tersebut serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilaksanakan.
  8. Pengalaman & Pekerjaan. Pengalaman diri sendiri atau orang lain bisa menjadi guru yang baik dan sumber ide bisnis. Pengalaman buruk/gagal sering kali sulit dilupakan, lalu kita akan berupaya mencari cara baru untuk mengatasinya. Cara ini akan membuka peluang munculnya ide yang menarik. Demikian juga pengalaman kerja yang diperoleh karena Jenis Pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni, juga merupakan sumber sangat besar untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang tepat. Seseorang dengan jenis pekerjaan yang sudah lama ditekuni memahami betul bidang usaha apa saja yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaannya saat itu. Misalnya, pernah membuat sebuah produk dan disukai banyak orang. Hal itu yang kemudian dijadikan sebagai ide untuk membnagun sebuah bisnis.
  9. Penemuan secara tidak sengaja. Jenis ide bisnis ini dapat terjadi ketika seseorang melihat sesuatu (benda) yang dapat membangkitkan daya imajinasi. Dari penemuan itu, ia berhasil menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imjinasinya.
  10. Pencarian ide dengan penuh pertimbangan. Sebuah ide awal dapat muncul dari percobaan yang dilakukan oleh wirausaha untuk menemukan ide baru. Usaha pencarian yang sedemikian rupa dapat berguna karena hal tersebut merangsang kesiapan pikiran, contoh wirausaha yang berpikir serius mengenai ide bisnis baru akan lebih dapat menerima ide baru dari berbagai sumber. Majalah dan tabloid lainnya merupakan sumber yang bagus untuk memperoleh ide awal. Salah satu cara membangkitkan ide awal adalah membaca tentang kreativitas wirausaha lain. Ide awal kadang membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk penyaringan dan testing. Hampir seluruh ide apa pun membutuhkan studi yang hati-hati dan modifikasi sebagai pembukaan untuk pendekatan bisnis.
Teknik Mendapatkan Ide Bisnis
Menurut Douglas (1996), terdapat beberapa teknik untuk mendapatkan ide, yaitu sebagai berikut:
  1. Tukar Pikiran, yaitu melalui diskusi, rapat, sharing, atau aktivitas lain yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi di atanta individu. Biasanya ini dilakukan dengan para sahabat atau orang yang berpengalaman lebih.
  2. Berandai-andai atau mengumpamakan sesuatu akan terjadi, juga merupakan teknik mendapatkan ide bisnis. Mengubah mimpi menjadi kenyataan (memperoleh uang, menjadi bos, menjadi orang yang dihormati, disegani, meningkatkan kepuasan hidup, dan lain-lain).
  3. Kawin silang, yaitu suatu upaya bertukar pikiran mengenai ide yang masing-masing sudah dimiliki untuk menghasilkan ide yang lain. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, pekerjaan, pengalaman dan ide yang berbeda untuk membuat peluang tukar pikiran.
  4. Keingintahuan, yaitu dorongan kuat dari dalam diri seseorang untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu.
  5. Pendekatan tidak langsung, yaitu upaya dilakukan guna membahas sebagian ide yang akan dikembangkan, karena tidak memungkinkan membahas secara menyeluruh. Pada saat menemui jalan buntu harus mempertimbangkan pendekatan baru.
  6. Komponen yang dimodifkasi, yaitu ide baru hasil dari modifkasi ide lama dengan cara, memilih produk atau jasa yang akan disempurnakan, membuat daftar tentang semua bagiannya dengan sistematis, selanjutnya dimodifkasi sesuai dengan tujuan.
  7. Meditasi, merupakan suatu teknik menghasilkan ide dengan memusatkan pikiran dan perasaan. Upaya ini dilakukan agar meningkatan keyakinan diri, memusatkan diri pada cita-cita, merangsang ide, kesiapan mental, menciptakan daya inovatf.
Pentingnya Ide Bisnis
Pada dasarnya ide bisnis akan menggambarkan beberapa hal. Ide bisnis dapat menentukan apa jenis bisnis anda, siapa target atau pasar, bagaiaman cara anda menjual produk atau lebih dikenal dengan strategi pemasaran, dan produk yang menjadi pilihan yaitu produk yang dirasa cocok untuk diproduksi. Menurut Zimmerer, ide-ide dari wirausahawan dapat menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan keuntungan. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi serta evaluasi semua risiko yang mungkin timbul dari terciptanya peluang usaha tersebut. Hal itu dapat dimulai dengan menggunakan strategi yang proaktif guna mengurangi kemungkinan timbulnya risiko.
Penciptaan suatu ide bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam memulai sebuah bisnis. Dengan telah adanya berbagai macam ide bisnis, para wirausaha dapat mampu bersaing dengan bisnis barunya. Ide dalam konteks kewirausahaan di sini adalah gagasan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Putri 2012). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penciptaan ide bisnis merupakan penciptaan gagasan yang menghasilkan suatu bisnis yang baru dan berbeda.
Perlu adanya sebuah strategi untuk dapat menemukan peluang-peluang bisnis. Orang yang memiliki kreativitas akan mencari peluang bisnis dengan strategi tertentu. Defnisi kreativitas dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang (Zimmerer et.al 2008).
  1. Kreativitas berpengaruh terhadap strategi dalam mencari peluang bisnis. Setiap orang pada dasarnya sudah memiliki kreativitas di dalam dirinya. Namun kreativitas tersebut perlu diasah atau dikembangkan. Seseorang yang kreatif, akan cenderung aktif dalam mencari informasi seputar bisnis sesuai dengan bisnis yang ingin diciptakan/dikembangkan. Semakin kreatif seseorang, semakin aktif dalam mencari peluang bisnis.
  2. Kreativitas berpengaruh terhadap penciptaan ide bisnis. Perkembangan dunia usaha menuntut siapa saja yang ingin berwirausaha agar dapat bersaing. Untuk dapat bersaing, juga dibutuhkan sebuah usaha yang kreatif agar dapat memanfaatkan peluang-peluang bisnis di sekitarnya, sehingga walaupun sudah terdapat beragam jenis bisnis, ia tetap dapat memunculkan ide-ide bisnis yang baru. Mungkin dengan mengkombinasikan hal-hal yang telah ada menjadi suatu bisnis baru.
  3. Strategi mencari peluang bisnis tidak berpengaruh terhadap penciptaan ide bisnis. Penciptaan ide bisnis tidak bergantung dari strategi yang digunakan dalam mencari peluang bisnis. Strategi yang dimaksud misalnya, memahami arena kompetitif, memahami perkembangan masa depan, mencoba untuk menggunakan pengetahuan orang lain untuk melihat visi masa depan yang lebih realistis, dan yang lainnya (Puhakka 2007).
Mengembangkan Ide Bisnis
Sudah jelas bahwa tidak ada bisnis besar tanpa ide. Meski begitu, tanpa perkembangan yang tepat, gagasan apapun akan tetap menjadi ide dan tidak akan pernah menjadi bisnis yang sukses. Jika menemukan sebuah gagasan yang mungkin bisa mengarah pada peluncuran bisnis, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengembangkan ide/gagasan itu ke arah yang benar.
  1. Menentukan sumber ide bisnis. Sumber ide bisnis bisa datang dari dalam diri sendiri, diberi tahu oleh orang lain, hasil tukar pikiran, diskusi dengan teman, atau ingin meniru ide bisnis dari sebuah bisnis yang sudah berjalan.
  2. Menentukan ide bisnis yang bagus. Ide bisnis ditemukan melalui pemikiran yang positif dan kreatif. Ide bisnis datang dari berbagai sumber yang berbeda. Ide binsis yang bagus biasanya asli dan mencerminkan kesempatan bisnis yang perlu dirambah (kegiatan baru) atau cara baru untuk mengembangkan kegiatan yang terkait dengan bisnis-bisnis tradisional. Kesempatan bisnis adalah suatu celah antara apa yang dibeli oleh masyarakat dengan apa yang saat ini ditawarkan oleh bisnis yang sudah ada.
  3. Daftar ide bisnis. Tulislah semua ide yang timbul dalam pikiran sebelum benar-benar memulai bisnis. Daftar ide ini yang nantinya dijadikan pembanding antara ide yang satu dan ide yang lainnya agar benar-benar menghasilkan satu ide yang kreatif dan inovatif. Untuk mendatakan ide bisnis yang baik, harus mendengarkan orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan dan lingkungan sekitar. Mendengarkan calon pelanggan adalah suatu upaya menentukan ide bisnis yang tepat karena bisnis yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar/pelanggan. Selain itu, amati juga lingkungan sekitar tempat tinggal. Kira-kira, hal menarik apa yang bisa dijadikan ide bisnis yang kreatif dan inovatif.
  4. Persaingan dengan produksi asing. Biasanya konsumen membutuhkan produk yang bukan hanya murah tetapi kualitasnya bagus. Oleh karena itu, jika produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, maka prosuk kita kalah bersaing dengan prosuk orang lain yang secara kualitas dan kuantitas lebih baik dari produk kita.
  5. Menentukan Pemirsa/pasar. Sekalipun idenya benar-benar hebat, itu mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Itulah mengapa hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan target atau orang-orang yang akan membeli dan menggunakan produk. Jika hal di atas sudah dilakukan, saatnya untuk mendengarkan dan mengamati. Jika produk yang diciptakan ditujukan untuk menyelesaikan masalah tertentu yang dihadapi industri, pastikan untuk memetakan masalah ini. Ikuti sumber informasi otoritas industri yang spesifik, ikuti tren terbaru di sektor, lihat blog yang dijalankan oleh influencer utama Industri dan mendengarkan percakapan yang terjadi di niche.
  6. Penelitian dan Analisis Ide. Sebelum bergerak atau memulai menjalankan bisnis, ada harusnya gagasan itu diteliti dari berbagai perspektif. Pertama, pikirkan calon pelanggan. Pertimbangkan tidak hanya orang-orang yang akan membeli produk atau mereka yang akan berinteraksi langsung dengannya, tetapi juga hal yang mungkin berperan dalam bagaimana produk berada di pasaran.
Menguji Ide Bisnis
Salah satu cara untuk menguji ide bisnis adalah dengan melakukan analisis SWOT dan TOWS. Analisis SWOT merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut., baik tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Selain itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah perusahan atau organisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor yang di jadikan masukan.
Satu hal yang perlu diperhatikan bagi pangguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi sebuah perusahaan atau organisasi. Analisis SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi.

Pengertian analisis SWOT menurut para ahli :
  1. Menurut Kotler & Armstrong (2008:64), analisis SWOT adalah penilaian menyeluruh terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) suatu perusahaan. Analisis ini diperlukan untuk menentukan beberapa strategi yang ada di perusahaan. Salah satunya yang kita bahas adalah strategi promosi dan penempatan produk.
  2. Menurut David (Fred R. David, 2008:8), semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis. Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Analisis SWOT menurut David Fred yaitu, sebagai berikut:
  • Kekuatan (Strenghts), kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar.
  • Kelemahan (Weakness), kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.
  • Peluang (Opportunities), peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
  • Ancaman (Threats), ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.
Dalam penelitian analisa SWOT kita dapat memproleh hasil berupa kesimpulan-kesimpulan yang  berdasarkan ke-4 faktor yaitu :
  1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O). Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini ialah dapat memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Contoh: bila kekuatan perusahaan ada pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini harus dapat dimanfaatkan untuk mengisi suatu segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi serta kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya serta kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis ini.
  2. Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O). Kesempatan yang telah diidentifikasi tidak mungkin dapat dimanfaatkan dikarenakan kelemahan suatu perusahaan. Contoh : jaringan distribusi pada pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan iyalah  bekerjasama dengan perusahaan yang juga  mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain iyalah dapat mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.
  3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T). Dalam analisa ancaman juga ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini iyalah mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
  4. Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T). Dalam situasi harus menghadapi ancaman serta sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya  iyalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil iyalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada suatua situasi yang mengancam tersebut, serta mengalihkan pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya iyalah dengan mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman tersebut saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi atau masalah yang akan dihadapi, anak perusahaan juga dapat mengambil langkah-langkah yang perlu serta bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah serta mantap, dengan kata lain perusahaan tersebut dapat menerapkan strategi yang tepat.

REFERENSI

Fahri, Khoerul. 2009. Pengembangan Ekonomi Suatu Negara. Bandung: Algensindo.
Hadiyati, E. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 13 No. 1, hal. 8 – 16.
Jaja, Kaila 2008, Pertumbuhan Ekonomi, Jakarta; Againci
Puhakka, V. 2007. Effects of Opportunity Discovery Strategies of Entrepreneurs on Performance of New Ventures. Journal of Entrepreneurship, Vol. 16 No. 1, hal 19 – 51.
Putri, D.R. 2012. Ide dan Peluang dalam Konteks Kewirausahaan di Tengah Kemrosotan Minat Masyarakat Menjadi Pengusaha. Makalah Kewirausahaan.
Zimmerer, T.W, Scarborough, N.M dan Wilson D. 2008. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Edisi 5 Buku 1. Salemba Empat.
http://sulhanaruslan.blogspot.co.id/2013/11/ide-dan-peluang-usaha.html
Diakses tanggal 28 April 2018
https://muhammadmamduh.wordpress.com/2012/03/31/ide-dan-peluang-kewirausahaan/
Diakses tanggal 28 April 2018


===========
Oleh:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA