Alih Kode dan Campur Kode Guru Bahasa Indonesia dalam Mengajar

Sebagai masyarakat dwibahasa atau bahkan multibahasa, penguasaan dan pengetahuan kita terhadap bahasa-bahasa yang kita gunakan kadang-kadang dirancukan dalam pemakaiannya. Masalah ini tidak pernah terelakkan dari mereka yang menganggap dirinya dwibahasawan atau multibahasawan, baik yang terpelajar maupun yang tidak terpelajar. Implikasi dari hal tersebut, dalam pemakaiannya, bahasa-bahasa itu sering dialihtukarkan. Kata-kata tertentu dalam bahasa A dicampur dengan bahasa B yang adalah kode dasar dalam komunikasi, demikianpun sebaliknya.

Seseorang dwibahasawan atau multibahasawan tidaklah menggunakan satu bahasa secara mutlak, tetapi ia cenderung akan memanfaatkan unsur bahasa lain dalam komunikasinya. Individu yang dwibahasawan dan/atau multibahasawan pasti akan menggunakan kosakata bahasa lain yang ia kuasai ketika berbicara dengan orang lain, di mana kosakata itu merupakan kosakata yang dipungut atau diambil dari bahasa lain (Rusmiyati, 2013). Di sisi hal ini, individu yang menggunakan dua atau lebih kata dalam komunikasi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan kebahasaannya berlebih atau sedang mengikuti trendi yang kebetulan sesuai dengan konteks komunikasinya.





==========
Author:
ariesrutung95

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar. Kritiklah sesuka Anda!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA