Cara Mengonfigurasi Access Point TPLINK TL-WA901ND

Pada tutorial ini kita akan sama-sama belajar (mengenal dan mengonfigurasi) perangkat access point (selanjutnya disingkat AP). Manfaat dari AP adalah untuk menyebarkan dan/atau menerima sinyal wireless, sehingga perangkat-perangkat yang mendukung wireless dapat saling terhubung dalam satu jaringan. Dengan menggunakan perangkat ini kita dimungkinkan untuk memperluas/memperkuat jangkauan pancaran sinyal wireless, dapat menangkap jaringan wireless yang disebarkan oleh perangkat lain, atau hanya menyebarkan sinyal wireless, dan lain-lain.
Pada dasarnya, untuk mengonfigurasi setiap perangkat AP, langkah-langkah awal yang dilakukan hampir sama, tergantung tujuan dikonfigurasikannya perangkat tersebut. Bagi pemula, kehadiran artikel ini diharapkan dapat membantu memberikan pencerahan, pemahaman atau mungkin dapat mempraktikkannya sendiri. Berikut ini akan dijelaskan langkah demi-langkah Cara Mengonfigurasi Access Point TPLINK TL-WA901ND dengan berbagai mode.
  1. Hubungkan PC atau laptop dengan access point menggunakan kabel LAN yang sudah disediakan dalam produk access point (biasanya straight)
  2. Buka salah satu browser (semisal google chrome) dan akses alamat IP default AP TPLINK 192.168.0.254 sehingga terbuka jendela login. Username dan password defaultnya adalah admin/admin.
  3. Setelah terbuka/berhasil login, kita akan diarahkan pada langkap selanjutnya yaitu Quick Setup. Pada jendela yang muncul, klik next.
  4. Jika kita ingin mengubah akun yang dipakai untuk login, pada pilihan change the login account pilih Yes. Kolom old user name dan old password diisi dengan nama pengguna dan kata sandi lama, sedangkan kolom new user name, new password, dan comfirm new password diisi dengan user name dan password baru. Jika selesai, klik next atau selanjutnya. Tetapi jika kita tidak mengubah akun masuknya, langsung klik next saja
  5. Selanjutnya, kita masuk pada pilihan mode. Lihat gambar di bawah ini!
    Terdapat beberapa pilihan pada pilihan mode diantaranya (1) Access Point. Mode ini digunakan apabila kita akan mengubah jaringan kabel ke jaringan WiFi. Misalnya, di ruangan A terdapat modem indihome, maka kita menggunakan fitur accsess point  ini semata-mata sebagai titik untuk memancarkan sinyal WiFi;
    (2) Repeater (Range Extender), digunakan apabila kita ingin memperluas atau memperpanjang area jangkauan sebaran sinyal WiFi yang tidak mampu dijangkau oleh AP lain. Jadi topologinya adalah, AP ruangan A jika tidak dapat diakses dari ruangan B, maka kita akan menambahkan satu AP lagi sebagai penguat signal agar jangkauannya mampu diakses oleh ruangan B;
    (3) Bridge with AP, digunakan apabila satu perangkat menyebarkan sinyal WiFi dan kita ingin menangkap signal WiFi tersebut lalu menyebarkannya kembali dengan nama berbeda;
    (4) Client, digunakan hampir sama dengan mode Bridge with AP, tetapi pada mode ini sinyal tidak disebarkan lagi. Mode ini dipakai hanya untuk menangkap signal. Jika sebuah perangkat AP menggunakan mode ini, maka ia hendak memfungsikan port LAN AP untuk disambungkan ke perangkat lain, seperti komputer yang tidak memiliki WiFi card;
     
    (5) Multi SSID, digunakan untuk menjadikan AP sebagai penyebar banyak signal WiFi dengan nama dan jenis keamanan yang berbeda. Jadi, pada satu perangkat dimungkinkan untuk menyebarkan sinyal WiFi lebih dari satu.
  6. Pada artikel ini, kita hanya akan berfokus pada satu mode saja yaitu mode Bridge with AP, maka langkah selanjutnya adalah memilih mode Bridge with AP. Jika sudah selesai, klik next.
  7. Pada langkah 7, perangkat akan mendeteksi sinyal-sinyal WiFi yang tersebar disekitarnya, sehingga hasilnya akan seperti gambar di bawah ini. 
  8. Jaringan WiFi yang akan digunakan adalah wicom_opis. Selanjutnya, klik connect sehingga terbuka jendela seperti di bawah ini.
    Pada pilihan Bridge with AP mode Settings: SSID, MAC address, WDS Mode akan secara otomatis terisi. Yang perlu kita ubah adalah kolom wireless Security Mode menjadi WPA=PSK/WPA2-PSK(Recommended). Selanjutnya, pada pilihan Local Wireless Setting, isikan SSID, pilih wireless security mode-nya, dan isikan password sesuai dengan kebutuhan. Jika sudah selesai, jangan lupa klik next.
  9. Langkah selanjutnya adalah mengatur pengaturan jaringan perangkat, bagaiman perangkat akan mendapatkann IP (manual (static) atau otomatis (DHCP). Jika kita memilih static IP, maka IP-nya kita tentukan sendiri pada kolom IP Address dan Subnet mask. Kita juga dapat mengaktifkan DHCP server pada perangkat agar semua perangkat yang terhubung dengan AP ini nantyinya memperoleh IP secara otomatis. Sedangkan Smart IP (DHCP) dipilih apabila kita ingin mendapatkan IP address secara otomatis dari perangkat yang terhubung di atasnya. Jika sudah selesai, klik next untuk melanjutkan.
  10. Sampai di sini, tahap konfigurasi AP telah selesai. Lihat gambar di bawah ini. Untuk menyimpan konfigurasi, klik finish. Anda juga dapat mem-backup pengaturan yang sudah anda lakukan agar jika ada pernagkat yang sama hendak dikonfigurasi, anda cukup meng-import file yang sudah kita simpan tadi melalui menu System tools – backup & Restore.



==========
Author:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA