Makna dan Fungsi Go'et dalam Upacara Congko Lokap Mbaru Tembong

Congko Lokap Mbaru Tembong (CLMT) jika diadaptasikan ke dalam bahasa Indonesia, maka kurang-lebih maknanya menjadi seperti berikut: 1) congko ‘angkat’, lokap ‘bilahan/serpihan kayu atau sisa-sia kayu’, mbaru ‘rumah’, dan tembong ‘gendang’. Dengan perkataan lain, CLMT merupakan aktivitas membersihkan rumah gendang atau rumah adat dari sisa-sisa atau serpihan kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan. Aktivitas ini dilakukan bukan dalam pengertian harfiah CLMT, melainkan dalam bentuk upacara adat dengan mengurbankan beberapa jenis hewan peliharaan seperti kerbau, kuda, ayam, dan babi – dengan ktiteria yang tidak asal-asalan, seperti warna, jenis kelamin, usia  – yang terlebih dahulu didoakan secara tradisonal. Tujuan dari upacara ini adalah melayakkan, meresmikan, dan memberikan ucapan syukur atas berdirinya rumah adat sekaligus mengundang leluhur yang dipercaya sebagai representasi dari Tuhan untuk tinggal bersama-sama di rumah adat.
Gambar 1. Sanda_congko_lokap
Ritual CLMT terbentuk dari beberapa tahapan, meliputi  tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutup atau akhir. Tahap persiapan terdiri dari 1) siro wa’u, yakni undangan atau pemberitahuan kepada seluruh keluarga atau masyarakat kampung, dan 2) nempung, yakni musyawarah untuk menentukan dan mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam ritual, serta waktu pelaksanaannya.




==========
Author:
ariesrutung95


Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan komentar. Kritiklah sesuka Anda!

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA