December 2019 | Anak Pantai

Peningkatan Keterampilan Membaca dan Berbicara pada Anak SD dengan Teknik MOB - Etnografi Komunikasi

Peningkatan mutu pendidikan melibatkan semua komponen, baik 1) peserta didik, 2) tenaga kependidikan, 3) pengelola sekolah, 3) komite sekolah, 4) sarana prasarana, 5) media, 6) sumber belajar, 7) kurikulum, 8) metode dan teknik, 9) manajemen sekolah, 10) proses pembelajaran, dan 11) lingkungan sekolah. Semua komponen itu saling berpengaruh sehingga dapat mencapai tujuan, termasuk upaya meningkatkan keterampilan berbahasa, menulis dan berbicara.
Penggunakan teknik dalam menghasilkan dan menyalurkan suatu kemampuan berbahasa tertentu sangatlah berpengaruh. Apalagi, untuk meningkatkan keterampilan membaca dan berbicara yang dimiliki anak-anak sekolah dasar, maka teknik yang dipilih harus dapat menggairahkan peserta didik sehingga tidak cepat bosan dalam belajar atau mengikuti kegiatan pembelajaran. Teknik yang digunakan dapat bersumber dari aktivitas-aktivitas kebudayaan suatu masyarakat tertentu atau sebuah tradisi yang dikenal secara komprehensif di hampir seluruh masyarakat pemilik kebudayaan itu. Dengan demikian, menggunakan suatu tradisi yang diakui secara umum oleh masyarakat dapat membawa dampak yang baik bagi pengetahuan kebahasaan masyarakat pemiliknya.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, sebagian besar siswa tidak dapat menghubungkan apa yang telah mereka pelajari ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dipakailah teknik MOB yaitu sebuah kebiasaan yang hidup dan berkembang dalam guyup tutur orang Papua. Teknik ini bertujuan untuk membantu siswa mengonstruksi dan memproses apa yang didapat secara kontekstual dan dalam suasana keramahtamahan. Dengan memadukan MOB di dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat mempelajari sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan, pengetahuan, dan pengalaman yang telah mereka miliki.

Penggunaan MOB dalam meningkatkan keterampilan membaca dan berbicara menuntut peserta didik untuk berpikir sehingga dapat menghasilkan cerita yang lucu bagi banyak orang. Kegiatan berpikir itu dapat dimanifestasikan melalui kegiatan membaca. Dengan membaca, peserta didik dapat menemukan ide/gagasan baru terkait cerita yang akan disampaikan. Proses menyampaikan cerita yang didapat dari kegiatan berpikr atau membaca kepada orang lain tersebut membutuhkan kemampuan berbicara yang baik. Oleh karena itu, kegiatan membaca dan berbicara merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara berurutan atau kegiatan reseptif-produktif.

Di kalangan peserta didik di Papua, MOB merupakan sebuah cerita menarik yang disukai semua orang. Lazimnya, peserta didik berlomba-lomba menghasilkan MOB yang bemutu, menghibur, dan menggelakkan. Menghasilkan MOB yang menggelakkan membutuhkan kemampuan berpikir yang kompleks. Sebuah cerita yang dibaca dapat dikonversi menjadi bentuk lain tanpa menghilangkan jumlah tawa dalam cerita.

Kemampuan membaca tidak didapat dengan gampang dan tidak semua peserta didik memiliki kemampuan membaca yang baik. Kebiasaan menjadi pemakai ketimbang menjadi penghasil merupakan salah satu faktor lemahnya kemampuan membaca. Mengubah pola atau kebiasaan peserta didik seperti ini tidaklah mudah. Selain karena kebiasaan (lebih suka mendengar daripada membaca), faktor lain yang menjadi penyebab adalah bahan bacaan. Dengan teknik Mob diharapkan dapat meningkatkan kemapuan membaca dan berbicara yang dimiliki peserta didik di Papua.



==========
Author:
ariesrutung95

Latar Belakang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)

Tenaga kependidikan merupakan unsur terpenting dalam sistem pendidikan nasional yang diadakan dan dikembangkan untuk menyelenggarakan pengajaran, pembimbingan, dan pelatihan bagi para peserta didik (PP No. 38 Tahun 1992 Tentang Tenaga Kependidikan). Peraturan Pemerintah ini tidak hanya menyatakan hak dan kewajiban para tenaga kependidikan dalam sistem pendidikan nasional Republik Indonesia, melainkan juga menyatakan hak dan kewajiban masing-masing penyelenggara satuan pendidikan berkenaan dengan tenaga kependidikan yang bekerja pada satuan-satuan pendidikan yang bersangkutan.
Upaya membentuk tenaga kependidikan yang profesional oleh perguruan tinggi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu diantarnya adalah Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi calon-calon pendidik. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melatih menerapkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik serta mempraktikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran sesuai bidang studinya sehingga mahasiswa memperoleh bekal berupa pengalaman faktual untuk mengembangkan diri sebagai tenaga pendidik yang profesional.

Selain itu, jika dilihat dari istilah yang digunakan, Pengenalan Lapangan Persekolahan merupakan suatu bentuk pengamatan yang berguna untuk mengungkap bentuk-bentuk kultur dalam lingkungan persekolahan dan hal-hal teknis lainnya dalam rangka menghasilkan lulusan yang bermutu serta upaya membangun instansi pendidikan yang dapat dimodeli, baik terkait pengetahuan, sikap, maupun keterampilan dan penguasaan IPTEKS yang akan dimiliki oleh warga belajar.

Di sisi hal ini, Universitas Papua sebagai produsen agen perubahan tentu selalu berusaha mengahsilkan calon-calon pendidik dan tenaga kependidikan yang andal dan profesional. Upaya sigap yang dilakukan adalah dengan diselenggarakannya praktik pengenalan Lapangan Persekolahan bagi mahasiswa keguruan selama kurang-lebih dua bulan. Tujuannya adalah, mahasiswa keguruan dapat mengamati dan mempraktikan semua kompetensi secara faktual tentang pelaksanaan proses pembelajaran dan kegiatan akademis lain yang diperlukan oleh guru atau tenaga kependidikan.

Secara teoritis, mahasiswa Fakultas Keguruan Universitas Papua yang adalah calon pendidik telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan. Namun demikian, apa yang diperoleh nampaknya belum cukup sebagai bekal bagi seorang pendidik yang profesional. Untuk melengkapi kekurangan tersebut, mahasiswa calon pendidik diwajibkan untuk melaksanakan praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan yang ditetapkan.



=========
Author:
ariesrutung

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA