Pengertian Wacana Menurut Para Ahli | Anak Pantai

Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

Selamat bersua kembali teman-teman. Artikel yang saya bagikan kali ini memuat tentang definisi wacana menurut para ahli atau para pakar, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Isi tulisan ini sepenuhnya saya kutip dari salah satu buku, sebagaimana saya cantumkan dalam referensi di bawah ini. Selamat membaca dan mengopi!

Menurut Hawthorn (1992), wacana adalah komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya.

Fowler (1997) mengatakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan dan tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang termasuk di dalamnya.

J. S. Badudu berpendapat bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan dengan, yang menghubungkan proposisi (ungkapan/pernyataan) yang satu dengan proposisi yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. Lebih lanjut dikatakan bahwa wacana adalah kesatuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan dan tertulis.

Samsuri mengatakan bahwa wacana ialah rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi, biasanya terdiri atas seperangkat kalimat yang mempunyai hubungan pengertian yang satu dengan yang lain. Komunikasi itu dapat menggunakan bahasa lisan dan dapat pula menggunakan bahasa tulis.

Lull (1994) mengemukakan bahwa wacana adalah cara objek atau ide yang diperbincangkan secara terbuka kepada publik sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebar luas.

Mills (1994) mengatakan bahwa wacana merupakan domain dari semua pernyataan, yaitu semua ujaran atau teks yang mempunyai makna dan mempunyai efek dalam dunia nyata; sekumpulan pernyataan yang dapat dikelompokkan dalam kategori konseptual tertentu; dan merupakan suatu praktik yang diatur untuk menjelaskan semua pernyataan.

KBBI (1997: 1265) mendefinisikan wacana sebagai (1) komunikasi verbal; percakapan, (2) keseluruhan tutur yang merupakan satu kesatuan, (3) satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti: novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah, (4) kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat, (5) pertukaran ide secara verbal.

Darma (2014) wacana merupakan suatu pernyataan atau rangkaian pernyatan yang dinyatakan secara lisan atau tulisan dan memiliki hubungan makna antarsatuan bahasanya serta terikat konteks.

Alwi (2003: 419) berpendapat bahwa wacana merupakan rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan.

Kridalaksana (1993:231), wacana adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hirarki gramatikal wacana merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.

Syamsudin (1992) mendefinisikan wacana sebagai rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam suatu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsur segmental, maupun nonsegmental bahasa.


Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, saya dapat membuat kesimpulan tentang wacana, bahwasannya wacana merupakan bentuk komunikasi lisan dan tulisan yang memiliki kesatuan makna dan berkaitan antarkalimat yang saling berhubungan.


Referensi:
Darma, Y. Aliah. 2014. Analisis Wacana Kritis dalam Multiperspektif. Bandung: Reflika Aditama


==========
Author:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar. Kritiklah sesuka Anda!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA