Pemberantasan Buta Aksara Melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana, memiliki tujuan, dan dilakukan semata-mata untuk mencapai perubahan, terutama perubahan kualitatif, baik pengetahuan maupun keterampilan. Untuk dapat menggapai perubahan, kemampuan dasar yang harus dimiliki adalah kemampuan mengenal dunia melalui kegiatan membaca dan kemampuan mengorganisasi pikiran, ide, gagasan dan/atau pendapat melalui tulisan. Semua itu dapat diperoleh secara formal maupun informal/nonformal di tengah kehidupan bermasyarakat, di lingkungan sekolah, dan di lingkungan keluarga.

Sejalan dengan hal di atas, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 Ayat 5 menegaskan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan menghitung bagi segenap warga masyarakat. Oleh karena itu, salah satu bentuk kongkrit dari undang-undang tersebut adalah kehadiran program Pemberantasan Buta Aksara melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (selanjutnya disebut KKN Tematik) yang berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.

KKN Tematik Pemberantasan Buta Aksara dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang adalah bentuk praktis dari ilmu yang tertuang secara teoretis di bangku kuliah (terutama mahasiswa keguruan) ke dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat luas. KKN Tematik diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia – tak terkecuali Universitas Papua - dengan tujuan memupuk dan mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung (calistung) dari masyarakat sehingga angka buta aksara dapat ditekan dan masyarakat target dapat melek huruf atau pada tataran yang lebih tinggi dapat melek wacana. Melalui program tersebut, Universitas Papua berusaha mewujudkan pembangunan manusia yang berpendidikan dan berkarakter baik hingga ke daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Pelaksanaan KKN Tematik membutuhkan program kerja agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, terencana, dan terarah. Program kerja tersebut terepresentasi melaui jurnal harian yang dibuat oleh mahasiswa. Program kerja disesuaikan dengan kebutuhan target yang ada di lapangan dan berlandaskan prinsip praktis, dapat diterima, berkelanjutan, dan partisipatif. Untuk dapat menentukan program kerja yang sesuai, dibutuhkan pengamatan yang cermat dan wawancara yang mendalam terhadap target yang akan dijadikan warga belajar.


==========
Author:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar. Kritiklah sesuka Anda!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA